Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Pria Mengagumkan


__ADS_3

Namun, belum sempat mendaratkan pantatnya di tepi ranjang, Abimana harus merasakan kecewa karena terdengar kembali ketukan pintu dan ucapan salam.


Tok.. tok... tok....


"Asalamu'alaikum."


Abimana bergegas membuka pintu, terlihat seorang perempuan muda yang sedang hamil beserta pemuda tampan berkaca mata dan juga Darma, berdiri di balik pintu.


"Wa'alaikumsalam. ARIF..." Abimana terkejut melihat Arif yang datang bersama Nita dan Darma.


"Iya Mas, kebetulan kemarin malam saya silaturahim ke rumah Nita. Kemudian Nita menceritakan musibah yang menimpa Mbak Kiran. Jadi, Arif memutuskan untuk menengok Mbak Kiran bersama Nita dan Pak Darma," terang Arif seolah mengerti apa yang ingin ditanyakan oleh Abimana ketika melihatnya.


"Owh... Mari silahkan masuk dulu!" Abimana mempersilahkan para tamu disertai senyuman ramah.


Mereka melangkahkan kaki mendekat ke arah ranjang.


Nita memeluk Kirana dengan pelan, nampak kedua netra perempuan itu berkaca-kaca melihat kondisi dokter cantik yang terlihat begitu memprihatinkan.


"Mbak Kiran, cepat sembuh ya," ucap Nita dengan mencoba mengulas senyum.


"Aamiin, iya Nita. In shaa Allah Mbak Kiran akan segera sembuh, karena suami Mbak terus-terusan menghibur dengan candaannya yang meski kadang serasa garing," balas Kirana dengan melirik sang suami.


Nita, Arif dan Darma tersenyum mendengar ucapan Kirana yang seolah sedang menyindir suaminya, Abimana.

__ADS_1


"Mohon maaf, kemarin malam saya langsung pulang Mas, karena ada keperluan yang sangat mendesak. Kunci mobil Mas Bima saya titipkan kepada Mas Ilham," ucap Darma disertai senyuman.


"Iya Pak, tidak apa-apa. Saya teramat berterimakasih karena Pak Darma sudah banyak membantu kami, bahkan bersedia membawakan mobil saya sampai ke rumah sakit," balas Abimana yang juga menyunggingkan senyuman.


"Mbak Kiran, aku kagum dengan apa yang telah kamu lakukan. Nita menceritakan semuanya pada Arif. Mbak Kiran dari dulu tidak berubah, bahkan semakin hebat. Kamu memang wanita sempurna Mbak, " puji Arif dengan menampakan binar di kedua netranya.


"Kamu terlalu berlebihan Rif. Bagaimanapun juga, aku hanya seorang wanita yang jauh dari kata sempurna, apalagi dengan kondisiku yang seperti saat ini," balas Kirana dengan menampakan raut wajahnya yang sendu.


"Mbak, Arif yakin hanya beberapa hari saja Mbak Kiran terbaring seperti ini. Insya Allah tanpa menunggu waktu lama, Mbak Kiran akan kembali lagi sebagai seorang dokter yang energik," hibur Arif.


"Betul apa yang diucapkan oleh Mas Arif, setelah sembuh dan pulih, Insya Allah Mbak Kiran akan kembali seperti sedia kala. Seorang dokter cantik nan energik," imbuh Nita.


Kedua netra Kirana nampak berkaca-kaca mendengar ucapan Arif dan Nita. Bagi Kirana apa yang telah mereka ucapkan bagai embun di pagi hari yang menyejukan.


Bagaimana mungkin Arif seorang tuan muda yang bergelimang kemewahan bisa berniat menikahi seorang perempuan biasa. Bahkan perempuan itu juga sudah ternoda. Meski terkejut, Abimana dan Kirana teramat kagum dengan keputusan Arif.


"Apa Mbak Kiran tidak salah dengar Rif?"


"Tentu tidak Mbak. Bahkan, Arif sudah menyampaikan maksud Arif kepada mama dan papa. Awalnya papa sangat tidak setuju, namun karena bujukan mama, beliau akhirnya menyetujui dan merestui kami."


"Alhamdulillah, Mbak Kiran ikut bersyukur dan berbahagia, Rif. Semoga niatanmu mendapatkan ridho dari Allah," doa Kirana dengan tulus.


"Aamiin Mbak. Saya menikahi Nita bukan berdasar rasa kasihan atau empati, namun karena rasa cinta yang tiba-tiba bersemi. Sejak mengenal dan mendengar kisah Nita, Arif merasa ada getaran yang tidak biasa. Keinginan untuk menjaga dan melindungi Nita begitu besar."

__ADS_1


"Rif, Mbak Kiran bangga padamu."


"Mas Bima juga bangga padamu Arif, tuan muda yang selalu rendah hati," sahut Abimana sembari merangkul Arif.


Kedua netra Nita nampak berkaca-kaca. Di dalam hatinya berucap rasa syukur yang teramat sangat atas anugerah cinta terindah. Meski berawal dengan ujian kehidupan yang serasa begitu pahit dan berat, nyatanya Allah memberikan hadiah yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.


Setiap ujian dan cobaan yang diberikan oleh Sang pemilik kehidupan, pasti terselip hikmah disertai kebahagiaan yang tengah dipersiapkan-Nya.


🌹🌹🌹🌹


Readersss, semoga tidak bosan ya mengikuti kisah Abimana dan Kirana. Mohon maaf jika ada typo 😇🙏


Jangan lupa tinggalkan like


Komentar boleh saran dan kritik


Rate 5


Vote jika berkenan


Klik emote ❤


Trimakasih dan happy reading 😘😘

__ADS_1



__ADS_2