Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Tomat Merah


__ADS_3

Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat. Musim silih berganti. Hari-hari merangkak menjadi bulan. Bulan pun seakan enggan berhenti hingga berlari menjelma sebagai tahun.


Empat tahun telah berlalu, menyisakan serpihan kenangan yang akan menjadi pelajaran hidup.


Apa kabar Abimana, Kirana dan Keanu? Meski Keanu sudah berusia hampir lima tahun, Kirana dan Abimana belum berencana untuk memiliki putra ataupun putri lagi. Mereka masih ingin fokus menumpahkan kasih sayang dan cinta untuk Keanu Putra Abimanyu.


Alya dan Raikhan, kini semakin harmonis dengan memiliki dua putri, Alyra dan Raina. Alyra, gabungan dari nama Alya-Raikhan. Raina, gabungan dari nama Raikhan dan Alya. Nama yang hampir sama meski memiliki arti berbeda.


Asti dan Arif, pasangan muda yang semakin romantis. Mereka berdua sangat bersyukur telah diberikan anugerah terindah, seorang putri yang cantik, Rifna. Gabungan nama Arif dan Asti. Mereka berdua belum berencana untuk memberikan Rifna seorang adik. Semenjak Adam beserta keluarga kecilnya tinggal di rumah besar Rizal, Arif dan Asti memilih tinggal di rumah yang mereka beli sendiri. Mereka berdua ingin belajar hidup mandiri tanpa bergantung pada kekayaan Rizal. Kini Arif memiliki perusahaan yang bergerak di bidang tour and travel.


Adam, Shelly dan Tiara, kini menjadi keluarga yang harmonis. Adam berusaha menjadi seorang ayah dan suami yang terbaik untuk keluarga kecilnya, meski perasaan cintanya terhadap Hana masih belum terhapuskan. Ia begitu pandai menyimpan perasaannya hingga Shelly merasa kini hanya dia yang dicintai oleh Adam. Bagi Adam, Hana adalah wanita terindah yang pernah berhasil menyentuh kalbunya. Nama Hana masih terpatri di dalam hati.


Bagaimana dengan kisah cinta Fadhil dan Hana? Meski belum juga diberikan momongan, mereka berdua tetap ikhlas dan sabar. Cinta Fadhil terhadap Hana tidak berkurang sedikitpun, bahkan semakin bertambah. Begitu pula cinta Hana terhadap Fadhil yang semakin besar. Hana sangat mensyukuri anugerah cinta yang diberikan Tuhan untuknya. Abdullah dan Aisyah, tidak mempersoalkan bila putra semata wayangnya belum juga memiliki keturunan. Bagi mereka, apa yang menjadi kehendak Illahi adalah yang terbaik. Belum bukan berarti tidak. Jika sampai saat ini Fadhil dan Hana belum juga memiliki seorang anak, mungkin Dia sedang menguji cinta kedua insan sebelum memberi anugerah yang teramat dinantikan. Kini Hana bekerja sebagai seorang dokter spesialis anak, sedangkan Fadhil menjadi CEO di perusahaan milik keluarganya yang bergerak di dalam bidang interior design.


Vano dan Halimah telah selesai menjalani masa hukuman. Setelah keluar dari penjara, mereka tinggal di kediaman Anggara yang berada di Jogja.


Apa kabar Panut dan istrinya serta si kecil Karan? Atas ijinNya, setelah merawat, mengasuh dan menjaga Karan dengan ketulusan hati, kini Panut beserta istrinya telah mendapat kebahagiaan. Di tahun ini, istri Panut melahirkan bayi kembar. Panut memberi nama kedua putranya, Rashad dan Rashid. Sesuai perjanjian, Panut mengembalikan Karan ke pelukan keluarganya setelah Vano dan Halimah keluar dari penjara. Vano dan Halimah menerima Karan dengan penuh suka cita. Keduanya merawat, mengasuh dan menjaga Karan seperti putra mereka sendiri. Anggara pun sangat berbahagia karena sekarang ia dapat berkumpul dengan putra, menantu dan cucunya.


Pasangan Fabian dan Sindy kini sudah memiliki dua orang anak yang masih berusia tiga dan satu tahun. Anak pertama mereka bernama Azzam, seorang anak laki-laki yang tampan karena wajah ayahnya sangat mendominasi. Sedangkan anak kedua mereka seorang putri yang sangat cantik, Aqila. Wajah Aqila dan tingkahnya yang comel mirip seperti Sindy.


.


.


Rembulan menyentuhkan sinarnya berteman dengan rasi bintang. Nampak dua orang insan yang tengah duduk di bawah sinar rembulan sembari bercengkrama. Mereka adalah Vano dan Halimah.

__ADS_1


"Mah...."


"Ya Mas...." Pandangan netra mereka tertuju pada keindahan langit di malam hari. Vano merangkul bahu istrinya, sedangkan Halimah menyandarkan kepalanya di bahu Vano.


"Mah, aku ingin bertemu dengan Kiran untuk meminta maaf kepadanya. Perasaan bersalah terhadapnya masih menyelimuti hati dan pikiranku. Hidupku belum bisa tenang tanpa mendapat kata maaf yang tulus dari Kiran."


Halimah menghela nafas pelan kemudian menghembuskannya perlahan. "Mas, Halimah akan menemani Mas Vano untuk bertemu dengan Mbak Kiran. Semoga Mbak Kiran bersedia menemui kita. Kemungkinan terburuk, Mbak Kiran masih trauma bila bertemu dengan Mas Vano."


Vano menghela nafas berat. "Iya Mah. Aku juga sudah mempertimbangkan hal itu. Semoga saja, Kiran berhasil melepaskan diri dari trauma akibat perbuatanku di masa lalu."


"Aamiin, semoga Mas. Yuk kita tidur!" Halimah dan Vano beranjak dari posisi duduk. Mereka berjalan menuju kamar sembari bergandengan tangan.


Sesampainya di dalam kamar, Vano dan Halimah merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Meski sudah satu tahun hidup bersama, Vano belum juga menyentuh istrinya. Perasaan cinta Vano terhadap Halimah masih belum tumbuh. Vano menikahi Halimah karena ingin memenuhi permintaan Diana dan tidak berlandaskan cinta. Halimah sadar akan hal itu, sehingga ia tidak menuntut Vano untuk segera melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami, memberi nafkah batin. Halimah percaya, seiring berjalannya waktu, hati Vano akan terbuka untuknya.


🌹🌹🌹


Kirana melepas mukena yang membalut tubuhnya seusai membaca kalam cinta bersama suami tercinta, Abimana Surya Saputra dan sang putra. Meski sudah bertambah usia, kecantikan Kirana tidak juga luntur. Begitu pula dengan Abimana yang semakin tampan, apalagi ketika ia tersenyum. Setelah menaruh mukena di dalam almari, Kirana bergegas melangkahkan kaki ke dapur, diikuti oleh Abimana dan Keanu. Jika Kirana sedang memasak, Abimana dan Keanu ikut membantu sang bunda menata meja makan dan membuat minuman.


"Yah...," sapa Kirana. Sudah dua tahun ini, Kirana mengganti panggilan hubby menjadi ayah. Ia tidak ingin jika putranya plagiat atau meniru memanggil Abimana dengan sebutan bie.


"Ya, Bun. Ada yang bisa ayah bantu?" Abimana melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang tengah berdiri di depan kompor.


"Yah, lepaskan tanganmu! Malu jika dilihat Kean," titah Kirana setengah berbisik.


"Hemmm, Kean pamit ke toilet. Ingin pipis katanya." Abimana semakin mengeratkan tangannya. Ia kecup ceruk leher istrinya, hingga Kirana meremang.

__ADS_1


Kirana membalikan badannya. Ia menatap tajam Abimana. "Yah, please dech jangan melakukannya di dapur! Jika Kean tiba-tiba datang dan melihat ayahnya seperti ini bagaimana?"


Senyuman terlukis indah di bibir Abimana. Ia menatap manik mata istrinya dengan tatapan penuh cinta. "Yasudah, ayo kita ke kamar Bund! Kita lanjutkan aktivitas semalam."


Bibir Kirana mencebik. "Issshhhh, bunda kan sedang masak. Lagi pula, ini sudah pagi. Apa kata Kean jika ayah dan bundanya berduaan di dalam kamar?"


Tanpa mereka sadari ternyata Keanu sudah berada di dapur. "Ayah, Bunda.... Hemmm, Ayah sedang menggoda Bunda lagi ya?"


Abimana dan Kirana terkesiap mendengar suara Keanu. Seketika Abimana melepaskan tangannya dari pinggang Kirana, kemudian berjalan menghampiri sang putra.


Abimana meraih tubuh Keanu dan menggendongnya.


"Kean, ayah sangat gemar menggoda bunda, karena wajah bunda nampak lucu jika sedang digoda. Ada kupu-kupunya," ucap Abimana setengah berbisik.


Keanu tersenyum lebar mendengar ucapan ayahnya. "Iya Yah, wajah Bunda lucu jika sedang digoda oleh Ayah. Wajah Bunda seperti tomat merah."


Kirana menggeleng-gelengkan kepala mendengar percakapan suami dan putranya. Abimana dan Keanu memang selalu terlihat kompak. 💓


🌹🌹🌹🌹


Bersambung...


Maaf jika ada typo... 🙏🙏🙏


Jangan lupa likenya ya readers... 😍😍😍

__ADS_1


Trimakasih dan selamat membaca 💓💓💓


__ADS_2