Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Pernikahan


__ADS_3

Tanpa terasa, hari yang teramat berarti bagi Ilham, Suci, Abimana, dan Kirana telah tiba.


Kedua calon mempelai wanita terlihat sangat cantik dan anggun. Mereka mengenakan kebaya warna putih dengan krah semi sanghai, yang bertabur payet. Serta dilengkapi balutan jilbab warna senada, yang dipermanis dengan rangkaian bunga melati putih.


Sedangkan kedua pria yang sudah bersiap mengikrarkan janji suci, terlihat sangat tampan dan gagah. Senyum mereka mempesona.


Aula hotel terlihat sangat menakjubkan. Ruangan itu dipenuhi dengan rangkaian bunga mawar putih. Kursi tamu tertata sangat rapi, semua di dekor dengan warna yang melambangkan kesucian.



Khusus untuk kursi pengantin dipenuhi dengan taburan kelopak bunga mawar putih, yang menambah nuansa romantis.


Ilham dan Abimana, duduk di depan penghulu. Sedangkan calon istri mereka duduk di tempat yang telah disediakan untuk calon mempelai wanita.


Ritual yang mengiringi ucapan ijab qabul pun segera dimulai.


Kedua pria itu mengucapkan janji suci secara bergantian. Namun ada yang kurang di pernikahan mereka, sebab tanpa kehadiran Ridwan. Ya, Ridwan tiba-tiba saja merasa kurang enak badan dan meminta wali hakim untuk menikahkan Kirana--putrinya.


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq," Ilham mengucapkan qabul dengan bahasa Arab.


"Sah?" tanya bapak penghulu kepada para saksi.


"Sah ...," balas para saksi beserta para tamu undangan.


Tibalah kini saatnya Abimana mengikrarkan janji suci.


Wajah tampan Abimana terlihat sangat gugup ketika mengucapkannya.


""Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."


"Sah?" tanya bapak penghulu, yang kemudian mendapatkan balasan dari para saksi dan para tamu.


"Sah..."


"Alhamdulillah...."


Setelah selesai mengucapkan ijab qabul, kedua mempelai wanita dipersilahkan untuk duduk berdampingan dengan suami mereka.

__ADS_1


Ratri dan Arini, mengantar kedua mempelai wanita, dan membantu mereka untuk duduk berdampingan dengan suami masing-masing.


Bapak penghulu memimpin doa, agar pernikahan mereka sakinah, mawadah, warohmah.


Usai memanjatkan doa, mereka berempat dipersilahkan untuk menandatangani buku nikah. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima mahar, dan tukar cincin.


Tangan Ilham nampak gemetar ketika menyematkan cincin di jari manis istrinya. Begitu juga dengan Abimana.


Kedua pria mencium kening istri mereka dengan penuh kelembutan. Air mata Suci dan Kirana tertumpah, saat merasakan ciuman pertama yang menggetarkan.


Suci mencium punggung tangan Ilham, yang kini telah sah menjadi suaminya. Begitu juga dengan Kirana, gadis cantik itu mencium punggung tangan suaminya, Abimana.


Kedua pria menyeka air mata istri mereka.


"Sayang, aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik untukmu. Kita akan meraih sakinah bersama," ucap Abimana dengan mengangkat dagu sang istri.


Tatapan netra mereka saling mengunci. Ada getaran yang menjalar, hingga menimbulkan rasa bahagia yang teramat sangat.


"Aamiin, semoga Bi. Trimakasih, karena telah mempersuntingku. Semoga aku mampu menjadi istri yang terbaik untukmu," balas Kirana. Kedua netranya nampak berkaca-kaca.


Mereka berdua pun saling melemparkan senyuman.


Di salah satu tempat duduk para tamu undangan, Alya menatap Abimana dan Kirana dengan tatapan sendu. Ada rasa bahagia berselimut cemburu. Hati Alya seolah dicubit ketika melihat sang mantan mengucapkan janji suci untuk wanita lain.


Namun Alya segera tersadar, bahwa memang cinta sejati tidak harus memiliki. Alya bersyukur, karena berjodoh dengan pria yang teramat perfect, Raikhan. Apa yang digariskan oleh Allah, adalah yang terbaik untuk makhluk-Nya.


Setelah prosesi ijab qabul selesai dilaksanakan, para pengantin dipersilahkan untuk masuk ke ruang ganti.


Para pengantin beranjak dari duduk, dan melangkahkan kaki secara perlahan, diiringi oleh keluarga, keluar dari ruangan menuju kamar ganti.


Abimana berjalan dengan menggenggam erat tangan Kirana, seolah tak ingin terlepas. Begitu juga Ilham, pria tampan itu menggenggam tangan istrinya, Suci.


Para hadirin, memandang ke arah dua pasang pengantin yang nampak serasi.


Semua larut dalam suasana bahagia. Dalam hati mereka membisikan pinta, semoga kedua pasang pengantin, dapat meraih sakinah bersama.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Di dalam ruang ganti, Abimana terus saja memandangi wajah istrinya yang terlihat sangat cantik.


Kirana nampak tersipu malu, ketika sang suami mengecup kening dan pipinya berulang kali.


"Bi, aku malu," ucap Kirana dengan menundukan wajah.


Abimana mengangkat dagu istrinya dengan perlahan.


"Kenapa malu, Sayang? Kita kan sudah sah menjadi suami istri. Yank, sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu," ucap Abimana dengan menatap kedua manik hitam istrinya.


"Bi, mungkinkah secepat itu kamu merasakan jatuh cinta kepadaku?" balas Kirana yang juga menatap kedua netra suaminya.


"Iya, karena Allah yang maha membolak-balikan hati kita. Setelah mengucapkan janji suci, aku merasa ada getaran yang tak biasa. Sayang, apa mungkin kamu juga merasa demikian?"


"Iya Bi. Aku juga merasakannya. Aku berharap, getaran ini benar-benar rasa cinta yang mulai tumbuh."


"Iya Yank. Kita akan selalu bersama dan menyatu dalam ikatan cinta yang halal, hingga maut menjemput."


"Heem, Bi. Sana ganti pakaian dulu! Bang Ilham dan Mbak Suci sudah selesai berganti pakaian lho Bi."


"Baiklah istri comelku," ucap Abimana, sembari mencium kening istrinya.


🌹🌹🌹🌹


Readerssss,


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like 👍


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote untuk mendukung karya author


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2