Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Bangunlah Sayang!!!!


__ADS_3

Senja mulai menampakan keindahannya dengan menorehkan warna jingga di garis cakrawala, namun tetap saja tidak mampu memikat tiap hati yang kini tengah berduka. Mereka berduka karena kejadian memilukan yang sedang menimpa dokter cantik nan berhati mulia. Malaikat tak bersayap. Dokter Ayunda Kirana.


Abimana, Raikhan dan Ilham ikut turun langsung mencari keberadaan Kirana. Mereka berbaur dengan tim SAR, ketua RW dan pemuda setempat.


Sayup suara adzan Maghrib berkumandang, Kirana juga belum berhasil ditemukan. Mereka bertiga beserta para pemuda, ketua RW dan tim SAR menghentikan sejenak pencarian, untuk bersujud menghadap-Nya seraya meminta perlindungan dan memohon petunjuk di mana keberadaan dokter cantik itu saat ini.


Sebelum melanjutkan pencarian, Abimana bertemu dengan Nita. Perempuan malang itu menceritakan awal mula penyebab Kirana mengalami kejadian naas di sore tadi. Tak lupa, Nita memberikan ponsel Kirana kepada Abimana.


Pria tampan bermata teduh tak mampu menyembunyikan raut wajah yang dipenuhi oleh kesedihan, begitu juga dengan Ilham dan Raikhan.


"Ya Allah, Sayang. Sudah berapa kali kamu rela berkorban demi orang lain???" Abimana bermonolog.


Ketiga pria tampan, merasakan raga mereka seolah tanpa nyawa. Tubuh mereka lunglai, namun keyakinan untuk segera menemukan keberadaan Kirana, kembali menyulut semangat ketiga pria itu.


Abimana, Raikhan, Ilham, Darma dan tim SAR beserta para pemuda, melanjutkan pencarian.


Raikhan mengarahkan senter ponselnya saat mendapati sesosok tubuh yang terlentang di atas batu besar.


"Astaghfirullah, Bim itu sepertinya Kirana," ucap Raikhan setengah berteriak sembari menunjuk ke arah sesosok tubuh yang ia yakini adalah Kirana.


Abimana, Ilham dan Raikhan segera mendekati tubuh yang terlentang di atas batu besar. Buliran air bening mulai menetes di kedua sudut netra mereka.


Raikhan yang sebenarnya adalah seorang dokter, mulai memeriksa kondisi Kirana yang terlihat sangat memprihatinkan. Wajah pucat, memar di kepala bagian depan, tangan dan kakinya dingin. Sedangkan Abimana menggenggam erat tangan sang kekasih disertai deraian air mata yang semakin membasahi wajah tampannya.


"Bangunlah Sayang! Jangan terdiam membisu! Sungguh aku tidak sanggup kehilanganmu. Kiran, sadarlah Sayang! Aku mohon jangan pergi dariku! Aku mohon!"


Ilham menepuk-nepuk pundak Abimana seraya memberi kekuatan kepada pria yang terlihat sudah sangat rapuh. Meski sebenarnya, ia juga teramat berduka melihat kondisi sang adik.


"Bim, kamu harus kuat. Yakinlah, bahwa Allah akan memberikan kasih sayang-Nya kepada Kiran."

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama, ambulance yang sudah dihubungi oleh salah seorang tim SAR, telah tiba di lokasi Kirana ditemukan.


Abimana dan Raikhan, dibantu oleh tim medis, membaringkan tubuh Kirana di atas tandu, kemudian memasukan tubuh lemah itu ke dalam mobil ambulance.


Abimana turut serta mendampingi istrinya. Ia duduk di sebelah Kirana yang terbaring dan masih tidak sadarkan diri. Sedangkan Ilham dan Raikhan, mengikuti mobil ambulance dari belakang.


Darma juga turut serta dengan mengendarai mobil milik Abimana.


🌹🌹🌹


Setibanya di rumah sakit, Kirana segera dibawa ke UGD. Dokter jaga mulai memeriksa keseluruhan tubuh Kirana, termasuk melakukan CT Scand.


Dokter menerangkan hasil CT Scand kepada Abimana.


"Maaf Pak, ini hasil CT Scandnya. Telah terjadi pendarahan pada kepala bagian depan istri anda. Jika tidak segera dilakukan operasi, maka darah yang ada di titik ini akan menjalar ke bagian yang lain dan beresiko sangat fatal," terang salah seorang dokter yang berjaga di UGD seraya menunjukan hasil CT Scand pada layar monitor.


DEG


"Ba-baiklah Dok, segera lakukan apa yang terbaik untuk istri saya," balas Abimana dengan suaranya yang gemetar.


"Kalau begitu, silahkan mengurus administrasinya terlebih dahulu! Saya segera menghubungi dokter yang akan mengoperasi istri anda," titah dokter yang bernama Iqbal.


"Biar saya yang mengurus administrasinya Dok," sahut Raikhan yang tiba-tiba muncul bersama Ilham dan Darma.


Iqbal terkejut mendengar suara yang familiar baginya.


"Dokter Raikhan?"


"Iya, saya Raikhan. Dan bukan lagi seorang dokter," jawab Raikhan disertai seulas senyum. Pria tampan berwajah mirip dengan aktor Korea, Lee Min Ho menjabat tangan Iqbal yang dulu pernah menjadi partnernya saat ia masih berprofesi sebagai seorang dokter. (Alasan mengapa Raikhan mengundurkan diri dari profesinya sebagai seorang dokter ada di novel CGB "Alya" ya Zeyenkkk 😉)

__ADS_1


Mereka berdua saling berjabat tangan dan berpelukan singkat.


"Saya sangat menyesalkan keputusan yang dulu anda ambil, Dokter Raikhan."


"Sudahlah, jangan mengungkit masalah itu! Saat ini yang terpenting menyelamatkan nyawa Kirana," balas Raikhan.


"Baiklah Dokter Raikhan yang terhormat." Iqbal segera menghubungi salah seorang dokter yang akan menjalankan operasi untuk menyelamatkan nyawa Kirana.


"Trimakasih Dokter Iqbal. Saya akan mengurus administrasinya terlebih dahulu."


"Sama-sama Dokter Raikhan." Mereka berdua saling melempar senyuman.


Raikhan ditemani oleh Ilham dan Darma, meninggalkan ruang UGD untuk mengurus administrasi setelah memberikan percikan semangat kepada Abimana dengan mengucapkan kata-kata positif sembari memeluk singkat tubuh rapuh pria tampan bermata teduh.


🌹🌹🌹🌹


Readerssss


Bagaimana kondisi Kirana selanjutnya??? Tetap setia ikuti kisah Abi dan Kiran ya Zeyenkkk!!! 😘


Tinggalkan Like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote jika ingin mendukung karya author


Klik emote ❤ untuk fav. novel

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘



__ADS_2