Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Keanu Minta Adik


__ADS_3

Suasana yang hangat terasa di kediaman Abimana. Dua keluarga kecil tengah berkumpul di taman belakang sembari bercengkrama. Mereka adalah keluarga kecil Abimana dan Raikhan.


Keanu, Alyra dan Raina nampak asik mengobrol sembari memainkan uno stacko, salah satu mainan edukatif yang terbuat dari balok kayu. Sedangkan Abimana, Kirana, Raikhan dan Alya tengah berbincang sambil menikmati onde-onde dan teh hangat.


Tetiba terdengar suara teriakan Keanu memanggil bundanya. "Bunda..."


Seketika Kirana dan Abimana menoleh ke arah putra mereka. "Ada apa Sayang?"


"Bunda, kata kak Alyra, mmmmm ...." Keanu menggigit jarinya. Bocah kecil itu nampak ragu. Kirana pun beranjak dari posisi duduk kemudian berjalan mendekat ke arah Keanu.


"Ada apa Kean, jagoan ayah dan bunda?" Kirana duduk bersimpuh kemudian mendekap putranya. Ia cium pipi Keanu dengan penuh kasih sayang.


Bibir Keanu mencebik. "Ishhhhh Bunda sukanya nyium-nyium Kean. Kan malu Bund, ada dua ciwi cantik. Pasti mereka ilfeel." Keanu mengusap pipinya bekas ciuman sang bunda. Kirana pun perlahan mengurai dekapannya.


Abimana, Raikhan dan Alya tertawa geli mendengar celotehan Keanu.


"Hishhh, putra Bunda masih bocil sudah tau ciwi cantik," Kirana terkekeh. Ia acak-acak rambut putranya dengan pelan.


Bibir Keanu mengerucut. Tangannya bersedekap. Raut wajah Keanu nampak kesal tatkala sang bunda mengacak-acak rambutnya. "Bunda, suka banget menjatuhkan Keanu di hadapan para ciwi. Nih muka Keanu nggak tamfan lagi kan? Gara-gara rambut Kean diberantakin Bunda." Semua yang mendengar celotehan dan tingkah Keanu pun tergelak.


"Bim, putra kalian mirip banget dengan Markonah," ucap Raikhan spontan.


Raut wajah Keanu semakin kesal karena mendengar celotehan Raikhan. "Om, siapa Markonah? Keanu kan cowo bukan ciwi, huh."


"Dasar Paijo," gumam Kirana sembari menatap tajam Raikhan.


Raikhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Emmm ... itu, maksud Om ... Kean mirip sekali dengan Bunda sewaktu remaja dulu."


"Ishhhh, ishhhh ... ishhh. Keanu nggak suka Om nyamain Kean seperti Bunda. Kean kan tamfan seperti ayah. Kean itu, cowo cool seperti Hito. Iya kan, Yah?" tanya Keanu dengan mimik wajah sok serius.


Abimana berusaha menahan tawa padahal di dalam perutnya serasa ada ribuan kupu-kupu yang tengah menggelitik. "Emmm, Kean mirip ayah dan bunda. Tampan dan coolnya mirip ayah. Pandai berbicaranya mirip Bunda."


"Nah tuch Om, dengerin apa kata ayah!"


"Iya-iya, maafin Om ya Kean!" Raikhan memegang kedua telinganya menirukan adegan minta maaf ala India.

__ADS_1


"Hemmmm...," jawab Keanu, seolah tidak ikhlas memberi maaf.


"Bunda." Keanu menatap wajah bundanya dengan intens.


"Ya, ada apa Sayang?" balas Kirana disertai seulas senyum. Netranya menatap manik mata Keanu.


"Bund, Kean ingin memiliki adik. Kata kak Alyra, jika Kean menginap di rumah oma Shela, ayah dan bunda akan memberikan adik. Keanu ingin punya adik, Bund." Wajah Keanu berubah sendu. Abimana, Raikhan dan Alya merasa geli mendengar ucapan Keanu, bocah kecil yang polos.


Kirana mengusap rambut putranya dengan penuh kelembutan. "Sabar ya Kean! Jika Kean sudah berusia tujuh tahun, Insya Allah ayah dan bunda akan memberi Kean seorang adik."


"Nggak mau. Kean maunya sekarang. Nggak mau kalau cuma satu. Maunya dua, huh." Keanu merajuk.


"Nak, untuk mempunyai adik, Keanu harus bersabar. Ayah dan bunda tidak bisa jika langsung memberikan Kean satu atau dua orang adik sekaligus. Kecuali adik-adikan, si boneka gundul." Kirana berusaha merayu putranya dengan sabar.


"Ishhhh, Keanu nggak mau si boneka gundul. Berapa lama Bund, proses pembuatan adik?" tanya Keanu polos. Ingin rasanya Abimana dan Raikhan tergelak. Berbeda dengan Kirana dan Alya yang kini wajahnya nampak dihiasi rona merah karena teramat malu tatkala mendengar kata proses. Terbayang oleh mereka proses pembuatan adik. Upsss... 🙈🙈🙈🙊


Kirana terdiam. Ia takut bila salah menjawab pertanyaan yang keluar dari bibir putranya.


"Kean, ayah dan bunda membutuhkan waktu satu minggu untuk berdua saja. Misal, ayah dan bunda menginap di hotel atau villa hanya berdua saja, tanpa Keanu. Setelah itu, Keanu tinggal menunggu kehadiran adik ke dunia, selama kurang lebih satu tahun," Raikhan berusaha membantu kedua sahabatnya dengan memberikan penjelasan kepada Keanu.


"Oke, berarti Kean harus menginap di rumah Oma Shela atau rumah Oma Ratri dan Oma Arini selama satu minggu. Ayah dan Bunda menginap di hotel atau vila."


Seketika mata Abimana dan Kirana membulat sempurna mendengar ucapan putranya. Sedangkan Raikhan dan Alya nampak tertawa geli.


🌹🌹🌹


Hari ini, Shelly meminta Adam untuk mengantarnya ke rumah sang ibu. Dengan senang hati, Adam mengabulkan permintaan Shelly. Adam ingin sekali bertemu dengan ibu mertua untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu.


Adam menghentikan mobilnya tepat di depan rumah minimalis bercat putih. Rumah yang dihuni oleh ibu, kakak dan adik Shelly setelah pindah dari Jakarta.


Adam dan Shelly keluar dari dalam mobil. Mereka pun berjalan menuju ke arah pintu depan.


"Assalamu'alaikum." Shelly mengucap salam. Kebetulan pintu rumah Rani (ibunda Shelly) nampak sedikit terbuka.


"Wa'alaikumsalam." Terdengar balasan salam dari dalam rumah. Setelah pintu dibuka dengan lebar, sang pemilik rumah pun terkesiap tatkala melihat wajah tamunya yang sangat familiar.

__ADS_1


"Mbak Shelly..."


"Aulia...." Shelly dan Aulia saling berpeluk menumpahkan rasa rindu yang mendalam karena sudah lama mereka terpisah. Tepatnya semenjak Shelly diusir dari rumah.


"Mbak Shel, Aulia kangen." Netra Aulia nampak berkaca-kaca, begitu pula dengan netra Shelly.


"Mbak Shel juga kangen, Lia."


Perlahan mereka berdua melepas pelukan. "Mbak Shel, masuk dulu ke dalam! Ibu sudah lama menantikan kepulangan Mbak Shelly."


"Iya, Lia. Mbak Shel teramat rindu dengan ibu." Shelly dan Adam melangkahkan kaki memasuki rumah Rani. Ketiganya berjalan menuju ruang keluarga. Nampak Rani sedang asik menonton film ikan terbang.


"Bu, Mbak Shelly sudah kembali," ucap Aulia. Rani terkesiap mendengar ucapan Aulia.


Pandangan netra Rani beralih menatap putri yang sangat dirindukan, Shelly Maharani.


"Shelly...." Rani beranjak dari posisi duduknya. Ia peluk tubuh Shelly dengan erat.


"Ibu, maafkan Shelly!" Lolos sudah buliran air bening dari kedua sudut netra mereka.


"Maafkan ibu juga, Shelly! Zain sudah menceritakan semuanya tentangmu. Maafkan ibu karena telah bersikap keterlaluan. Ibu mengusirmu yang tengah hamil. Kala itu perutmu sudah terlihat besar," sesal Rani.


"Ibu tidak bersalah. Shelly yang bersalah karena menjadi penyebab meninggalnya ayah." Tangis Shelly semakin menjadi tatkala teringat pada saat ayahnya menghembuskan nafas terakhir.


Rani meregangkan sedikit pelukannya kemudian mengusap-usap punggung Shelly seraya memberi ketenangan. "Sudahlah Nak, ibu menyadari bahwa meninggalnya ayahmu adalah kehendak Illahi. Mari kita buka lembaran baru, Shel! Ibu tidak ingin kembali berduka karena kehilangan."


"Ibu...."


Seorang ibu yang berhati lembut, tidak akan mampu membenci dan menyimpan amarah terlalu lama pada anak yang telah dilahirkannya dengan bertaruh nyawa. Apa yang terjadi pada setiap insan di dunia adalah ujian dan suratan takdir yang sudah tertulis dalam kitabNya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


Ehem, karena kemarin ada yang kangen dengan Abim, Kiran dan Keanu ... othor ketik part mereka meski belum panjang kali lebar 😁 Semoga berkenan... 💓💓💓

__ADS_1


Trimakasih dan selamat membaca 💓💓💓


__ADS_2