Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Hati Seorang Fadhil


__ADS_3

Setelah bermalam di villa, Fadhil dan Hana yang sudah nampak segar, segera bersiap untuk check out dari villa pagi ini juga. Tentunya seusai sarapan.


Drtt ... drt ... drt ...


Suara getaran benda pipih milik Hana yang tergeletak di atas nakas. Hana segera mengambil ponselnya. Ternyata ada pesan dari Shelly.


Assalamu'alaikum, Hana. Mbak Shelly mohon, Dek Hana segera datang ke rumah Papa Rizal! Adam sakit.


Tangan Hana gemetar saat membaca pesan yang dikirim oleh Shelly. Hana tidak mampu menggerakan jarinya untuk membalas pesan dari wanita yang kini berstatus sebagai istri pria yang dicintai. Hana terduduk di tepi ranjang. Bulir kesedihan pun mulai menganak di kelopak mata. Dada Hana terasa nyeri tatkala mengetahui Adam sakit.


Meski Fadhil sudah berhasil membuat Hana terpesona dan memberikan kebahagiaan, nyatanya masih ada setitik rasa cinta untuk Adam. Meski hanya setitik atau sebutir debu, Adam masih mampu menyita pikiran Hana.


Fadhil yang nampak heran melihat wajah istrinya berubah sendu, seketika mendudukan pantatnya di tepi ranjang. Fadhil dan Hana duduk berdampingan.


Sambil mengusap jilbab Hana, fadhil pun bertanya dengan suaranya yang terdengar lembut, "Humaira, ada apa?"


Perlahan Hana menengadahkan wajahnya agar dapat menatap manik mata Fadhil. Ia berharap, jika mengatakan yang sebenarnya, Fadhil tidak akan marah. Hana pun menjawab pertanyaan Fadhil dengan bibir gemetar. "Mas ... Mas Adam sakit."


DEG


Dada Fadhil seperti tersayat tatkala mendengar jawaban dari Hana. Fadhil merasa, bahwa Hana masih sangat mencintai Adam. Hana nampak khawatir saat mengetahui bahwa Adam sedang sakit.


Fadhil berusaha mengulas senyum dan membalas tatapan istrinya. "Humaira ingin menjenguk Mas Adam?"


Hening ....


Hana benar-benar tidak menyangka jika Fadhil akan melontarkan pertanyaan seperti itu.


"Humaira .... Kenapa tidak menjawab pertanyaan Mas Fadhil? Jika Humaira ingin menjenguk Mas Adam, Mas Fadhil akan mengantarkan."


Hana semakin kagum pada Fadhil. Meski Hana merasa bahwa Fadhil tengah dilanda cemburu, namun tetap berbesar hati dengan menawarkan diri untuk mengantarkan dirinya menemui Adam.


"Mas Fadhil, terbuat dari apa hatimu, sehingga berbesar hati untuk mengantarkan Hana menemui Mas Adam? Hana tau jika saat ini, Mas Fadhil cemburu kan? Hati Mas Fadhil tersakiti karena Hana masih memikirkan Mas Adam."


Fadhil meraih tubuh Hana dan memeluknya dengan erat. Hana pun membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


"Hana Maulida Putri, Mas Fadhil ingin membuatmu bahagia. Mas Fadhil akan merasa sedih, jika Humaira sedih. Mas Fadhil tidak bisa memaksakan perasaan Hana. Jika kelak Hana lelah hidup bersama denganku, Mas Fadhil akan ikhlas menerima semua keputusan Hana, meski serasa teramat berat."


Fadhil menelan saliva. Dadanya semakin terasa nyeri bila membayangkan perpisahan dengan Hana. Namun Fadhil bukanlah sosok pria yang egois, karena yang ada di dalam pikirannya adalah kebahagiaan Hana. Cinta Fadhil teramat tulus dan suci terhadap Hana Maulida Putri.


Bulir kesedihan yang sedari tadi sudah menganak di pelupuk mata, akhirnya lolos juga. Hana semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas Fadhil, Hana mohon jangan pernah berhenti untuk mempertahankan hubungan kita! Hana takut berpisah dengan Mas Fadhil. Mas Fadhil, teruslah berjuang untuk mengalihkan hati Hana!"


Senyum terbit di bibir Fadhil. Hatinya menghangat tatkala mendengar ucapan Hana.


"Jika itu yang Humaira inginkan, maka Mas Fadhil akan terus berjuang untuk mengalihkan hati Hana. Sampai kapanpun Mas Fadhil tidak akan melepaskan Hana. Hanya Hana yang Mas Fadhil inginkan sebagai kekasih halal." Fadhil mencium pucuk kepala Hana, menuangkan perasaan cinta dan kasih sayang seorang suami kepada istrinya.


"Trimakasih Mas Fadhil," lirih Hana.


"Iya Humaira. Mas Fadhil juga teramat berterimakasih karena Hana bersedia menerima Mas Fadhil sebagai kekasih halal."


🌹🌹🌹


Setelah check out dari villa, Fadhil menjalankan mobilnya menuju kediaman Rizal.


"Assalamu'alaikum Pak, mohon maaf kami ingin bertemu dengan Mas Adam."


Security yang bernama Budi, nampak menatap wajah Fadhil dengan intens. "Wa'alaikumsalam. Mas ini, siapanya Mas Adam?"


"Saya temannya Mas Adam, Pak. Kami ingin menjenguk Mas Adam."


Budi manggut-manggut mendengar jawaban Fadhil. "Owhhh, ya Mas. Saya buka dulu pintu gerbangnya untuk njenengan."


"Trimakasih Pak." Fadhil segera masuk ke dalam mobil. Setelah pintu gerbang dibuka oleh Budi, Fadhil mulai menjalankan mobilnya memasuki rumah besar Rizal.


Fadhil menghentikan mobilnya setelah sampai di halaman. Fadhil dan Hana melepas seat belt, kemudian keluar dari dalam mobil.


.


.

__ADS_1


Fadhil menekan bel pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam." Suara balasan salam dari dalam rumah.


CEKLEK


Pintu pun terbuka dengan perlahan.


"Mas Fadhil, Dek Hana." Shelly terkejut melihat tamu yang datang ternyata Fadhil dan Hana.


🌹🌹🌹


Ikhlas ... kata yang mudah untuk diucapkan namun terkadang sulit untuk diamalkan. Ikhlas menerima takdir Illahi adalah salah satu perwujudan keimanan padaNya.


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 2:216)


.


.


Mohon maaf jika kemarin author tidak bisa UP dan hari ini episode yang mampu author ketik tidak terlalu panjang 🙏🙏. Setelah beberapa hari yang lalu author kehilangan seorang teman, hari jumat kemarin tanggal 19 Maret sebelum adzan ashar berkumandang, author kehilangan sosok terkasih. Kakak kandung author menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada tanggal kelahiran almarhum.


Kita semua milik Allah dan kelak kita juga akan kembali kepadaNya.


Author teramat syok dan bersedih karena kepergian kakak yang teramat mendadak. Kesedihan author dan keluarga bertambah, tatkala menemukan selembar foto seorang gadis berjilbab dengan parasnya yang cantik di dalam tas almarhum. Rupanya selama ini almarhum tengah memantaskan diri untuk menjadikan wanita yang dicintainya sebagai kekasih halal. Selama hidup, almarhum tidak pernah bercerita bahwa ia tengah memiliki perasaan terhadap seorang gadis.


Tepat di hari miladnya, Allah memanggil almarhum untuk menghadapNya. Semoga Allah memberikan hadiah kepada almarhum Mas Hand, seorang bidadari surga.


Mohon doanya ya readers, semoga almarhum Mas Hand husnul khotimah. 🙏🙏


Mohon maaf kepada sahabat-sahabat author, mungkin author ICPA akan terlambat berkunjung ke karya kalian. 🙏🙏


Trimakasih dan selamat membaca ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2