Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Aqiqah Baby Keanu


__ADS_3

Setiap manusia bisa berubah, tergantung pada niat dan kesungguhan hati untuk lebih dekat dengan Robb-nya. Begitu juga dengan Diana. Terkadang ia sadar atas khilaf serta dosa-dosa yang telah diperbuat. Namun, hati yang belum sepenuhnya mantap untuk bertaubat, seakan memanggil iblis untuk merasukinya kembali....


Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.


"Di, Diana," panggil salah seorang penjaga lapas yang bernama Panut.


Diana yang masih belum juga memejamkan mata, menoleh ke asal suara. Perlahan ia pun berdiri kemudian berjalan mendekati pintu sel.


"Ada apa Pak?" tanya Diana dengan melirihkan suaranya.


"Apa benar, surat ini darimu?" Panut memperlihatkan sepucuk surat pada Diana.


Diana meraih surat itu kemudian membacanya. Diana menggelengkan kepala, ia semakin penasaran siapa sebenarnya yang mengirim surat kepada Tukiyo dan Panut, hingga kedua pria itu mengira bahwa Diana yang telah menulisnya.


"Saya berani bersumpah, bukan saya yang mengirimnya. Saya tidak pernah mengirim surat kepada siapa pun," tegas Diana.


Panut mengerutkan keningnya tatkala mendengar ucapan Diana. Antara percaya ataupun tidak kepada wanita yang sedang berdiri di balik jeruji besi.


"Bukankah, dulu kamu berhubungan dengan Tukiyo karena berawal dari surat yang isinya sama seperti ini, Di?"


"Benar Pak. Tapi bukan saya yang menulisnya. Mungkin ada orang yang sengaja ingin membuat saya terkesan sangat murahan Pak," jawab Diana, seolah tidak merasa bahwa dia sangat murahan.


Panut menghembuskan nafas kasar. "Huftt, bisa jadi. Seandainya kamu yang menulis pun, Insya Allah saya tidak akan tergoda. Saya sudah sangat bersyukur karena memiliki seorang istri yang teramat setia dan welas asih, meski kami belum dikarunia seorang anak."


"Pak, apa mungkin orang yang menulis surat itu, Ponirah dan anak buahnya? Selama tinggal di lapas, hanya Ponirah yang menampakan kebencian terhadap saya."


Panut mengangguk-anggukan kepala sambil mengelus jenggotnya yang agak panjang.


"Wajar Ponirah membencimu, Di. Ponirah salah satu wanita yang tergabung dalam IWANKOR."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Ikatan Wanita Anti Pelakor."


Diana merasa tertampar dengan ucapan Panut.


Hening....


Diana terdiam, ia mengakui bahwa dirinya salah seorang pelakor kelas teri, karena ada pelakor kelas kakap yang lebih hebat, salah satunya Sofi, teman Diana semasa kuliah. Meski Diana menyadari, menjadi seorang pelakor itu salah, nyatanya Diana belum juga bisa move on dari Abimana dan masih mengharapkan balasan cinta dari suami Kirana. Berbagai usaha telah Diana lakukan untuk menghapus perasaannya terhadap mantan dosen kharismatik, namun tetap tidak bisa. Nama Abimana seolah terlanjur terukir sangat dalam di relung hati.


"Di..."


"Ya, Pak."


"Ponirah mendekam di penjara karena membunuh seorang pelakor. Saat itu suami Ponirah ketahuan selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Hati-hati terhadapnya! Ponirah bisa menggunakan segala cara untuk membuatmu menderita. Salah satu contohnya, menjadikanmu santapan bagi buaya darat."


Diana terkesiap mendengar ucapan Panut. Ia tidak pernah menyangka, Ponirah berani menghabisi nyawa seorang pelakor meski berujung tinggal di balik jeruji besi. Diana bergidik ngeri tatkala membayangkan jika dirinya juga dibunuh oleh Ponirah.


"Di, jangan pernah lagi menghancurkan rumah tangga orang lain! Beruntung suami istri yang ingin kamu hancurkan tidak jadi berpisah. Di dunia ini masih banyak pria lain, kamu tinggal memilih dan berikhtiyar mendapatkan hatinya. Tapi satu yang tidak boleh diikhtiyarkan, yaitu pria yang sudah beristri!" perintah Panut penuh tekanan.


"Ba-bagaimana Bapak bisa tau ....?"


Panut mengulas senyum dan menjawab pertanyaan Diana. "Jelas saya tau. Setiap hari saya mendengar percakapanmu dengan Halimah. Gadis malang itu tanpa merasa lelah selalu memberikan nasehat kepadamu. Ya, walau kadang nasehat yang ia berikan seolah masuk telinga kanan dan ke luar lagi lewat telinga kiri. Terkadang kamu mengakui kesalahan dan dosa-dosamu, namun esok harinya sudah kembali melakukan kesalahan, dengan masih memimpikan dan mengharapkan balasan cinta dari pria yang sudah beristri."


"Pak, saya sudah berusaha untuk tidak lagi mengharapkan Pak Bima. Namun kenyataannya, usaha saya tidak pernah berhasil. Saya tidak bisa menghapus bayangan wajahnya. Saya juga tidak bisa menghapus namanya yang sudah terlanjur terukir sangat dalam di relung hati. Apa saya salah jika masih menyimpan perasaan terhadapnya?" Buliran bening mulai membasahi wajah cantik Diana.


"Di, yang bisa menjawab semua pertanyaanmu hanyalah dirimu sendiri. Hijrahlah dari cinta yang semu! Memohonlah kepada-Nya, agar diberikan kemudahan untuk melupakan pria yang saat ini masih kamu cintai, karena dia sudah beristri!"


Diana menundukan wajah. Dalam hatinya terselip pertanyaan. "Apa mungkin pria seperfect Pak Bima dapat aku lupakan?"


"Yasudah Di, istirahatlah!" perintah Panut dengan memelankan suaranya.


Diana mengangguk dengan pelan. Setelah menyuruh Diana untuk beristirahat, Panut pun melangkah pergi.

__ADS_1


Sepeninggal Panut, Diana masih berdiri mematung dengan berpegangan pada jeruji besi. Ia mencoba menelaah semua ucapan Panut.


Tentang Ponirah, wanita itu mengetahui bahwa Diana adalah uler keket yang pernah berusaha menghancurkan rumah tangga sepasang suami istri, setelah mendengar percakapan antara Diana dan Fabian. Kala itu Fabian mengunjungi Diana untuk memberikan ancaman kepadanya, agar tidak lagi merusak rumah tangga Abimana dan Kirana, seusai masa hukuman.


🌹🌹🌹


Pagi ini, tepatnya pukul 10.00 wib, Abimana beserta keluarga mengadakan acara aqiqah untuk putra tampan mereka.


Acara diadakan di halaman rumah Sindy yang sudah terhias oleh bunga amarillis di kanan kiri tempat duduk para tamu undangan. Abimana mengundang keluarga, para sahabat, kepala desa dan para warga desa W, serta beberapa anak yatim ataupun piatu.


Acara aqiqah dibuka dengan lantunan kalam cinta yang dibacakan oleh Sindy. Suara Sindy terdengar sangat merdu, hingga membuat para hadirin merasa tergetar hatinya. Terutama sang calon suami, Fabian.


Usai terlantun kalam cinta, acara selanjutnya adalah kata sambutan dari Abimana. Ayah muda berparas tampan, mengutarakan rasa syukurnya atas kelahiran putra tercinta, ia juga meminta agar semua hadirin memberikan doa tulus mereka untuk baby Keanu.


Setelah kata sambutan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu mencukur rambut bayi secara simbolik dan di ikuti dengan pengesahan nama putra kecil Abimana dan Kirana, Keanu Putra Abimanyu.


Semua nampak larut dalam kebahagiaan, tak terkecuali Alya dan Raikhan, yang turut hadir.


Ilham mulai memberi tausiyah ketika acara inti telah selesai dilaksanakan. Ustadz muda itu terlihat sangat kharismatik dan nada bicaranya halus, sangat kontras dengan karakter sang adik, Ayunda Kirana sebelum bermetamorfosa menjadi seorang wanita anggun dan manis. Meski terkadang jiwa bar-barnya akan nampak kembali tatkala ada sesuatu yang membuatnya tersulut emosi.


🌹🌹🌹🌹


Readers, mungkinkah Diana akan mampu menghempaskan perasaannya terhadap Abimana??? Maybe.....


Jangan lupa untuk tetap memberikan semangat kepada author ya!!!!... 😅😅😅


Like, koment, rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐, klik emote ❤ untuk fav novel, beri vote atau hadiah bila berkenan... ❤❤❤❤


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2