ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
SERATUS JUTA


__ADS_3

Seratus juta


...****************...


Leon pun sama dan siap mengukung Zha dan melakukan penyatuanya lagi dengan memompa dengan ritme pelan, dan kadang cepat membuat Zha tidak berdaya.


" Ah ah ah ah em em em em. . .!" suara Zha mengikuti ritme gerakan Leon.


Sampai Leon tergeletak di sebelah Zha dengan lemas.


" Kau memang segalanya Zha. . . !" kata Leon.


Setelah selesai Leon mandi tapi Zha tertidur karena pergulatanya tadi dengan di tutupi selimut.


" Mungkin ini efek ibu hamil, selalu ngantuk ?" kata Leon sambil mencium kening Zha.


Zha yang terkena tetesan air dari rambut Leon terbangun.


" Kak Leon mau kemana ?" tanya Zha masih memejamkan matanya.


" Mau metting lagi, tidurlah, nanti kalau sudah selesai kita berangkat ke dokter !" kata Leon.


Zha mengangguk menurut.


Setelah Zha memiliki tenaga, Zha bangkit dari kasurnya dan masuk kamar mandi menyalakan shower, dengan serangkai ritual mandinya.


Melihat ke ruang Leon bekal nasinya telah di habiskan Leon.


" Kak Leon Zha lapar ?" gumam Zha dan pulang lagi ke kasurnya.


Zha senyum - senyum sendiri kalau membayangkan tingkah suaminya.


" Aku heran denganmu kak, kau tampan, body atletis kenapa memilih ku ? dan aku tidak bisa menolak setiap kau meminta kebutuhanmu ?" kata Zha sambil geleng - geleng kepala.


Setelah selesai metting.


" Sayang !" peluk Leon dari belakang.


" Tidak kak Leon, tidak Arief, seneng bener kalau bikin Zha jantungan " gerutu Zha.


" Sudah siap, ayo kita berangkat !" kata Leon Zha mengangguk


Mereka menuju tempat praktek dokter Geo, Dokter Geo menyambut Zha dan Leon dengan senyum dengan sapa ramah. Setelah saling sapa dan berboncang hangat Leon langsung ke pokok peemasalahan.


" Apa benar aku sudah sembuh ?" tanya Leon tanpa bosa - basi.


" Ha ha ha Kenapa baru anda tanyakan sekarang ?" tanya Geo.

__ADS_1


" Maksud anda ?" tanya Leon.


" Apa istri anda hamil ?" tanya Geo membuat Leon semakin penasaran.


" Kok anda tahu ?" tanya Leon sambil mengerutkan kening.


" Ku kira akan ada insiden lagi ?" tanya Geo dengan nada sinis.


" Jaga mulut anda . . .!" bentak Leon.


" Tenang, tenang. . . Di saat anda kemari waktu itu " Geo mulai bercerita.


" Sebenarnya aku akan mengasih hasil tes, yang mungkin sudah sebulan lebih, tapi karena anda terburu - buru, dan aku saya panggil tidak ada sahutan ahirnya aku putuskan untuk diam dan aku yakin anda akan ke sini lagi !" jelas Geo.


" Lalu ?" tanya Leon.


" Benar, anda kesini pasti ada sesuatu !" jawab Geo sambil memberikan tes hasil kesembuhan Leon.


Leon langsung membukanya dan berlahan menelitinya ahirnya tersenyum.


" Aku di nyatakan 90 % sembuh !" kata Leon dengan senyum yang mengembang.


" Ya walaupun anda mungkin hanya 85 % di nyatakan sembuh, istri andapun bisa hamil anak anda, karena istri anda normal, sehat tidak ada kendala sedikitpun !" kata Geo.


" Aku sembuh sayang . . . aku sembuh, , , Terima kasih ya allah telah kau berikan pendamping hidup yang sabar merawatku !" kata Leon sambil menghujani kecupan di kepala Zha di depan Geo.


" Terima kasih sayang, terima kasih Zha !?" kata Leon


" Kalau gitu ayo, mau periksa ke hamilan atau tidak ?" tanya Geo.


Zha mengangguk, dan di ikuti oleh Leon.


Zha menjelaskan kapan dia Hari pertama haid terahir (HPHT ), cek darah dan banyak lagi dan di nyatakan pada dokter Geo sudah masuk 6 minggu, tapi saat di periksa pakai rabaan di perut janinya lebih besar dari pada umur yang di perkirakan.


" Sepertinya ini lebih dari 6 minggu, lebih jelasnya kita ke ruang USG saja " Ajak Geo.


Leon dan Zha hanya menurut, dan mulai di USG dan sudah nampak.


" Ternyata anak anda kembar pak Leon, lihat di layar, mereka juga sehat " kata Dokter Geo.


" Alhamdulilah, ternyata kau berikan lebih dari yang aku pinta ?" kata Leon bersyukur.


Setelah di periksa, Zha dan Leon mendengarkan penjelasan dokter Geo.


" Anda harus berhati - hati karena di tri smester pertama janin rawan keguguran apa lagi aku lihat istri anda masih di bawah umur anjuran mengandung, belum genap sembilan belas tahun apa lagi ini anak kembar lebih berat resikonya " jelas dokter Geo.


" Lalu " tanya Zha

__ADS_1


" Harus makan makanan yang sehat, dan jangan banyak mi instan ya ?" saran Geo dan masih banyak lagi membuat Zha lupa karena terlalu banyak.


" Besok langsung ke dokter spesialis ibu dan anak ya kalau cek, dan ini resep yang harus di tebus ?" masih saran Geo.


" Okey sesuai dengan janji istri saya, kalau anda bisa menyembuhkan saya, akan aku beri bonus ! katakan berapa yang kau inginkan ?" tanya Leon.


" Bukan saya yang menyembuhkan, tapi allah, aku hanya jadi perantara " kata Geo


" Saya sudah membangun klinik, hanya kurang alat dan fasilitasnya, aku butuh seratus juta saja untuk alat medis beserta fasilitasnya ?" jawab dokter Geo.


" Karena anak saya kembar, maka anda aku beri dobel empat ratus juta " kata Leon.


" Roy . . .!" panggil Leon pada Roy yang langsung memberikan koper isi uang empat rarus juta membuat dokter Geo berkaca - kaca.


" Pesan ku jangan cari alat yang abal - abal, carilah yang berkualitas " pesan Leon.


" Terima kasih tuan, baru kali ini aku mendapatkan uang sebanyak ini, ini sudah lebih dari cukup, dan bisa membiayai meneruskan kuliah istriku, ke dokter kandungan " kata Geo


Zha dan Leon keluar dengan tersenyum bahagia.


" Kita tempat mami kak ?" kata Leon.


Leon mengangguk setuju.


" Istri kecilku hamil " ledek Leon.


" Ini juga karena kak Leon, kalau Zha tidak hamil sekarang, nanti kak Leon keburu tua tidak bisa cariin uang Zha !" kata Zha ganti meledek.


Sesampainya di rumah Dahlia, Leon dan Zha langsung mencari Dahlia.


Dahlia sedang menghidangkan kopi untuk Angga di peluk langsung oleh Zha dari belakang.


" Mami. . . pluk !" panggil Zha dan pelukan Zha dari belakang.


" Astagfirullah !" kata Dahlia sambil mengelus dada karena kaget.


" Mi, Zha punya kabar gembira !?" kata Zha dengan manja pada mertuanya.


" Kabar apa sayang ?" tanya Dahlia sambil mengelus rambut Zha yang di tali belakang.


Leon duduk tersenyum melihat dia wanita yang di cintai begitu akrab.


" Zha hamil mi !?" kata Zha dengan mantab.


" Uhuk uhuk .! apa kamu hamit !?" tanya Angga yang tersendak kopi karena kaget.


" Iya pi, iya mi, kandungan Zha sudah berumur 6 minggu, dan ada berita bagus lagi mi ?" masih cerita Zha.

__ADS_1


" Apa sayang, jangan bikin mami penasaran ?" kata Dahlia.


" Zha hamil kembar, ini hasol USGnya " kata Zha sambil menunjukan amplop coklat dari rumah sakit.


__ADS_2