ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Pangeran Dubaipun ikut menangis


__ADS_3

Pangeran Dubaipun ikut menangis


...****************...


Yuyun merasa lega, ternyata Zha telah sadar, dan semuanya stabil.


" Besok kita lakukan pemeriksaan lagi ya, kalau sudah sembuh total bisa di bawa pulang " kata Yuyun, dan di angguki Zha.


Yuyun melepas, beberapa selang yang tidak berfungsi lagi di tubuh Zha, tinggal selang infus yang masih nenempel.


Pagi harinya semua sudah terbangun, Rima dan Didik kaget, dan bahagia, melihat putrinya sudah di suap sarapan oleh menantunya.


" Kau sudah bangun sayang ?" peluk Rima.


Zha tersenyum " Zha sudah sehat kok buk !?" kata Zha.


" Pagi gini sudah sarapan ?" tanya Rima.


" Zha lapar buk " jawab Zha.


Sudah banyak orang yang berkumpul, menjenguk Zha yang sudah sadar.


" Kau tahu tidak Zha, seharian kemarin, ada seorang pria, tidak henti - hentinya mengeluarkan air mata, padahal dia orang yang paling di takuti, berwibawa, ternyata stok air matanya banyak " kata Adi dengan tingkah konyolnya membicarakan Leon.


" Aku takut, matanya yang kayak Le min ho, tertutup " lanjut Adi, tapi hanya di dengarkan Leon dengan menyilangkan tanganya di dada.


" Sudah Di, ?" tanya Leon pada Adi dengan santai. Adi mengangguk.


Leon mengeluarkan ponselnya dan memutar vidio Adi saat menangisi Zha, menceritakan masa kecilnya membuat semua tersenyum. sedang Adi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" He he he, itukan bagian dari ekting !" kata Adi dengan malu.


" Pangeran Dubai kok nangis ?" tanya Mita.


" Siapa yang tidak nangis kalau saudara satu - satunya terbaring lemah, orang yang paling peduli dengan kehidupanku, sedang kita tidak bisa berbuat apa - apa, seketika ingatanku tentang perjuangan kita melintas, membuat hati nuraniku teriris " kata Adi, masih meneruskan air matanya membuat Mita merasa bersalah, karena merasa kalau Mita tidak punya saudara.


" Maaf. . !" kata Mita.


Adi geleng kepala sambil menunduk.


Zha merentang tanganya ke arah Adi.


" Apa kau tidak ingin memeluku ?" tanya Zha pada Adi.


Adi memeluk Zha yang masih duduk bersender di brankar. Semua orang merasa terharu, Zha pun ikut terharu dan meneteskan air mata.


Sreeettt


Sreeeett

__ADS_1


" Zha lepas, ! jorok. . . !" teriak Adi saat Zha buang ingus di kemeja yang ia kenakan.


" Ha ha ha, biar ingatan kita terulang lagi Di !" tawa Zha yang berhasil mengerjai Adi.


" Ha ha ha. . !" tawa semua. Adi jadi manyun.


" Awas kamu ya kalau sudah sembuh " kata Adi.


" Zha aku yang mendonorkan darah untuk kamu, tapi tenang saja, saya tidak akan mintak ganti " kata Adi.


" Kenapa ?" tanya Zha.


" Sama saudara peritungan " kata Jak sambil menonyor kepala Adi dengan jarinya.


" Aku ingat kisah konyol Zha, waktu baru masuk sekolah menengah atas, di saat dia datang bulan pertama, dia memarahiku, di kira aku yang kerjain, ada darah di androknya, dan dia merasakan sakit pada perutnya, lalu dia pulang lari sambil nangis, sampai kepaka sekolahpun bingung, langsung menyusul bu de di sawah aku mengikutinya karena panik juga, bu de hanya menanggapinya dengan senyuman "


" Adi jangan kau teruskan ceritamu itu !?" bentak Zha.


" Waktu di bawa pulang ternyata tidak apa - apa, setelah Zha mandi, dia berkata ' Tidak apa Di, kata ibu aku sudah remaja, berarti aku sudah boleh pacaran ' " lanjut Adi.


" Ha ha ha. . !" semua tertawa melihat tingkah Adi yang konyol menirukan gaya Zha.


Zha melempar bantal pada Adi.


" Zha di bentak bu de, aku jadi senang, waktu bu de berangkat ke sawah lagi aku di suruh menjaganya, Zha berkata konyol ' Berarti enak ya jadi cewek ?" kata Adi menirukan gaya Zha.


" ' Jika nanti aku butuh donor darah, dan yang mendonorkan darah ke aku seorang pria, dia meminta ganti darahnya, akan aku cicil tiap bulan, sambil aku beri pembalutku " Adi masih dengan bergaya seperti Zha.


" Ha ha ha . . . !" tawa semua mendengar cerita konyol Adi.


" Makanya, darahku, tidak perlu kau ganti oke ?" kata Adi sambil memegang hidung Zha.


" Tapi niat dia langsung ke sampaian loh, tiga bulan dari itu, Zha di pertemukan dengan Arief !" kata Adi.


" Ya, aku hampir mati gara - gara kamu, yang tidak peduli denganku, untung saja ada Arief, yang menolongku waktu itu !" kata Zha.


" Ya maaf " kata Adi.


Suasana di ruang Zha menghangat, dengan cerita - cerita Adi yang konyol selama bersama Zha.


Yuyun masuk menyuruh yang ada di ruangan keluar dulu, hanya Leon dan Zha yang tertinggal, Yuyun memeriksa Zha, dan menyuruh Zha menyedot Asinya untuk babynya.


" Zha sudah boleh pulang, dan nanti aku akan ngecek ke sana, untuk Zha dan juga baby " kata Yuyun.


" Iya kak terima kasih " kata Zha.


Dan di angguki Yuyun dengan senyuman.


Semua telah menyiapkan ke pulangan Zha.

__ADS_1


" Di administrasi !" kata Leon sambil melempar, amplop coklat yang tebal.


" Tidak ke banyakan kak ?" tanya Adi saat melihat uangnya..


" Nyawa istriku lebih berharga dari pada uang satu karung " jawab Leon dan di angguki Adi, yang segera ke ruangan Yuyun.


" Ini ke banyakan Di !" kata Yuyun.


" Jangan protes, kak Yuyun tahu sendiri dengan sikap suaminya Zha, aku hanya mengemban tugas !" kata Adi, Yuyun mengangguk.


Yuyun memberi beberapa pada Adi.


" Tidak kak, ! " tolak Adi.


" Ini buat kamu aku iklas kok !" kata Yuyun.


" Kak, dari pada kau berikan padaku, lebih baik kau belikan kado buat Zha, sama saja, kembalinya sama Zha !" kata Adi.


Yuyun berpikir sejenak, memang benar apa yang di katakan Adi, Yuyun langsung bertanya pada Adi apa yang Zha belum punya.


Setelah mendapat saran dari Adi Yuyun segera tanggap, dan bicara pada Geo.


Sedang di ruangan Zha, dua baby sudah di bawa ke sana.


" Rima kau yang me mapah Zha, biar aku yang menggendong babynya " kata Buk Minto meminta baby pada Rima. Rima hanya menurut.


" Anda juga pak, tidak pantas laki - laki membawa baby, karena ada orang perempuan " kata buk Dani, ibunya Mita.


" Mita saja buk ?" pinta Mita.


" Tidak, kau belum berpengalaman " kata buk Dani membuat Mita manyun, sedang pak Dani yang di dekatnya jadi tersenyum.


" Kalau lihat baby, se tampan - tampan ini, aku jadi ingin lagi !" kata pak Dani, sambil mengelus pipi baby Zha yang di gendong buk Dani.


" Bikin lagi, ! urus itu satu, ! satu saja sudah bikin pusing " kata Buk Dani sambil menunjuk Mita.


" Ya dia lah yang suruh bikin banyak !" kata pak Dani.


" Ha ha ha !" tawa semua.


" Bapak. . !" teriak Mita.


" Ayok Mit ! aku jantan kok !" kekonyolan Adi kambuh.


" Tuh jagonya saja sudah ngebet !" kata buk Dani.


" Mau pesen berapa, satu tusuk pun langsung jadi . . " kata Adi


" Adi. . . ! aku bukan sate yang main tusuk. . !" teriak Mita.

__ADS_1


" Awwww sakit Mittttt. . . !" teriak Adi yang di cubit Mita.


" Ha ha ha. . !" tawa semuanya lagi.


__ADS_2