ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kau miliku sayang.


__ADS_3

Kau miliku sayang


...****************...


" Di, kamu sekarang berubah, tambah tampan saja !" kata Desi.


" Baru sadar kalau aku tampan ?" jawab Adi sambil menyugar rambutnya.


" Boleh donk ajak main aku !?" tawar Desi.


" Sudah ada pawangnya !" kata Zha melirik Mita.


" Ups, berarti ada yang sewot nih !?" kata Desi melirik Mita juga.


" Aku di bawakan ini sama kak Leon, nanti dia menjemputmu kau akan di ajak ke hotel, dan tadi aku lama karena kak Leon harus melantik tiga body guard, dan dua baby sister, dan satu Art dan bagian aku menjagamu di saat di kampus " Cerita Adi.


" Kau tidak tahu tempat ! kenapa melempar ini di depan banyak orang !" bentak Zha.


" Emang ini apa ?" tanya Adi polos.


" Pompa ASI " jawab Desi.


" Zha kamu, kok pakai Asi sih, suamimu kan kaya, kenapa tidak formula saja ?" tanya Desi.


" Kau tahu putraku anak siapa ?" tanya Zha.


" Ya kamu sama Leon lah !" jawab Desi sedikit bingung.


" Kau tahu, susu formula itu susu apa ?" tanya Zha lagi.


" Sapi " jawab Desi lagi.


" Nah, karena putraku, anaku, maka aku beri susuku, kalau dia anak sapi akan aku kasih susu sapi ?" canda Zha.


" Ha ha ha. . . !" tawa Adi.


" Kau benar Zha, itu anakmu bukan anak sapi " senyum Mita.


" Kau memang temanku yang kocak Zha !" kata Desi.


" Kau tahu Zha kocak di depan kita, tapi dia selalu takut dengan siaminya " kata Mita.


" Bukan takut, lebih tepatnya menghormatinya " kata Zha


Setelah jam mata kuliah sudah selesai, Zha mengajak nongkrong Mita dan Adi beserta Desi, makan di cafe dekat kampus sambil menunggu Leon.


Di sela canda tawa mereka berempat, datang Roy.


" Hai nona, anda sudah di tunggu tuan Leon di mobil !" kata Roy, memanggil Zha.


" Tumben nona !?" kata Adi.


" Nanti kalau ketahuan tuan Leon, bisa babak belur, kalau masih memanggil Zha !" jelas Roy.


" Sebentar, aku belum, memompa Asiku !" kata Zha, lalu meraih, botol yang di kasih Adi tadi dan alat penyedot Asi.

__ADS_1


Leon yang menunggu terlalu lama di mobil, ikut masuk, saat mendapati, keberadaan Zha tidak ada bersama temanya, dia langsung bertanya, dan menuju ruang ganti.


" Jangan kau habiskan, aku juga mau !" kata Leon sambil memeluk Zha dari belakang, membuat Zha terkejut.


" Kak Leon. . !" kata Zha.


" Kau lama sekali ?" tanya Leon.


" Baru dapat satu botol !" kata Zha.


" Jangan kau habiskan !" kata Leon.


" Nantikan keluar lagi, otomatis kok, tanpa isi ulang " senyum Zha pada Leon membuat Leon gemas dan menciumnya dan turun ke leher membuat tanda merah di sana.


" Kak Leon lihat tempat " kata Zha


Seorang wanita akan ke toilet, mengurungkan niatnya, malah diam - diam, memfoto adegan mesra keduanya.


Karena mereka berdua, di toilet wanita.


" Kita akan ke hotel, biar Adi yang mengantar itu !" kata Leon, membuat Zha gemetar.


" Ke ke hotel ?" tanya Zha gugup.


" Kau tahu aku merindukan cumbuanmu sayang !" kata Leon.


" Tapi Zha belum PMS kak !" kata Zha


" Tidak ada alasan lagi, kita ke dokter dulu konsultasi, kau selalu cari alasan, umur Arka dan Aksa sudah dua bulan lebih, kau tahu, aku menahanya berat !?" kata Leon.


" Itu hanya ini, tapi tidak ini " kata Leon menunjuk bibir Zha, dan area sensitif Zha.


Zha hanya bisa mengalah, dengan kelakuan suaminya mau protes juga, tidak mungkin, memang itu hak Leon, punya Leon.


" Kenapa tidak di apartemen saja ?" tanya Zha.


" Aku ingin sensasi yang hot, karena sudah lama tidak kamu servis " senyum Leon.


Setelah memberikan ASI, ke Adi Zha langsung di bawa ke mobil, dan di sopir oleh Roy.


Leon menutup tirai, antara sopir dan penumpang belakang.


Leon mulai menggerayangi tubuh Zha, Zha sampai melontarkan protes.


" Kak malu sama Roy " protes Zha.


Leon masih meneruskan aksinya, malah sekarang tanganya menyingkap rok Zha yang memakai stoking pendek.


Dan memasukan tanganya.


" Ah ah ah ah " des4h Zha saat Leon mengeluar masukan jarinya, di lubang surganya, dan memainkan benda yang ada di luarnya juga, sampai Zha berkeringat.


" Sudah kak !" teriak Zha, ingin menahan, agar tidak ada yang ke luar dari lubangnya, nanti celananya basah.


" Uh uh uh !" desah Zha saat Leon membalikan tubuh Zha yang mulai melemas, lubang surganya mengarah padanya dan memainkan jarinya.

__ADS_1


" Awwww. . .!" teriak Zha, saat ada yang keluar dari lubang surganya Zha melemas.


Leon membersihkanya dengan telaten, Roy pasang hanset di telinganya, jadi tidak mendengarkanya.


Setelah konsultasi dari dokter, Leon langsung bawa Zha ke hotel.


Sampai di kamar Leon langsung memeluk tubuh mungil Zha, dan membuka kancing bajunya satu persatu.


Saat benda kenyal, keluar dari pengamanya Leon langsung melahapnya seperti anak kecil ke hausan.


Dan tidak sadar, kalau mereka sudah tidak pakai, sedikit pun pakaian yang menempel.


Leon menidurkan Zha di kasur fantasi dan memasukan pusakanya.


" Zha jangan tegang !" pinta Leon saat doa memasukanya gagal.


" Nanti kamu sakit, kamu sudah tidak perawan, tapi susah " kata Leon.


" Memang sempit kak, rasanya nye. . . !" kata Zha terputus, saat Leon berhasil memasukan pusakanya.


" Sakit sayang ? " tanya Leon dan di gelengi Zha.


" Hanya sedikit nyeri, itu bukan karena punyaku sempit, tapi karena punya kak Leon besar !" kata Zha dan di senyumi Leon.


Leon mulai memompanya dengan ritme pelan sampai cepat. akibat rangsangan dari Leon, air susu Zha mengalir, apa lagi saat posisi Zha di atas Leon.


" Kau binal sayang, saat kau di atas !" kata Leon.


" Ah ah ah !" desah Zha, saat menaik turunkan tubuhnya, dan air susunya menetes terus di tubuh Leon.


Karena mau di tutup oleh Zha tidak di perbolehkan oleh Leon.


" Baru kali ini aku mandi susu " senyum Leon saat di bawah Zha.


Mereka melakukan adegan bermacam - macam gaya, sampai Zha tidak punya tenaga.


" Sayang. . !" panggil Leon, pada Zha yang memunggunginya karena ke lelahan.


" Stop kak, Zha sudah tidak kuat !" kata Zha.


" Kau makan dulu !?" kata Leon sambil membawa makanan di nampan, dengan tubuh telanjang, dan handuk melilit pinggang untuk menutupi barang berharganya.


Zha berusaha bangkit, Leon tersenyum, melihat sekujur tubih istrinya, seperti macan tutul karena ulahnya.


Leon membantu Zha memasang bantal di belakangnya, supaya bersender.


" Kita pulang kak !?" kata Zha, di sela - sela suapan Leon.


" Nanti ya, ? kalau kau sudah mendingan !" kata Leon, dan di angguki Zha.


Setelahnya Leon mandi duluan, Zha bangkit dari ranjangnya, dan melihat tablet obat, yang belum pernah Zha lihat, dan ada tisu magic dan di baca Zha, Zha baru paham


" Kak Leon. . . !" teriak Zha.


Leon yang ada di kamar mandi langsung keluar dengan panik, karena teriakan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2