
Brownis tanpa susu
...----------------...
🙏🙏🙏Maaf cerita ini mengandung konten dewasa, jadi bocil minggir paling tidak 21+.
Dan jangan lupa bacanya dekat suami sendiri, jangan suami orang ?👌👌👌
" kau anggap aku cewek apaan kak ?" kata Zha.
" Maafkan aku, telah menuduhmu kalau kamu pernah tidur bersama Arief ?" kata Leon merasa penuh penyesalan.
" Sampai kamu tuduh aku hamil ?" kata Zha masih dalam keadaan kemas.
" Maafkan kak Leon sayang ?" kata Leon lagi.
Leon mengangkangkan paha Zha lagi dan mengangkat jarinya dan keluar cukup banyak cairanya.
Leon mengambil tisu dan membersihkan cairan yang keluar dari jalan rahim Zha dengan telaten dan bersih.
" Ayok Zha waktu sudah siang ?" kata Leon mengajak Zha yang masih polos sambil melihat jam di tanganya.
" Zha masih lemas kak Leon ?" kata Zha yang masih bersandar di sofa.
" Maafkan aku, kak Leon tidak menyangka kalau akan memperburuk tubuhmu ?" kata Leon sambil menciumi Zha.
" Kak Leon kalau berangkat - berangkatlah, Zha pesan ojol aja !" kata Zha
" Ku tunggu kamu sampai pulih " kata Leon.
Zha beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Leon yang melihat tersenyum.
" Kak Leon handuk Zha mana ?" teriak Zha dari dalam kamar mandi.
Leon mengantarkanya. Zha keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapih.
" Ayo kak berangkat ?" ajak Zha.
" Kamu tidak apa - apa ?" tanya Leon.
Zha menggeleng " Walaupun sedikit nyeri " tambah Zha.
" Maafkan kak Leon ya ?" Zha mengangguk.
Mereka berangkat, seperti yang Zha bilang, kalau dia mau tempat ibunya dengan Adi.
Sesampainya di rumah lamanya Zha langsung mengucap salam. Rima dan Didik yang mendengar suara putrinya langsung menyambutnya dengan bahagia dan memeluknya.
" Kak tidak kasih kabar ?" tanya Rima.
" Pulang rumah sendiri pakai kasih kabar ?" senyum Zha.
" Ya sudah masuk !" ajak Rima.
__ADS_1
Zha masuk kerumajhdan di perhatikan para ibu - ibu.
" Kemana suamimu Zha? kamu kesini sama siapa ?" tanya Yen, ibunya Ima.
" Masih di kantor bude, tadi Zha kesini sama Adi " jawab Zha.
" Suamimu ya, kalau tempat mertuanya, tidak pernah mampir atau bermain lama ya Zha ?" kata Yen.
" Kalau main sering tapi memang jarang menginap !" jelas Zha.
" Seganteng apa sih suamimu Zha, kata gosip gadis di sini suamimu tampan !" tanya bu Tin, tetangga ibu.
" Kalau menurut Zha sih tampan tidak ada tandinganya ?" jawab Zha dengan senyum bercanda.
" Siapa yang akan memujinya kalau tidak istrinya sendiri " jawab Rima dari belakang.
" He he he. . . !" tawa Zha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Sama Arief ?" tanya Tin.
" Tampan ini, tapi ramah Arief " jawab Zha jujur.
" Apa yang waktu pertunanganmu dengan Arief dia yang menggendongmu saat pingsan ?" tanya Yen.
" Iya bude ?" jawab Zha.
" Tidak jelas sih, orang selalu pakai kaca mata hitam " kata Tin.
" Kalau tahu putra Angga reksa yang selalu di sorot media dengan prestasi bisnisnya ya itulah !" jawab Zha.
" Kamera sekarangkan canggih Zha, apalagi aku kurang update " jelas Yen.
" Pak lek. . ! sudah sembuh paklek !" tany Zha pada bapaknya Adi yang baru sembuh dari sakit.
" Alhamdulilah sudah Zha, berkat bantuanmu Zha !" jawab Jek.
" Sama - sama paklek, itu yang bantu kak Leon paklek !?" jawab Zha.
" Bilangin juga sama dia Zha ?" kata Jek dan diangguki Zha.
Memang sekama menikah dengan Leon, Leon jarang bermain di tempat orang tuanya, menginap di sana saja bisa di hitung jadi orang di kampung situ belum kenal seberapa sama Leon, karena tidak nyaman, jadi pak Didik berinisiatif merenofasi rumahnya demi menantunya, supaya kalau menginap nyaman.
" Hai Zha ?" sapa Lilis teman Zha sekolah.
" Hello !" sapa Zha.
" Makin cantik saja nyonya Leon ? " goda Lilis sambil mengadoni tepung akan di biat kue.
" Bisa saja kamu ?" jawab Zha.
" Ini ahlinya buat kueh sudah datang, kan istri Le min ho ?" goda teman laki - laki Zha.
" Kalian itu ya suka banget godain aku ya ?" kata Zha.
" Ha ha ha ha . . . !" tawa semua pemuda yang ada di sana.
__ADS_1
" Biasa sudah lama tidak nelepas spaneng Zha ?" kata salah satu temannya.
Para ibu - ibu kumpul di ruang tengah sambil bergosip, sedang para karang taruna di bagi beberapa bagian, ada bagian konsumsi, ada yang menyiapkan tempat perlombaan. dan persiapan konsumsi di olah semua di rumah orang tua Zha.
Zha mengambil alih pembuatan kueh.
" Apa cukup ini semua say ?" tanya Zha melihat kuehnyA yang hanya beberapa.
" Bagai mana kalau tambah lagi kan permainanya masih lama masih nunggu habis duhur ?" lanjut Zha.
" Maaf Zha dananya kurang ?" kata Lilis sambil menunduk, dan semuanya ikut menunduk.
" Ah tenang saja, aku tadi kesini di kasih uang saku sama suami aku " kata Zha sambil mengeluarkan uangnya dari kantong jaketnya dan menghitungnya.
Semua memandang ke arah Zha.
" Banyak sekali Zha ?" kata salah satu teman Zha.
Zha kasih sebagian uang yang di hitungnya tadi.
" Tidak usah Zha, kalau habis nanti kamu di marah siamimu loh ?" kata Lilis.
" Hai suami aku itu bukan orang pelit, dia menjatah aku lebih banyak kalau aku pamit tempat orang tua aku " jelas Zha.
" Dan sekalian ya tolong ini belikan banyak bahan kueh dan sebagian apa yang kurang di lapangan ?" kata Zha.
Lilis langsung memanggil ketua panitia.
" Zha. . . !" panggil ketua panitia yang ternyata Aldo cowok yang masih naksir Zha dari dulu.
" Aldo, kamu masih saja jadi ketua panitia ?" kata Zha.
" Ya dulukan kamu yang bantu aku, kenapa baru datang ?" kata Aldo sambil senyum.
" Biasa Do, sudah punya tanggungan ?" jawab Zha.
" Kirain kamu dulu di tinggal Arief, mau sama aku, ternyata sama kakaknya, harapanku pupus sudah Zha ?" kata Aldo dengan nada sedih.
" Masih banyak cewek lain yang cinta sama kamu Do ?" jawab Zha santai.
" Tapi aku cintanya sama ama kamu ?" kata Aldo.
" Tidah usah ngegombal Ini sudah siang buruan belanja ?" suruh Zha.
" Hai Aldo tidak pantas kamu jadi pebinor !" kata Lilis dan di acungi jempol Zha.
" Apa lagi yang kamu rebut istri sultan " jelas teman Aldo satunya.
" Sudah jangan banyak ngegombal, keburu siang snak belum jadi semua mumpung ada ahli kueh " jelas Lilis.
" Ayok Lis kamu gantinya Zha dulu " kata Aldo.
Setelah mereka berdua selesai berbelanja langsung di garap oleh Zha, sampai beberapa cetakan.
" Ini kueh jangan di makan ya ? ini lain dari pada yang lain. gulanya rendah kalori dan tanpa Susu, spesial punya suamiku !" kata Zha sambil menunjuk brownis di angkat dari panggangan dengan bertabur keju di atasnya.
__ADS_1
" Ya Zha " kata Lilis dan yang lain.
Semua sibuk dengan tugas masing - masing, Adi lebih pilih di lapangan.