ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Cinta Adi


__ADS_3

Cinta Adi


...****************...


...Adi mendekati Mita yang sedang bermain ponsel....


" Mit. . . !" panggil Adi.


" Emmm. . . !" jawab Mita yang masih fokus pada ponselnya.


" Maukah kamu jadi pacarku ?" tanya Adi.


" Tidak usah bercanda ?" kata Mita yang masih fokus pada ponsel.


" Aku serius ?" kata Adi merebut ponsel Mita.


" Di, kau mau pacaran sama mak lampir ?" tanya Mita.


" Hai, kan aku dengar kata Zha, sekarang sudah jamanya mak lampir di rebonding, ada skin care, jadi mak lampir, ternyata lebih cantik dari Nikita willy " jawab Adi.


" Aku serius Mit ?, gini amat nembak teman ya ?" kata Adi.


" Terus Rindu kamu Di ?" tanya Zha dan di angguki Mita.


" Hai, kita sudah putus lama ya ?" kata Adi.


" Coba jawab Mit ?" kata Adi.


" Kamu serius Di ?" tanya Mita.


" Mit, walau aku tidak seromantis Arief, tidak bisa memanjakan seperti pak Leon, body tidak seperti mahluk animasi yang kau mau, tapi percayalah aku suka sama kamu aku lelaki setia ?" kata Adi sambil memegang tangan Mita.


" Memang aku nakal, tapi aku usil sama kamu, tapi di saat tidak ada kamu aku kepikiran ?" jelas Adi.


" Apa kamu tidak ragu sama aku, aku kan banyak pacar ?" kata Mita.


" Apa yang harus aku ragukan ?" tanya Adi.


" Kalau aku sudah tidak perawaan ?" tanya Mita.


" Ha ha ha, pertanyaan yang tidak masuk akal, kalau kamu sudah tidak perawaan kenapa di ajak Zico gituan tidak mau, secara diakan body animasi, pasti anunya besar " kata Adi mengangkat lenganya sambil mengelus - elus.


Plak. . ! gamparan Zha mendarat di pipi Adi.


" Sekarang bukan urusan besar kecilnya anu, tapi permainanya !" jawab Zha dan Mita mengangguk.

__ADS_1


" Benar kata Mita, kamu juga di tawarin oleh Ima saja di tolak, kan anunya lubangnya besar " jawab Mita membuat Zha bingung.


" Aku tidak mempermasalahkan keperawaan, yang penting jangan ganti - ganti pasangan " jelas Adi.


" Jawab mak lampir, dari pada aku kena gampar lagi, sama nenek sihir !" kata Adi, dan Zha siap menampar lagi, tapi Leon cepat memeluk Zha dan menggendongnya membawa ke kamar.


" Katamu, tidak perlu besar, yang penting permainanya, kita main sayang ?" kata Leon sambil menggendong Zha, tapi Zha tetap memberontak.


" Kak Leon lepasin, malu sama anak - anak. . !" kata Zha.


" Untung ada pawangnya " kata Asi sambil melirik Zha dan Leon.


" Biarkan dia menyelesaikan masalahnya, kamu tidurlah, dari pada aku makan lagi !" kata Leon.


Di tempat lain.


" Kok bisa sih mas, kamu kena pecat, mana biaya lahiran mahal, aku tidak mau kalau harus lahir normal mas, aku tidak mau sakit dan rusak " omel Ima pada Arya.


" Mana aku tahu Ima, siapa juga yang mau di pecat reksa group di ambang ke bangkrutan, dan yang merekomdasikan aku di sana, ayahku, dan pak Leon yang menerima ?" kata Arya.


" Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus tetap menafkahiku sama seperti kemarin ! " kata Ima dengan berteriak.


" Bagai mana caranya Ima, ini semua gara - gara kamu, sedang istriku Wati, dia pergi ntah kemana ? dulu yang menguliahkan aku dia, jika aku bilang aku tidak ada uang dia kasih " jelas Arya.


" Kenapa jadi salahkan aku ?" tanya Ima.


" Kau memang payah, Ima, ternyata kere gaya sok kaya ?" kata Yen ibu Ima menyinggung Arya.


" Aku mau menikah dengan suami orang, karena hidup terjamin tapi ternyata masih bawahan suami Zha !" kata Ima.


" Jaga mulut kalian, kalian ternyata hanya menghancurkan rumah tanggaku, memanfaatkan hartaku. coba saja kamu seperti Zha, yang bisa menerima Leon apa adanya !" kata Arya yang tidak terima.


" Sebelum Leon bangkrut, dia sudah kasih modal sama orang tua Zha, dan dia menafkahi Zha dengan rutin sedang kamu apa ? sepuluh juta, untuk ini untuk itu ?" kata Ima.


" Dasar istri tidak mau di untung ! kau belanja, perawatan, masih pakai kartu kreditku, masih saja kurang, dasar kamunya saja yang boros " ucap Arya.


" Dasar pria payah " kata Ima, dan Arya memilih pergi menenangkan diri kalau di ladeni tidak ada habisnya.


" Mas. . . mas. . !" panggil Ima pada Arya, tapi tidak di hiraukan.


" Awas kamu Zha, ini semua gara - gara kamu, akan aku rebur suami kamu !?" kata Ima.


...****************...


Paginya tiga makluk sudah berkutat di toko baru Zha, Adi menerima pesanan, dan mengantar, Zha bagian dapur di bantu Mita.

__ADS_1


Zha juga merangkap sebayai kasir, karena belum punya karyawan.


Zha bau ada sesuatu yang gosong, membuat Zha mencari sumber bau.


" Mita. . . !" teriak Zha


" Kenapa kau gosongkan kue ku ?" tanya Zha saat Mita sudah dekat.


" Maaf Zha ? " Mita merasa bersalah.


" Lain kali, jangan sambil main ponsel ya sayang, pacar sudah dekat, kurang apa coba pacarmu sudah seperti pangeran Dubai !" kata Zha, Adi yang baru datang langsung senyum.


" Ya lain kali tidak " kata Mita.


Mereka sudah buka toko sudah lima belas hari. Sore hari saat toko akan tutup, Adi dan Zha ngobrol.


" Di, kenapa omset kita tidak naik - naik ya ?" kata Zha pada Adi.


" Kau tidak bersyukur, aku mengantar pesanan sudah lima kali hari ini Zha !?" ucap Adi.


" Bukan tidak bersyukur, tapi kenapa belum ada kemajuan, padahal sudah berbagai cara kita lakukan, sedang kita mau buka resto juga " kata Zha.


" Coba kamu tanya sama suami kamu, belajar sama dia, diakan pembisnis handal " kata Adi.


" Kau benar juga Di, coba nanti aku tanyakan !" kata Zha.


Ting. . ! bunyi notifikasi ponsel Zha.


" Aku heran sama orang ini, dapat uang dari mana ?" kata Zha, saat melihat ponselnya ada transferan tiga puluh juta rupiah.


" Ada apa Zha?" tanya Adi.


Zha menunjukan, pesan dari m- baking.


" Kok Leonardo Zha ?, awas penipuan ?" kata Adi.


" Ini rekening pribadi kak Leon Di, itu nama asli kak Leon Di ?" kata Zha.


" Kau dapat nafkah segitu besar, kenapa kamu masih repot buka toko, dan resto segala ?" tanya Adi.


" Aku ingin mandiri, seperti yang dia bilang, tidak selamanya kak Leon menghidupiku, dan ada kalanya aku yang menghidupinya, dan aku juga memikirkan masa depan kamu, tidak mungkin kamu bertani terus, dengan tanah harus sewa, penghasilanmu sedikit, aku berdiriin ini, agar kamu dapat uang tambahan, kita rintis bersama, kita berjuang bersama ?" jelas Zha.


" Tapi yang aku herankan Di, !? dapat uang dari mana dia, selalu kasih uang aku sebesar ini, pagi ikut nyangkul bapak, kalau sore ntah kemana, paling dia pergi hanya satu jam itu paling lama ?" cerita Zha.


" Coba tanyakan, takutnya ikut jual beli barang haram, kamu yang jadi korbanya nanti anakmu lahir dengan ayahnya di balik jeruji besi tidak lucu " saran Adi.

__ADS_1


" Di jangan bikin aku down !" kata Zha.


__ADS_2