ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
NASI DAN SUSU


__ADS_3

Nasi dan susu


...****************...


Setelah sedikit lama Sumi ngantri ahirnya dapat juga lima cup.


" Ini den !" kata Sumi sambil mengulurkan lima cup. dan mengulurkan sisa uangnya.


" Kok dapat banyak bik, dan ini uang apa ?" tanya Leon.


" Satu cupnya lima ribu, karena habis, tinggal lima cup, jadi hanya dua puluh lima ribu !" kata Sumi.


Ahirnya Leon paham dan memanggil istrinya, Zha dengan senang hati meminum es faforitnya sejak kecil.


" Jadi ini bukan kemauan baby twin ?" tanya Leon.


Zha menggeleng dan tersenyum pada Leon.


" Zha tidak seperti orang - orang kak, baby yang buat alasan, tapi es ini faforitt Zha dari kecil.


Leon memukul kepalanya tanda heran pada istrinya.


Setelah itu Zha kembali ke dapur, menyuapkan makanan di meja makan.


" Kok tidak ada kentangnya sayang " tanya Leon.


" Ssssst !" kata Zha menyuruh Leon diam.


Leon langsung mengambil celemek, dan membuka kulkas, dan mengambil sesuatu.


Setelah semua sudah siap dimeja makan, seperti biasa, Dahlia tidak pernah ketinggalan daging, apa lagi kalau sudah ada Zha, olahan Zha pasti pas di lidah.


Leon menyiapkan makananya sendiri, dan Dahlia mengambilkan nasi Zha.


" Jangan mi, Zha tidak makan nasi ?" larang Leon.


" Kenapa ? " tanya Dahlia penasaran sambil akan menuangkan susu.


" Zha juga tidak minum susu " jelas Leon.


" Terus apa nutrisi untuk bayi kamu, kalau nasi dan susu tidak ?" tanya Dahlia.


Leon berdiri dan mengambil kentang di piring.


" Ini mi, gantinya nasi untuk Zha " kata Leon sambil menghidangkan kentang kukus dihadapan Zha.


Setelah Zha dan Leon pulang.


" Tan, apa Leon pernah sakit ? sakit apa, ?, kok sampai dia begitu takut kehilangan istrinya ?" tanya Butet.


" Leon Impotent, " jawab Angga.


Mau tidak mau Dahlia meneruskan.


" Leon pernah sakit impotent, hampir lumpuh dan di fonis dokter tidak akan sembuh, tapi dengan usaha dan semangat Zha, dan mengurusnya dengan telaten Leon ahirnya sembuh dan sekarang Zha mengandung bayi kembar Leon " jelas Dahlia.


" Tadi Butet mengomentari pakaian Zha tapi malah nyolot " kata Butet.

__ADS_1


" Ya dia kalau pergi pilih sederhana, tapi kalau di rumah, mungkin bisa di bilang lebih seksi dari pada kamu " kata Dahlia membuat Butet minder.


...****************...


Tidak ada canda tawa yang terlewatkan oleh Zha dan Leon. Di pagi yang cerah, Leon yang masih metting di hotel, Zha menunggu di lobi hotel, Zha tidak ikut masuk karena tidak nyaman.


📲 " Hallo sayang " panggil Leon dari sebrang sana.


📱" Ada apa kak ?" tanya Zha.


📲" Di loby ada bule mr John, dia investor, bisakah kamu bantu dia, antarkan dia kemari, karena dia bingung sayang ?" kata Leon.


📱" Baik kak ?" jawab Zha lalu mematikan ponselnya.


" Mr can I help you ?" tanya Zha.


" Yes .!" jawab mr John.


" are you going to the twelfth floor for a meeting? " tanya Zha.


" yes !" jawab mr John


" Let me take you there !" kata Zha.


" Thank you ?" kata mr.


Ahirnya Zha mengantar mr John tadi ke ruang rapat, sebenarnya Zha tidak nyaman dengan perlakuan bule tersebut, karena berkesan melecehkan.


Dan memuji kecantikan Zha, tapi juga menghina karena selalu menyingkirkan tanganya di pundak Zha.


Sebenarnya Zha mau bicara sama Leon tapi takut malah akan menjadi petaka.


mr John itu memuji tapi Zha malah semakin jijik.


" Kak, Zha ke cafe saja ya ?" kata Zha.


Dan di angguki oleh Leon " Cafe depan saja ya sayang ?" kata Leon.


Zha mengangguk.


Zha ke cafe, kali ini Zha bertemu biang rusuh ikut gabung duduk satu meja dengan Zha.


" Hai, apa kabarmu bidadari cantik !?" puji Kiting yang baru datang.


" Tidak usah memuji istri orang !" Zha sambil berdiri menunjukan perutnya yang sedikit membuncit karena gaun lebarnya tertiup angin.


" Jangan buru - buru aku juga ingin ngobrol santai " kata Kiting sambil menahan tangan Zha.


" Lepaskan " kata Zha sambil mengibaskan tapi tidak lepas.


" Aku akan lepaskan kalau kamu duduk lagi " kata Kiting.


Ahirnya Zha duduk lagi dengan wajah di tekuk.


" Kau hamil Zha ?" tanya Kiting.


" Kalau iya kenapa, akukan punya suami ?" tanya Zha.

__ADS_1


" Tapi tidak apalah, harapanku masih ada setelah anak itu lahir ?" kata Kiting sambil memainkan matanya pada Zha.


Plak. Susi datang menampar Zha.


" Dasar pelakor ! " teriak Susi.


" Hai hai hai, aku jadi pelakor, ha ha ha, mikir seribu kali kalau aku mau sama kiting, suamiku lebih sempurna " jawab Zha.


" Kalau bukan pelakor apa lagi ? kau duduk santai dengan suamiku ?" tanya Susi.


" Tanya saja suamimu, aku yang pelakor apa dia yang pebinor ?" kata Zha sambil akan meninggalkan mereka bedua.


" Kau semakin nyolot ya !" kata Susi saat Zha membalikan badan akan pergi.


" Ngadepin kalian habisin waktuku saja, tidak penting " kata Zha.


Susi yang emosi menarik Zha dan mendorongnya, Zha yang tidak siap langsung terjerembab jatuh duduk, Zha merasakan sakit di perut bagian bawah.


" Kak Leon sakiiit !" teriak Zha memanggil suaminya.


Susi panik saat ada darah mengalir di kaki Zha.


" Kau yang cari masalah, kalau kau di kasuskan oleh Leon, aku tidak akan tanggung jawab !" teriak Kiting pada Susi istrinya.


" Kau yang selingkuh ?, kenapa kamu selalu iri apa yang di miliki Arief . . !". teriak Susi tapi tidak di hiraukan Kiting.


Zha akan di angkat Kiting tapi menolak.


" Jangan sentuh aku !" teriak Zha.


" Jangan egois, kita harus selamatkan anakmu !" jawab Kiting.


Tiba - tiba, ada orang, paruh baya tinggi tegap langsung membopong Zha di bawa ke mobilnya, dan Zha di pangku oleh lansia di dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit Zha di ikuti oleh lansia tapi masih gagah sekitar umur tujuh puluhan.


" Kek, kakek siapa, Zha berhutang budi dengan kakek, sepertinya Zha pernah ketemu kakek !" kata Zha saat di dorong pakai brankar menuju UGD.


" Kakek, hanya tukang bersih - ber !" kata terputus karena Zha sudah tidak sadarkan diri.


Leon yang baru selesai langsung lari ke cafe yang di janjikan Zha. Di sana sudah tidah ada Zha. yang terlihat karyawan membersihkan lantai.


" Pak Leon !" panggil karyawan cafe.


" Kau tahu istriku ?" tanya Leon.


" Istri anda di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan dan itu sisanya ?" kata karyawan sambil menunjuk temanya yang masih bersih - bersih.


Leon langsung lari menuju ke rumah sakit terdekat dan mencari nama Zhafi laulani.


" Sayang, bagai mana keadaanmu ?" tanya Leon dengan kuatir dan berlari menuju ruangan Zha.


Saat Leon sampai di depan ruangan Zha, dokter keluar.


" Bagai mana keadaan istri saya ?" tanya Leon.


" Alhamdulilah, keadaanya sehat dan janinya masih bisa di pertahankan, pendarahanya juga sudah bisa di hentikan, untung saja cepat di bawa kesini !" kata Dokter.

__ADS_1


" Alhamdulilah ! apa bisa di temui dok ?" tanya Leon.


" Silakan ?" dokter mempersilakan.


__ADS_2