
" Kau tahu Zha, aku ingin hidup seperti keluarga yang lain, mengurus anak, membesarkan anak kita bersama, tapi semua itu kandas, karena jalan yang kuasa " kata Deon, memapah Zha yang menangis di lantai.
" Aku mau pulang, paling tidak aku sudah tahu siapa sebenarnya suamiku dan memberi tahu anda, putra dan cucumu dalam bahaya, aku hanya seorang perempuan, aku butuh bantuan anda, kalau anda benar - benar peduli dengan keluarga anda " kata Zha.
" Apa kau tidak ingin memeluku, kakek dari anakmu, setiap kau akrab dengan Angga aku cemburu Zha, seharusnya aku yang ada di posisi itu " kata Deon.
Zha membalikan badan, dan berlari membalikan badan.
" Anggaplah aku putrimu, bukan menantumu, Zha sudah tidak punya ayah lagi yang peduli dengan Zha. . " tangis Zha dalam pelukan Deon, Deon mengelus kepala Zha, dengan lembut.
" Berjanjilah pada Zha, lindungi kak Leon, dan putra kita " kata Zha.
" Ya aku janji Zha !" kata Deon.
Wijaya yang menguping dari luar tidak terasa meneteskan air mata.
" Apakah kau ingin bertemu dengan kakekmu ?" tanya Deon sambil mengusap air mata Zha. Zha mengangguk, masih memperlihatkan tingkah ke kanak - kanakan yang ingin di manja.
Wijaya mengelus pipinya membersihkan air matanya.
" Kakek, bukankah kakek !?" kata Zha.
" Ya seorang pemulung, yang kau tolong, dan seorang tukang sapu di cafe yang membawamu ke rumah sakit " jawab Wijaya.
" Ya, kita sebenarnya di sekeliling kalian !" kata Deon.
" Aku ayah Dahlia, Dahlia wijaya, Deon melakukan ini semua, hanya ingin melindungi Leon, jika dia muncul, pasti Leon dalam bahaya, karena otak Leon sudah di cuci oleh Angga " cerita Wijaya.
" Roy, adalah orang suruhan ku untuk melindungimu, Roy juga bernasib sama dengan Leon, ayahnya di tembak mati oleh Angga di depanya, saat dia masih berumur lima tahun" cerita Deon.
" Aku pungut dia aku titipkan di panti asuhan, dan aku besarkan dia, dalam misi yang sama, menghancurkan Angga " kata Deon.
Wanita cantik dengan gaya tomboynya masuk dengan bersiul santai.
" Itu adik ipar kamu !" kata Deon.
" Kenapa dunia begitu sempit, aku harus memiliki adik ipar seperti itu !" kata Zha.
" Kau kira aku mau, punya kakak ipar kecil, masih suka nangis, masih sok manja lagi " Jawab Ira.
" Emang kenapa Zha, kau tidak mau punya ipar seperti dia ?" tanya Deon.
" Tidak ada sopan santunya, dan tambah lagi, perempuan belum jadi " kata Zha.
__ADS_1
" Hai jaga mulutmu, kalau tidak mau mulutmu aku robek !" bentak Ira merasa tersinggung.
" Kan, ! dia sama, sama kakaknya, keras, menghadapi kak Leon saja Zha kualahan, tambah satu ipar lagi " kata Zha di senyumi Deon dan Wijaya.
" Kau harus terima resiko Zha " jawab Wijaya.
Setelah misi Zha selesai, Zha pulang, sebelum pulang menjemput ke dua putranya, dan ternyata sudah ke duluan Dahlia.
"Maaf buk, tadi di jemput neneknya, kata neneknya, ibu tidak bisa jempit, makanya dia langsung berhambur pada neneknya " kata seorang satpam.
" Makasih pak ? " kata Zha.
Zha langsung naik mobilnya, dan segera pulang, sesampainya di rumah Zha langsung menuju ke lantai atas.
" Ha ha ha, pria gagah, tampan tapi lumpuh, kau pintar tapi kau juga bodoh Leon. . !" kata Angga sambil menggoyang - goyangkan kepala Leon, yang pura - pura lumpuh.
Zha masih di balik pintu mengintip, ternyata yang di dalam ada Angga dan Butet.
" Kau tahu sayang, Dahlia itu wanita bodoh, dia mau menyerahkan anaknya, demi cintanya pada aku, dan dia lebih percaya denganku dari pada dengan suaminya " kata Angga pada Butet.
" Sama dengan anaknya, dia bisa di manfaatkan, kau nikahi dia, dan seluruh aset milik anak kita, dari harta milik dia pribadi dan perusahaan reksa group " kata Angga percaya diri.
" Untung saja, sudah saya kamera tersembunyi di kamar " gumam Zha.
" Hentikan, jangan kau sakiti suami saya !" teriak Zha yang langsung menerobos masuk.
" Kalian tidak ada sopanya, main masuk di kamar orang " lanjut Zha.
" Oh tikus kecil datang om, , , !" kata Butet.
" Aku sudah tahu akal busuk kalian !" kata Zha.
" Syukurlah kau sudah tahu maksud hatiku, tanpa aku bicara " kata Angga.
" Pi, aku menganggapmu sebagai ayahku, kenapa, kau menyakiti suamiku ?" kata Zha.
" Karena kau melindungi dan melahirkan anak keturunan Deon sang mafia !" kata Angga.
" Kau bermasalah dengan ayahnya, kenapa harus anak dan cucunya yang jadi korban ?" kata Zha.
" Diam tikus kecil, aku tidak butuh ocehanmu " kata Angga, sambil mencengkram pipi Zha.
Leon reflek, dan ingin bergerak, tapi di kode dengan Zha, Leon maksud, dan pura - pura lumpuh lagi.
__ADS_1
Angga, mendorong Zha di depan Leon yang duduk di kursi roda, membuat Leon mengepalkan tanganya, Zha meringis kesakitan menahan sakit di bagian perutnya.
" Kau, tidak akan aku bunuh, dan tidak aku sakiti karena kau perempuan yang di cintai putraku !" kata Angga.
" Dan kau akan dapat bagianya juga, aku masih punya hati untukmu !" kata Angga.
" Bawa anak bodoh ini, kau dengar Leon, kalau kau tidak mau menikah dengan Butet, dan menyerahkan srluruh hartamu pada Butet yang mengandung anakmu. jangan salahkan aku, kalau aku membunuh kedua putramu !" kata Angga.
Zha memeluk Leon.
" Teruslah ber pura - pura, kita pasti bisa menyelesaikan ini semua, demi putramu " bisik Zha pada Leon.
Angga menyuruh anak buahnya mendorong kursi roda Leon, dan membawanya pulang.
Sampai di sana Leon melihat ke dua putranya kebingungan, srperti anak ayam yang kehilangan induknya, itulah yang di lakukan kedua anak Leon, yang tidak pernah bisa tanpa Zha.
" Ayah. . . !" teriak ke dua putranya, saat melihat Leon lemas dan menangis.
" Di mana bunda, kata nenek bunda di sini !?" kata Arka.
Zha pulang ke rumah Rima, dengan beberapa anak buahnya dan menelpon Adi.
" Adi, tolong kak Leon dan juga keponakanmu Adi !" kata Zha saat Adi datang sampai di depan pintu.
" Emang ke mana mereka ?" tanya Adi yang penasaran.
" Di bawa ke rumah Angga " kata Zha.
" Kenapa kamu pusing Zha, dia orang tuanya !" kata Adi.
" Asal kau tahu Adi, Angga bukan ayah kandung kak Leon, Angga menginginkan nyawa, dan harta kak Leon, dan nyawa keponakanmu juga "
" Kak Leon akan di nikahkan dengan Butet, dan merampas semua milik kak Leon " kata Zha.
" Terus siapa ayah dari kak Leon ?" tanya Adi.
" Deon andreas, Angga punya dendam masa lalu pada Deon andreas, yang berdampak pada putra dan cucunya " kata Zha.
" Jadi Leon keturunan seorang mafia ?" kata Adi mantab.
"Aku tidak akan rela, malaikat kecilku di sakiti " kata Adi mengepalkan tanganya, mengingat canda tawanya dengan ke dua keponakanya.
" Telepon Roy !" suruh Adi pada Zha.
__ADS_1