
Aku masih perawan
...****************...
" Tapi Zha suka mi ?" jawab Zha.
" Kita ke mall dulu, sekalian perawatan ? mami tidak mau kalau teman mami bilang menantu mami monok, padahal istri Leon angga reksa seorang Ceo?" kata Dahlia.
" Tapi baju ini pilihan kak Leon mi kak Leon yang beliin ini buat Zha " kata Zha.
" Kan untuk kuliah " kata Dahlia.
Zha hanya bisa menurut. Zha perawatan terlebih dulu, padahal kulit Zha sudah bersih dan sehat.
Dan memakai baju pilihan maminya, saat Dahlia akan membuang baju Zha tadi, Zha melarangnya.
" Jangan mi, jangan pernah buang baju yang di beli oleh suami Zha ?" kata Zha dengan berkaca - kaca.
" Maafkan mami, kalau itu menyinggungmu ? kamu kan bisa memintanya lagi pada Leon yang lebih bagus ?" kata Dahlia.
" Memintanya, dan di belikanya secara iklas dan pilihanya, itu beda rasanya mi, walaupun sama - sama iklas hukumnya ?" kata Zha.
" Dia sulit mencari uang dengan otak, yang selalu dia putar, hanya untuk membahagiakan Zha mi, jadi Zha harus pengertian dan harus tahu menghargainya ?" lanjut Zha.
" Maafin mami ?" tanya Dahlia.
" Ya sudah mi yok kita berangkat ?" ajak Zha saat melihat Dahlia merasa bersalah.
Zha sebenarnya nerasa tidak nyaman dengan baju yang di belikan Dahlia, dengan gaun cantik tanpa lengan dan dengan androk di atas lutut. menunjukan paha mulusnya yang terdapat noda merah ulah nyamuk, tapi seperti bekas kecupan.
Sesampainya di tempat, Dahlia langsung mengajak Zha masuk, ternyata hanya menunggu mereka, semua memandang kagum ke arah Zha.
Dengan riasan tidak tebal dan terlihat natural, dan rambut terurai dan sedikit di warnai karena keinginan Leon, dengan gaun yang pas di tubuh mungilnya.
Zha datang dan menyapa semuanya.
" Kamu. . . ?" kata Zha saat melihat orang yang di kenal dengan ekpresi terkejut.
" Kamu ?" kata wanita muda berpakaian seksi, nyaris terlihat bentuk tubuhnya dengan perut buncit.
" Apa kabarnya ?" tanya Zha.
" Baik, kalau kamu tidak baik tentunya, ibu mertuaku sering cerita kalau kata ibu mertuamu kamu masih terbayang masa lalu, bucin sama Arief " kata Susi mantan kekasih Arief.
" Masalah hati tidak ada yang tahu, dan masa depan tidak ada yang menerka ?" kata Zha berlalu pergi.
Ternyata Susi sudah menikah dan sudah mengandung tujuh bulan.
" Dari dulu sampai sekarang masih saja nyebelin ?" kata Susi.
__ADS_1
" Kamu kenal dia Zha ?" tanya Dahlia.
" Kenal mi ?" kata Zha.
" Apa kamu pernah ada masalah denganya ?" tanya Dahlia, karena Dahlia tahu dia salah satu mantan Arief.
Zha mengangguk.
"Cantik menantumu jeng Dahlia ?" aapa teman Dahlia.
Dahlia menanggapi dengan senyuman.
" Tapi mandul ?" kata mertua Susi ternyata ibunya Kiting, sainganya Arief mendapatkan Zha.
" Jangan langsung nemfonis loh jeng, belum tentu mandil, siapa tahu belum di sentuh, atau lagi ingin menikmati kebersamaan dulu dengan sang suami ?" kata ibuk yang lain.
" Mana adabelum di sentuh, itu oaha ada tanda merah, ganas juga sih Leon " Mertua Susi menyudutkan.
Zha menutupi pahanya yang merah dengan tersenyum tipis.
" Kita mau debat, dan menyudutkan satu sama lain atau menjalin sulatur rahmi ?" tanya Dahlia dengan senyum.
Semua para ibu - ibu pun memulai obrolanya, sedangkan Zha berkumpul dengan yang muda - muda, walaupun semuanya bukan gadis lagi.
" Mbak Zha, walaupun sudah nikah, masih cantik saja ya ?" tanya gadis seumuran Zha.
Zha hanya tersenyum malu.
" Apa sih mbak rahasianya, kulitnya bisa halus lembut dan terawat bagi rahasianya dong mbak ?" tanya gadis tadi yang di ketahui namanya Dea.
" Pasti mahal, ya mbak perawatanya ?" tanya Dea lagi.
" Tidak, hanya rajin saja mbak ?" jawab Zha.
" Kalau gitu bagi rahasianya dong mbak, aku juga ingin mempunyai kulit sehat seperti mbak Zha ?" kata Dea.
" Iya dong mbak ?"
" Iya ding mbak ?"
Pinta yang lain.
Zha memberikan perawatan alami yang dia lakukan dan juga cara pemakaianya.
" Tapi semua itu tidak instan mbak, dia akan bertahap tidak seperti bahan kimia yang instan ?" lanjut Zha.
" Jadi pak Leon yang rajin beliin bahanya ?" tanya Dea.
" Iya, paling aku hanya menambah kolagen herbal dan kadang kalau malas, pakai masker yang alami yang bahanya sama seperti yang kita racik ?" jelas Zha.
__ADS_1
" Kirain mbak Zha, pakai bahan mahal, secara mbak Zha kan istri sultan ?" kata Dea.
" Tidak, ! karena aku, tidak sembarang pembersih atau apalah cocok di kulit aku, aku gampang alergi, malah yang murah lebih aman !" jawab Zha.
" Pantas kulit mbak Zha, putih bersih dan lembut, tidak pucat seperti yang sering perawatan ?" kata Dea sambil mengelus pundak Zha yang halus dan sehat.
" Masa istri sultan pakai yang alami, pelit apa gi mana suaminya kalau tidak buat selingkuh kali ?" kata Susi, membuat darah Zha naik.
" Jaga mulutmu ya ? kak Leon tidak pernah pelit kepadaku, tapi aku menghargai jerih payah suamiku, dia berkerja siang malam, aku tidak ingin uangnya sia - sia hanya untuk aku peeawatan mahal belum tentu cantik, beli barang brendit yang tidak bermanfaat . . . !" kata Zha dengan nada keras, mengundang pandangan para ibu - ibu.
Dahlia menghampiri Zha, dan nengelus kepalanya.
" Sudah Zha ?" katanya.
" Dia menghina kak Leon mi ?" kata Zha dengan nada kesal.
Sedangkan Dahlia hanya mengelus dada, " mami tahu Zha, dia srkalu cari masalah, karena dia kalah sama kamu karena bersaing mendapatkan Arief " kata Dahlia berbisik pada Zha.
Zha baru lega mendapatkan jawaban itu dari Dahlia. Zha juga mengelus dada.
" Maafin Zha mi,? Zha tidak bisa mengendalikan emosi Zha ?" kata Zha.
" Tidak papa kamu tidak salah ?" kata Dahlia.
" Oh ya Zha, Susi mau priksa kandunganya, bagaimana kalau kita ikut untuk periksa kesuburanmu kebetulan juga dokter yang biasa cek kandungan ada di rumah sakit, tempat Susi cek, siapa tahu kalau kamu ada pernyakit kan bisa terdeteksi sejak dini ?" kata ibu yang mendukung Dahlia untuk mengenalkan dokter tentang kandungan
" Maaf buk, !" kata Zha.
" Zha ya mami mohon ?" kata Dahlia memohon pada Zha dengan nada memelas.
Ahirnya Zha mau menurut, tapi juga bingung, Zha takut ketahuan kalau dia masih perawan.
Zha hanya bisa menurut, dan mengirim pesan Leon agar menolongnya dan menjemputnya, tapi Leon masih metting jadi tidak di tanggapi.
' Kak Leon, tamat riwayatku kak ?' kata Zha di dalam hati.
Zha masih di mobil dengan gelisah, Dahlia melihat kegelisahan Zha.
" Jangan gelisah Zha, mami tidak akan marah kok kalau kamu ada masalah dengan jesuburanmu ?" kata Dahlia.
" Tidak mi ? tapi Zha kuatir karena tidak pamit dengan kak Leon ?" kata Zha.
" Nanti kalau Leon tanya mami yang ajak dan memaksa kamu " kata Dahlia.
Zha diam sejenak
...****************...
Jangan lupa Like , komen vote dan hadiahnya ya ?
__ADS_1
Terima kasih