ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Tawaran Leon


__ADS_3

Tawaran Leon.


...****************...


" Enak benar kamu Zha, di kurung tapi di penuhi makanan ?" kata Mita.


" Kalau tidak enak aku sudah ke kantor agama ?" kata Zha.


" Ngapain ?" tanya Mita penasaran.


" Menggugat cerai kak Leon ?" kata Zha.


" Jangan Zha, dia pria langka yang jadi incaran banyak cewek ?" kata Mita.


" Itu gara - gara di kurung karena berantem tadi malam, aku asal jawab kalau pagi ini aku akan ke kantor agama " kata Zha membuat mata Mita melotot.


" Tolong aku dong mit, aku jenuh di dalam apartemen ?" kata Zha.


" Ogah Zha, kalau aku bisa bebasin kamu, bisa mati penasaran di bunuh suamimu " jawab Mita dengan nada begidik.


" Adi tolong . . .!" kata Zha berteriak melihat Adi di belakang Mita di balik layar ponselnya.


" Aku juga ogah, mending kamu pukul berkali - kali dari pada di pukul Leon sekali, dan anak buahnya ?" kata Adi.


" Dasar teman tidak ada yang peduli ?" kata Zha.


" Kamu teman tidak ada aklak, mau memasukan teman ke kandang macan ?" kata Adi.


Zha merajuk.di dalam apartemenya.


Leon pulang dengan membawa dua kresek besar cemilan Zha dengan geleng kepala karena melihat plastik makanan berserakan di lantai.


" Katamu sudah tidak ada cemilan Zha, tapi kamu memakanya ?" gumam Leon pada Zha yang tertidur di sofa dengan celana boxer milik Leon.


Leon membersihkan lantainya dan menata makananya di kulkas dan geleng kepala lagi.


" Pintar benar kamu cari alasan untuk keluar " kata Leon saat melihat isi kulkas masih penuh dengan cemilan.


Leon keluar, Leon melihat Zha memegang perutnya.


" Kenapa kamu Zha ?" tanya Leon sedikit panik.


" Tidak " kata Zha masih dingin.


Zha berlalu meninggalkan Leon dan masuk kamar.


" Kita ke dokter yok ?" kata Leon yang masih lihat Zha meringis.


Zha lari ke kamar mandi, dan tidak lama keluar lagi tapi masih tetap meringis merasakan sakit.


" Kita kerumah sakit ya ?" tanya Leon laagi.


" Tidak kak Leon, Zha tidak apa - apa ?" bentak Zha.


Leon hanya tersenyum kecut.


Hari kedua pertengkaran Zha masih saja di kurung tapi kali ini alasanya berbeda.

__ADS_1


" Kak Leon Zha mau cari pembalut ?" kata Zha.


" Nanti aku cariin " kata Leon


" Malu, , pria cari pembalut ?" kata Zha.


" Tidak ?" kata Leon.


Zha sedikit kehabisan akal. tapi bukan Zha kalau tidak merengek lagi.


" Tapi ini habis benar, " kata Zha.


" Ya sudah nanti aku pulang siang, jangan kemana - mana, di rumah saja " kata Leon.


Zha hanya terdiam saat Leon mengecup keningnya dan keluar dan mengunci Zha dari luar.


Seperti biasa Zha hanya menghabiskan cemilanya di rumah.


" Biar aku gemuk, jelek kak Leon, biar kamu rasain resikonya ngurung wanita di rumah ?" kata Zha.


" Aku harus mintak tolong dengan siapa ? tidak mungkon aku mintak tolong mami ?" kata Zha dalam keputus asaan.


Leon pulang dengan membawa pembalut banyak sekali, dengan berbagai merk dan ukuran.


" Kenapa banyak sekali ?" gerutu Zha.


" Aku tidak tahu merk apa yang kamu pakai dan ukuran apa ?" kata Leon.


Zha hanya bisa mengalah.


" Sampai kapan kak Leon mengunciku di apartemen ?" tanya Zha.


" Sampai kamu menaafkanku dan kembali ceria lagi seperti dulu ?" jawab Leon sebelum mengunci pintu.


Zha membuka kulkas stok makananya, ternyata semua stok bumbu dapur habis, Zha ingin hubungi Leon gengsi, menghubungi juga percuma, tidak bisa membuka pintunya.


Sore hari saat Leon pulang, Leon langsung bersih - bersih diri, dan menuju dapur melihat istrinya sedang masak miinstan dengan banyak cabai.


Leon menggodanya, dengan mengambil mangkok yang sudah di hadapan Zha, dan memakanya.


" Huah makanan apa racun ini ?" teriak Leon pada Zha saat merasakan pedasnya level dewa.


" Orang tidak ada bumbu dapur " kata Zha.


" Apa tidak ada yang lain ?" tanya Leon.


" Ada kangkung, ada telor, masa cuman pakai garam doang mana enak ?" kata Zha.


" Kenapa tidak ngomong, kalau habis ? Apa dari pagi kamu makan kayak gini ?" tanya Leon.


Zha mengangguk membuat Leon murka.


" Kamu punya magh Zha, dan kamu sedang sakit perut ? kenapa tidak ngomong ?" tanya Leon.


" Tapi kayak gini juga enak kok, Zha juga sehat ?" kata Zha santai dan mau melahab mi nya.


Leon melempar mi itu ke lantai dan membawa Zha ke kamarnya.

__ADS_1


" Ganti baju, ayo kita makan di luar ?" kata Leon.


Zha paling takut kalau Leon sudah marah, Zha hanya menurut saja.


Leon memberikan card apartemanya pada penjaga Apartemenya dan menyuruhnya mencari OB untuk membersihkan apartemenya.


Sesampai cafe, Leon masih di uji ke sabaranya oleh Zha.


" Mau makan apa ?" tanya Leon.


" Mau makan nasi goreng tiwul " kata Zha.


" Zha Zha, aneh - aneh saja permintaanmu ?" kata Leon sambil geleng kepala.


" Adanya di mana ?" tanya Leon.


" Di kampung Zha, Zha kangen dengan nasi goreng tiwul dan kerang pedas " kata Zha.


" Okey lain kali saja, sekarang kamu pesan apa yang ada di sini ?" tanya Leon.


" Terserah kak Leon, yang enak yang mana? dan yang mana bikin kenyang dan cepat, soalnya Zha sudah lapar ?" jawab Zha.


Leon memesankan makanan dan dengan lahab Zha memakanya.


" Zha boleh nambah lagi kak Leon ?" tanya Zha.


Leon mengangguk, Zha menambah sampai tiga porsi. Leon hanya melihat dan Leon belum menghabiskan makananya satu porsi.


" Alhamdulilah " kata Zha sambil mengelus perutnya sudah kenyang.


" Kenapa kalau lapar, kamu tidak pesan online ?" kata Leon.


" Gi mana bisa online, orang pintu kak Leon kunci, mana bisa ?" kata Zha.


" Okey akan aku izinkan kamu kuliah tapi dengan syarat ? " kata Leon.


" Apa ?" tanya Zha penasaran.


" Maafin aku, kita mulai semua dari awal dan membuka lembaran baru, aku janji akan berusaha kamu ceria lagi !?" kata Leon.


" Dan satu lagi, jangan pernah kamu datang ke kantor agama untuk menggugat cerai kak Leon ?" kata Leon.


" Emang ke kantor agama hanya untuk cerai ?" tanya Zha.


" Kalau aku kesana hanya meminta nasehat saja ?" tanya Zha.


Leon jadi bingung. " Okey maafin aku, kalau aku salah " kata Leon.


" Gi mana tawaranya masih berlaku tidak ?" tanya Zha.


" Masih, bagai mana ?" tanya Leon.


" Bagaimana ya ?" kata Zha pura - pura bingung.


" Baiklah. . !" kata Zha.


Leon tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2