
Membatalkan ikrar talak
...****************...
" Tidak, kak Leon selalu memberi jatah mingguan itu hanya untuk kebutuhan aku, walau aku di jatah mingguan, akukan sering perawatan sendiri di rumah, dia yang membelikan bahanya, masalah dapur juga dia yang belikan, kalau dia sempat, pasti mengajak Zha ke mall belanja isi kulkas, dan setiap pulang kerja selalu bawa cemilan, jadi Zha di perlakukan seperti anak kecil yang masih suka jajan " cerita Zha sambil senyum.
" Emang berapa jatah mingguanmu ?" tanya Lusi penasaran.
" Kadang sepuluh, kadang dua belas juta " kata Zha dengan polos membuat Lusi melongo.
" Yang benar Zha, ? itumah gajihku dua bulan, terus biaya kuliah kamu sendiri ?" tanya Lusi mengintrogasi.
" Sudah di tanggung kak Leon, itu hanya uang jajan Zha, atau keperluan dan kekurangan Zha, tambah lagi kalau Zha mau tempat ibu, pasti di kasih uang kes, kadang dua sampai lima juta, karena di sana jauh ATM, alasan kak Leon " cerita Zha.
" Nikmat banget jadi istri sultan ya ?" Lusi membayangkan.
" Mungkin memang paling enak menilai kehidupan orang lain, tapi kau tidak berperan di dalamnya, kebahagiaan tidak di ukur dari materi " kata Zha.
" Kau benar Zha !" sambung linda.
" Setahun yang lalu dia adalah pria kulkas yang selalu nyebelin " cerita Zha.
************
Roy berangkat kerja, niat Roy, tidak hanya kerja, tapi mau bicara dengan Leon.
" Tuan apa kamu tidak menyesal melepaskan mutiara yang sungguh berharga yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk dirimu ?" tanya Roy mengawali pembicaraan.
" Maksud kamu, Zha ?" tanya Leon.
Roy hanya mengangguk.
" Bukan urusanmu !" bentak Leon.
" Anda ingin dengarkan ?" Roy memutar rekaman.
" Terus apa rencana kamu Zha ? Apa orang tuamu sudah tahu masalah kamu ?" tanya Roy.
" Orang tuaku belum tahu Roy, Rencanaku, aku mau menunggu kak Leon tenang dulu dan berbicara baik - baik denganya untuk mengantarkan aku ke tempat orang tuaku, supaya keluargaku tidak kepikiran " kata Zha.
" Walaupun kak Leon dulu tidak neminangku dari rumah " lanjut Zha.
__ADS_1
" Lalu Zha kalau Leon mengajakmu kembali ?" tanya Roy.
"Tidak tahu Roy, aku sepertinya akan kembali, siapa yang akan menjaga kak Leon, siapa yang akan melindunginya, kalau bukan Zha, tidak ada yang tahu siapa musuh kak Leon " jawab Zha.
Ternyata Roy merekam percakapanya,
" Kalau pak Leon ingin tahu, kenapa Zha bisa membayar dokter Geo, coba pak Leon ke tempat dokter Geo " jelas Roy.
" Kau benar juga Roy, kenapa aku tidak kepikiran ke sana, sampai aku menalak Zha, maafkan aku Zha?" kata Leon.
Leon tanpa berpikir panjang langsung menuju ke tempat Geo bertugas, di sana Leon tidak di sambut baik dengan dokter Geo.
" Mau apa anda kesini, apa mau seperti yang lain, menuduhku main belakang dengan istri anda ? karena hanya sebuah foto tanpa melihat kebenaranya ?" kata Dokter Geo.
" Sekarang ayo katakan yang sejujurnya ada hubungan apa kamu dengan istriku ?" tanya Leon sambil menyengkram kerah baju Geo.
" Dari pada anda marah - marah di sini, lebih baik anda mengecek cctv rumah sakit yang ada di ruangan ini, anda pasti akan menyesal, !" Leon langsung lari ke ruang cctv untuk melihatnya.
Betapa terkejutnya Leon melihat kenyataan yang ada.
" Sungguh aku bodoh, bodoh dan sangat bodoh. . . !" kata Leon sambil mengacak rambutnya.
Leon lari ke ruangan Geo lagi.
" Tapi aku tahu janji seorang dokter, aku hanya mau menerimanya kalau anda benar - benar sudah sembuh total " lanjut Geo.
" Kenapa anda tidak pernah bicara padaku ?" tanya Leon.
" Anda sendiri tidak pernah bertanya !" kata Geo.
" Apa istri anda pernah bercerita,? dan istri anda telah memberikan contoh obat dan air putih, ternyata itu yang meracuni anda selama ini " jelas dokter Geo sambil mengulurkan amplop surat keterangan contoh air dan obat yang di konsumsi Leon waktu itu.
Tanpa pikir panjang Leon langsung keluar dengan membawa hasil tes tadi, hingga panggilan dari dokter Geo tidak di hiraukan lagi.
Leon melajukan mobilnya dengan cukup kencang sampai hampir saja menabrak mobil yang ada di depanya, untung saja Leon segera membanting setir dan mengakibatkan Leon luka di bagian kepala.
Di saat para warga berkerumun di mobil Leon yang menabrak pembatas jalan, Leon tidak menghiraukan lagi, dan segera tancap gas lagi menuju rumah Didik orang tua Zha.
Sesampai di sana Leon langsung mencari Zha.
" Zha, , , Zha, , , Zha. . .!" teriak Leon membuat Didik dan Rima bingung.
__ADS_1
" Ada apa kamu Leon ? sudah sepuluh hari ini Zha tidak kasih kabar, apa lagi kesini ?" cerita Didik.
Leon duduk dan menceritakan kronologi kejadianya pada Didik dan Rima sambil menangis.
Plaaaak. . . . ! tangan Didik menampar menantunya.
" Ku kira kau bisa menjaga Zha, bisa menerima dia apa adanya, ternyata kamu sama saja dengan yang lain " kata Didik dengan mata memerah.
" Aku rela pak, bapak pukul, bapak bunuh, tapi tolong temukan Leon dengan Zha, Leon tahu Leon salah " kata Leon mengiba.
" Kamu tahu, bagaimana selama ini Zha, dia selalu membanggakanmu, tapi yang di banggakan hanyalah seorang pecundang, jika kamu sudah tidak cinta, seharusnya kau kembalikan kepadaku, bukan kamu buang, dia bukan seonggok sampah, setelah kamu puas memakainya kau bisa buang seenaknya, dia harga dirimu Leon, bila dia ada apa - apa di luar sana, kau yang kena imbasnya " omel Didik.
Dan masih banyak lagi yang Didik wejang pada Leon, Leon menangis, dan setelah di wejang Leon ke kantor mencari Roy.
Bught,
Satu hantaman mendarat di wajah Roy, tapi Roy, hanya senyum smirk.
" Di mana istriku Roy,? kamu pasti tahu di mana Zha. !" kata Leon.
" Apakah akan mengemis cinta tuan atau akan menyakitinya lagi, Besar cintamu, tidak sebesar egomu ?" tanya Roy memandang Leon.
" Seberapa pedulinya kamu dengan Zha?" tanya Leon.
" Zha adalah sahabat sekalian atasanku yang memotivasiku " kata Roy.
Bught . Leon melayangkan tinjuanya lagi masih sambil mencengkram kerah leher Roy.
" Katakan di mana Zha ?" bentak Leon.
" Di panti, " kata Roy.
Tanpa pikir panjang Leon langsung menuju panti tempat Roy tinggal.
Sesampainya di panti Leon lansung teriak.
" Zha, , , , Zha , , , Zha , , !" teriak Leon seperti kesetanan
Tapi karena Zha masih asik di dapur masih membuat kue dengan Lusi dan juga Linda jadi tidak mendengarnya.
" Kamu pintar Zha bikin kue, beruntungnya pria yang bisa mendapatkanmu, cantik, pintar masak, bisa bikin kue " puji Linda.
__ADS_1
" Tidak seberuntung itu mbak, kenyataanya Zha jadi janda di umur yang masih kecil " jawab Zha.
" Pria nya saja yang tidak bersyukur " jawab Lusi.