ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Perawatan dan masakan


__ADS_3

Perawatan dan masakan


...****************...


Sesampainya di rumah Zha segera mandi dan mengolah berbagai macam makanan hasil tangkapanya.


Sore hari saat Leon melihat Angge - angge di goreng Leon heran. Leon heean saat akan makan tapi di paksa oleh Zha.


" Kak, ini halal kok !?" kata Zha.


Leon berusaha memakanya, ternyata enak, Leon menikmatinya.


" Zha perutku sakit . . .!" rintih Leon.


" Kak, bagai mana ini !?" kata Zha panik.


" Apa aku tidak tawar makan makanan itu ?" kata.


" Mungkin kak !" kata Zha.


Zha semakin panik saat Leon merintih di pangkuanya. ahirnya Zha menelfon ibunya.


" Buk bagai mana ini ?" tanya Zha saat VCnya tersamvung dengan Rima, Zha menceritakan kejadianya secara terperinci.


" Coba kamu kasih air kelapa Zha dan susu Murni !" kata Rima.


" Ha ha ha, makanya Zha Alien kota jangan kamy kasih sembarangan !" kata Adi di sebrang sana dengan Rima.


" Kamu hubungi Mita biar bapaknya yang mencarikan air kelapa muda yanf hijau " perintah Rima.


Ahirnya Zha menurut dab yang mengantar air kelapanya Mita beserta susu.


" Makasih Mit ?" kata Zha.


" Iya !" jawab Mita.


Setelah itu Leon tertidur di pangkuan Zha, karena perutnya sudah terasa agak mendingan.


" Zha apa rwncanamu selanjutnya ?" tanya Mita.


" Aku akan buka toko kue dan kuliner wong deso Mit, tapi untuk sementara kue dulu di rumah dulu promosi dulu !" kata Zha.


" Maksudnya kuliner wong deso ?" tanya Mita.


" Kau tahu, di sawah kita ada kerang sawah, keong, belut, akan aku bikin kuliner yang lezat, dan harganya tidak semahal daging dan manfaatnya sama saja dan kita bisa beli itu dari warga yang mencari, agar tidak ada pengangguran, dan manfaatnya bagi petani tidak ada yang merusak padinya " jelas Zha.


" Kenapa kau pintar Zha dari pada aku, idemu juga cemerlang !?" ntah ejekan atau pujian dari Mita.


" Ya makanya aku laku duluan !" ejek Zha.


" Ha ha ha ha . . .!" tawa keduanya membuat Leon terbangun.


" Zha aku pulang dulu, sudah mau magrib, semoga cepat sembuh nantivaku kesini lagi !" kata Mita.

__ADS_1


" Ya makasih banget loh Mit !?" kata Zha.


" Yoi. . !" jawab Mita sambil berlalu pergi.


Leon yang sudah terbangun, merasa gatal di tubuhnya.


" Sayang ? kenapa badanku terasa gatal ?" tanya Leon.


Zha membuka baju Leon, dan ternyata bentol semua.


" Kak Leon alergi udang ya ?" tanya Zha.


" Iya, tapikan aku tidak makan udang ?" kata Leon.


" Berarti kak Leon alergi juga sama Angge - angge !" jelas Zha.


Zha mengambil bedak gatal, untuk meringankan gatal di tubuh Leon.


Malam hari Leon masih saja tertidur di pangkuan Zha di depan televisi, Leon yang usil, menarik tali sebelah kimono Zha, dan terlihat sebelah gundukan indah.


" Kak Leon, kak Leon masih sakit !" kata Zha.


" Aku ingin susu murni sayang !" kata Leon sambil mendongak, mengeluarkan gundukan indah dari wadahnya.


Leon langsung mengulumnya, seperti bayi sedang *****, tapi ini bayinya beda bayi dewasa membuat Zha tersenyum geli.


" Sebantar lagi aku bakalan kalah dengan baby twin " kata Leon hanya di senyumi Zha.


Jleb.


" Ahhhmmm. . . !" des4h Zha saat tangan Leon menyingkirkan pengaman dan memasukan jarinya di lubang surganya.


" Ah ah ah !" des4h Zha mengikuti irama keluar masukan jarinya.


" Sayang, kan sudah sembuh, kak Leon ingin ?" pinta Leon seperti anak kecil, Zha hanya pasrah, karena Leon tidak bisa di tahan.


Leon menarik tali kimono sutra Zha yang sebelah, dan mengeluarkan semua gundukan indah dari wadahnya, dan membuka pengaman bawah, melemparnya entah kemana.


Zha yang masih duduk, kakinya semuanya di naikan ke sofa oleh Leon.


Tangan Leon memilin choco chips Zha dan bibirnya, bermain di bibir lubang surganya.


Zha menggeliat tidak menentu dengan m3ndes4h.


" Kak. . . !" teriak Zha sambil menekan wajah Leon ke dalam surganya. dan ada cairan kental membasahi wajah Leon.


" Kamu pipis ?" tanya Leon setelah Zha melepaskan kepala Leon.


Zha mengangguk. Leon mencium bibir Zha dan menidurkanya di sofa.


Leon memasukan miliknya dengan gampang, karena sudah ada plumasnya.


Dan mulai memompa, semakin lama semakin cepat.

__ADS_1


" Aggghhhht. . . !" teriak Leon dan Zha bersamaan.


Tok. . . !


Tok. . . !


Tok. . . !


Pintu di ketok dari luar membuat keduanya panik dan segera mencari pakaian yang di lepas.


" Kak Leon yang buka ya,? Zha masih lemas !" kata Zha.


Leon memakai sarungnya dan membukanya, ternyata Mita dan ayahnya, juragan Dani.


" Oh pak lek ?" sapa Zha.


" Gimana kamu Leon sudah sembuh ?" tanya juragan Dani.


" Sudah pak lek, tinggal gatalnya " kata Leon.


" Berarti kamu alergi !" kata Dani.


" Iya. . !" jawab Leon.


" Karena kalian di titipin bapakmu sama kami Zha, karena Leon belum banyak kenal orang sini, wajarlah seperti ayam boiler ?" kata Dani.


" Ha ha ha. . . !" tawa semua.


" Iya pak lek makasih !" kata Zha


Leon ngobrol dengan Dani, dan Mita dengan Zha.


" Zha kenapa aku kangen banget sama Adi, biasanya tiap pagi dan sore ada yang usil " kata Mita.


" Jangan - jangan kamu mulai jatuh cinta pada Adi ?" kata Zha.


" Tidak mungkin Zha. . ! Adi itu manusia yang nyebelin !?" jekas Mita.


" Jangan bilang gitu, nanti kena tulah !" kata Zha.


Zha dan Mita asik ngobrolin Adi sambil memilin makanan ringan sedang Leon dan Dani bercengkrama sambil makan kue buatan Zha.


" Pak lek kita makan bersama yok ?" ajak Zha.


" Kebetulan pak lek belum makan " kata Dani.


" Ayo pak lek " ajak Leon.


Ahirnya mereka makan malam bersama.


" Ternyata benar Zha masakan kamu enak Zha, coba kamu ajari Mita, biar tidak perawatan terus, masakan juga perlu !?" kata Dani.


" Ayahhh !" tariak Mita

__ADS_1


__ADS_2