
Jalan seperti bebek
...****************...
Dua insan tertidur di tutupi selimut setengah badan dengan penuh kemenangan, yang satu tidur di dada dengan senyum bahagia.
Dahlia merasa bahagia walaupun melihat kamar yang berantakan, Dahlia keluar dengan senyum cantiknya.
Angga merasa heran dengan tingkah istrinya.
" Ada apa sayang ?" Tanya Angga.
" Mereka sedang tidur !" senyum Dahlia.
" Kok tumben ?" tanya Angga.
" Habis melakukan pergulatan, jadi lelah !" jelas Dahlia dengan rasa bahagia.
Angga heran dengan tingkah istrinya, agak aneh.
Dahlia langsung ke dapur lalu memasak, Dahlia tahu kalau menantunya lelah dan lapar, ulah anaknya
Zha terjaga dari tidurnya.
" Kak ada hantu di rumah kita ?" kata Zha membangunkan Leon.
" Emmm. . . !" sahut Leon masih setengah sadar.
" Bau ada sayur ?" kata Zha.
" Mana ada sayang, kita di apartemen hanya berdua !" kata Leon sambil mengucek matanya.
Leon bergefas turun dari ranjangnya dan memakai kimono mengecek di dapur.
Leon melihat Angga yang sedang nonton tv dan Dahlia sedang memasak.
" Mami. . . !" panggil Leon.
"Anak mami sudah bangun, mandi sana ajak istrimu sarapan bersama ?" ajak Dahlia.
" Kok tumben, mami masak ?" tanya Leon.
" Udah sana mandi terus ajak istrimu, istrimu pasti lelah !" ucap Dahlia sambil mendorong Leon.
Leon hanya menurut,
" Kak kok semakin parah rasanya kakiku " kata Zha sambil memijit kakinya yang merasa sakit saat melihat Leon di depan pintu.
Leon tanpa banyak bicara langsung menggendongnya ke kamar mandi dan memasukan ke bet up,
" Mandilah nanti sedikit ringan " jelas Leon sambil melepas kimononya dan ikut masuk.
Sekarang Zha tidak sungkan lagi dengan Leon. Leon mengangkat kaki Zha dan menyatukan kembali miliknya, kali ini desssahan di dalam beth up.
" Pantas saja Arief tidak mau meninggalkanmu, memang tubuhmu nikmat Zha " dessah Leon tanpa sadar, membuat mata Zha melotot marah.
Plak. . ! Zha menampar Leon.
__ADS_1
" Emang Zha cewek apaan kak, Zha di sentuh pertama oleh kak Leon " Bentak Zha akan menurunkan kakinya dari bath up, tapi Leon menahanya.
Leon baru sadar kalau kata - katanya menyinggung perasaan Zha.
" Jangan sayang, maafkan kak Leon " kata Leon sambil menahan Zha dan masih terus memaju mundurkan dengan cepat.
" Aghhht. . !" teriak Leon.
Sedang Zha hanya mencengkram bahu Leon. setelah Leon mengangkat miliknya Zha langsung bangun membilas badanya, tubuh yang tadinya terasa lemas, dia paksakan berdiri dan sudah tidak mengkhiraukan Leon.
Leon masih terus berteriak meminta maaf pada Zha.
Zha tidak peduli dan mencari bajunya sendiri. Leon memeluknya dari belakang.
" Sayang maafkan kak Leon ?" kata Leon.
" Lupakan aku kak, aku kotor di matamu ?" jelas Zha.
" Tidak akan, aku mencintaimu ?" kata Leon.
Leon terus merayu, merayu, dan merayu dan meyakinkan Zha sampai Zha sedikit luluh.
" Mami menunggu kita makan " kata Leon sambil mengeringkan rambut Zha.
" Mami. . !" jelas Zha.
" Ya, mami tadi memasak di dapur, yang katamu bau sayur,bukan hantu sayang, tapi mami !" jelas Leon.
" Kenapa tidak bilang dari tadi, Zha kan jadi malu ?" kata Zha.
" Aku tidak mau di ganggu walaupun itu mami !" jelas Leon.
" Tidak, hanya prinsip " jelas Leon.
" Tapi dia syurgamu !" kata Zha.
" Memang, seorang yang mencintai anaknya sepenuh hati pasti akan bahagia bila melihat anaknya bahagia " jelas Leon.
" Dan aku sekarang sudah ada yang mendampingiku, yang harus aku jaga, hati dan perasaanya " kata Leon.
Zha terharu mendengarkan Leon, Zha berdiri dan berjalan, tapi aneh.
" Sayang, kamu jalanya kok kayak bebek ?" tanya Leon.
" Ini akibat perbuatanmu " kata Zha sambil menunjuk dada Leon.
" Okey, maafkan aku sayang !?" kata Leon menyerah sambil mengangkat kedua tanganya.
Mereka jalan keluar menuju meja makan, Dahlia tersenyum bahagia melihat keduanya keluar dan melihat cara jalanya Zha. Zha menyalami kedua tangan mertuanya dengan takjim.
" Makan sayang " kata Dahlia sambil menarik bangku buat Zha dan mencium keningnya.
" Mami kok tidak bilang kalau mau kesini, jadi rumah Zha berantakan, Zha belum sempat beres - beres tadi malam pulang jan 23 : 00 dari tempat ibu " cerita Zha.
" Tidak apa - apa " kata Dahlia penuh dengan senyum, hatinya begitu bahagia tidak seperti waktu terahir kemaron di sana.
" Apa anak mami nakal ?" tanya Dahlia pada Zha.
__ADS_1
" Lumayan mi !" jawab Zha sambil melirik Leon.
Leon beda dengan Arief, Leon kalau di bilang begitu hanya mengisyaratkan matanya yang begitu sebel. Beda dengan Arief pasti dia protes.
" Maklumlah Zha, " jawab Angga.
" Leon hari ini metting dengan klien kita handle hari ini karena besok sudah hari HUT RI YANG KE 77 " jelas Angga.
" Tapi badan Leon, capek pi, pegal semua, tambah tadi malam kurang tidur " jelas Leon.
" Cuman sebentar " kata Angga.
" Istrimu juga akan mami ajak spa Leon ?" lanjut Dahlia.
" Buat apa mi, kulit Zha sudah halus lembut ?" tanya Leon, yang sedikit keberatan, karena melihat kondisi Zha yang sedikit pucat.
" Maaf mi, Zha tidak bisa, Zha juga harus ke kampus mengumpul tugas Zha " kata Zha.
" Sebentar kok sayang ?" kata Dahlia memohon melihat maminya memohon Zha dan Leon saling pandang.
" Mami tahu kamu lelahkan habis di gempur Leon ? jadi mami mau ajak kamu spa agar badankamu rileks lagi, nanti kalau kamu mau ke kampus, mami sekalian yang antar "jelas Dahlia.
Zha memberi kode pada Leon dengan meremas tangan Leon.
" Baiklah mi, tapi jangan pakaikan Zha baju seksi lagi dan jangan biaekan dia kelelahan, karena dia susah jalan " jelas Leon.
" Okey pak bos !" goda Dahlia pada putranya.
" Gimana masakan mami ?" kaya Dahlia kepo.
" Enak sih, tapi tidak seenak masakan Zha " kata Leon.
" Bener Leon dari pada kelaparan !" Bela Angga.
" Yang punya istri sama menantu pintar masak " kata Dahlia sinis.
" Cemburu ni ?" tanya Angga dengan mencium kening istrinya.
" Ah papi ?" tawa Dahlia dengan pipi semerah tomat.
Zha dan Leon ikut tersenyum melihat tingkah kedua orang tuanya yang tidak muda lagi.
Ahirnya setelah selesai menikmati sarapan mereka melakukan aktivitas masing - masing.
Leon bersama Angga metting, dan Zha bersama Dahlia ke spa.
Zha tidak bisa diam, karena duduknya merasa tidak nyaman ada rasa nyeri di kemaluanya.
Sesampainya di spa Zha di manjakan berbagai perawatan, membuat badanya sedikit rileks, tidak tegang seperti kalau menatap pandangan mesumya Leon.
Setelah memanjakan menantunya, Dahlia langsung mengantarkan ke kampus, dan Dahlia sendiri memilih pergi ke mall mencari apa yang belum Zha ketahui.
Sesampainya di kampus Zha bertemu dengan Mita.
Mita heran melihat jalan Zha yang sedikit aneh dan mulai kepo.
" Kenapa kamu Zha, kok jalanmu aneh ?" tanya Mita.
__ADS_1
" Habis mimpi masuk syurga " jawab Zha sedikit aneh.
" Jangan bilang kamu ?" tanya Mita terputus.