ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
BUKAN ORANG BIASA


__ADS_3

Bukan orang biasa


...****************...


Arief hanya tersenyum melihat tingkah pacar kecilnya, membuat ha semakin penasaran.


" Nona, dan Aden Arief, sudah di tunggu nyonya dan tuan di ruang keluarga " kata bi Sumi sambilmengacungkan jempolnya ke arah yang akan Arief dan Zha tuju.


" Iya bik terima kasih, oh ya bik kenalkan ini nona Zha," kata Arief memperkenalkan Zha pada ARTnya.


Zha masih bingung dan deg degan dengan perlakuan Arief, tapi Arief berusaha menenangkan dengan memegang tangan Zha dengan erat.


" Rif, kenapa di dadaku bunyi jedag jedug ya, dan lututku kok goyang ?" tanya Zha membuat Arief semakin gemas dan mengecup kepalanya.


" Ya sudah aku pegang ya biar gak jatuh " kata Arief, ha hanya menggelengkan kepala.


Sesampainya di ruang keluarga ada sepasang suami istri yang umuranya sekitar 50 tahunan, yang wanitanya terlihat cantik elegan walaupun sudah berumur, sedangkan yang prianya Zha sudah pernah bertemu.


" Mi, pi kenalkan ini Zha yang sering Arief ceritakan " kata Arief kepada kedua orang tuanya.


" Oh ini yang namanya Zha, manis sekali " Kata Dahlia maminya Arief.


" Iya tante, " jawab Zha sambil menyalami Dahlia.


" Sini duduk sayang " kata Dahlia, mempersilakan Zha duduk.


Mereka berbincang - bincang dan Angga menceritakan kekonyolan Zha membuat Zha sedikit malu, tapi dia bikin enjoy. saat sedang asik berbincang Arief permisi ke toilet sebentar, saat Arief ke toilet Leon datang membuat Zha kaget, ' sebenarnya keluarga apa ini ?' batin Zha.


" Rif, . . ! Rif. . ! jaket kakak mana ? jangan sembarang pake ?" kata Leon yang baru datang belum menyadari adanya Zha.


" Oh Leon, sini kenalin ini pacar adikmu !" panggil Dahlia pada anak sulungnya.


" Zha, kenalkan ini kakaknya Arief" terang Dahlia pada Zha.


Mereka menatap heran, " Zha, kamu kasini " tanya Leon.


" I i iya " kata Leon terbata.


" Kalian sudah saling kenal ?" tanya Dahlia dan juga Angga, sedangkan Zha hanya mengangguk.


' Arief kamu bohongi aku ' pikir Zha.


" Om, tante, Zha permisi dulu " kata Zha sambil berlalu pergi dan nengusap air matanya.

__ADS_1


Leon merasa bersalah, mengapa dia pulang di saat seperti ini, mungkin Zha merasa di bohongi oleh Arief.


" Kenapa tidak menunggu Arief ?" tanya Dahlia. Zha tidak mendengarnya dan berusaha menutupi air matanya.


Saat Arief keluar dia kaget melihat Zha sudah berjalan keluar. Arief mengikuti dan menariknya ke taman.


" Kenapa kamu seperti ini Zha ?" tanya Arief yang tidak tahu apa masalahnya " Apa orang tuaku kasar sama kamu ?"


" Rif, kenapa kamu tidak pernah jujur sama aku, ternyata kamu putra dari Angga reksa orang terkaya ke 5 seindonesia ?" kata Zha menjelaskan.


" Kalau aku jujur pasti kamu akan menjauhiku Zha, karena aku ingin mendapatkanmu dari ketulusanmu !" teriak Arief tidak kalah dari Zha.


" Kenapa kamu bohong, hubungan berawal dari kebohongan akankah kau hadirkan lagi dengan kebohongan yang lain ?" teriak Zha membuat Arief kaget.


" Asal kamu tahu Zha aku mencintaimu tulus, tidak ada kebohongan, aku tahu kamu msncintaiku tulus bukan hanya harta, karena banyak wanita mencintaiku hanya ingin harta orang tuaku saja " kata Arief.


" Tapi apa bisa orang kaya mencintai orang sepertiku, apakah keluargamu bisa menerimaku yang hanya wanita miskin aku gak mau Rif aku bernasib sama dengan kak Rahma " kata Zha merendah mengingat keadaan kakaknya dulu.


" Zha jangan kau menganggap orang berada itu sama aku beda dengan Rohman yang tidak bisa menghargai perempuan ?, karena aku mencintai wanita dengan iman bukan dengan nafsu " kata Arief tegas membuat Zha meneteskan air mata.


" Kalau kau sudah tidak percaya lagi denganku tidak apa - apa Zha, kalau kau ingin memutuskan hubungan ini aku terima Zha, serendah itu cintamu padaku, hanya sebuah trauma kau takut berjuang, mana Zhaku yang dulu yang selalu memperjuangkan cintaku dari para wanita penggoda ?, mana Zhaku yang dulu yang mampu berjuang bersama ARief ?" kata Arief.


" Sekarang aku terima keputusanmu Zha " kata Arief meneteskam air mata dan membalikan badan akan meninggalkan Zha.


" Arief hu hu hu, jangan tinggalin Zha, Zha hanya mencintai Arief, maafkan Zha kalau menyakiti Arief, atas trauma Zha, hu hu hu hu Zha takut kehilangan Arief hu hu hu" tangis Zha sambil memeluk Arief dari belakang.


Arief membalikan badan, tidak tega melihat wanitanya menangis.


" Zha, aku juga mencintaimu, aku tidak bisa tanpamu, hilangkan rasa takutmu, aku akan menjagamu dari segalanya jangan kau pikirkan masalah jabatan tentang hubungan kita " kata Arief sambil mengelus kepala Zha, Zha hanya mengangguk


" Kita lanjut ke tempat mami dan papi ya, membicarakan niat kita " kata Arief, Zha hanya mengangguk.


Ahirnya mereka berdua menemui orang tuanya, dan ada Leon yang masih bercengkrama.


" Mi, pi, Arief mengajak Zha kesini ingin membicarakan sesuatu " kata Arief mengawali pembicaraan serius.


" Apa rif ?" tanya Angga.


" Arief sudah lama pacaran dengan Zha, Arief ingin meneruskan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius " kata Arief.


" Emmm " jawab Angga.


" Arief berniat melamar Zha, kalau Zha belum siap untuk menikah Arief siap menunggu " kata Arief.

__ADS_1


" Terus apa rencanamu ?" tanya Angga.


" Arief ingin besok papi dan mami menemui keluarga Zha " pinta Arief.


" Tapi papi ingin bertanya pada Zha ?" kata Angga.


" Iya om ?" kata Zha.


" Apa kamu yakin ingin dengan Arief ?" tanya Angga pada Zha.


" Insya allah yakin om " jawab Zha Mantab.


" Arief itu orangnya keras dan manja, apa yang dia inginkan harus segera tercapai apakah kamu sanggup pacaran jarah jauh ? kalau kamu belum siap nikah sekarang ?" tanya Angga.


" Zha yakin Zha sanggup om demi kebaikan dan masa depan Arief " jawab Zha mantab.


" Kalau kamu tidak sanggup, lebih baik menikahlah om merestui kalian " kata Angga menginginkan putra bungsunya menikah muda di umur ke 21 tahun.


" Tidak om, Zha masih ingin bekerja membantu keuangan keluarga " kata Zha.


" Kamu tidak perlu bekerja jika sudah jadi istrinya Arief " kata Angga.


" Zha belum siap om Zha ingin mencari pengalaman " jawab Zha.


" Baiklah kalau itu mau kalian " kata Angga mengalah.


Dahlia gantian berbicara.


" Arief, Zha . . ! " panggil dahlia.


" Iya tante !? " jawab Zha.


" Iya mi !?" tanya Arief.


" Mami mau memberi beberapa syarat kalau kalian masih ingin tunangan saja ? " tekan Dahlia, membuat semuanya melotot.


" Apa mi ?"


" Mami ingin kalau Zha bekerja, Zha harus bekerja di perusahaan papi, " kata Dahlia.


" Emang kenapa mi ?" tanya Arief.


" Karena mami ingin Zha ada yang menjaga, karena di sana ada kak Leon dan juga papi, Mami tidak ingin nasib kamu seperti kakak kamu, prustasi gara - gara wanita yang dia cintai entah kemana, hanya karena kesalahanya sendiri, itu juga karena kesalahan kita, karena kurang pengawasan kita juga sampai saat ini masih belum menginginkan wanita lagi " cerita Dahlia, membuat Leon yang ikut gabung melotot.

__ADS_1


__ADS_2