
Cinta tidak memandang segalanya
...****************...
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, yaitu hari di mana hasil jerih payah mereka belajar selama tiga tahun. yakni pengumuman kelulusan, anak sekolah SMK jurusan akutansi kelas dua belas menunggu di depan pintu kantor dewan guru.
Tanpa terkecuali Zha, Mita, dan Adi, trio kwek - kwek itu tidak ketinggalan apalagi Mita, dia menunggu sambil mengoceh tidak penting.
Ahirnya kepala sekolah menempelkan kertas di papan pengumuman, semua murid berdesakan ingin melihatnya, banyak siswa yang memangis. entah bahagia, atau bersedih, sekarang giliran trio kwek - kwek.
Mita dan Adi namanya telah jelas terpampang di sana namun nama Zha di carinya berkali - kali, tidak di temukan.
Zha menangis,Mita dan Adi menenangkanya.
" Aku harus mengulang setahun lagi huh huh huh !" tangis Zha.
" Sabar Zha, masih banyak nama yang belum tertulis di sana " kata Mita.
" Ya itu yang bernasib sama dengan ku mit hu hu hu. . . !" kata Zha masih menamgis.
Saat guru lain membawa kertas lago, dan menempelnya di papan pengumuman Zha langsung berdiri dan melihatnya. ahirnya Zha melihat namanua di sana, alangkah senangnya dirinya.
Melihat itu semua, Zha, Mita dan Adi, yang sudah menyiapkan pilok di tasnua, segera mengeluarkan dan mencoret - coret baju teman - temanya dengan bahagia.
Terik matahari siang bolong tidak membuat mereka panas, karena merasa bahagia, belajar mereka selama ini terbayar sudah.
Tidak terasa jam sudah menunjukan hampir magrib, namun semua siswa masih melepas kebahagiaanya, kebahagiaan karena kelulusan, dan kesedihan karena akan berpisah dengan teman - temanya.
Mereka berpisah, tapi setelah magrib mereka berkumpul lagi menghabiskan waktu bersama, karena mereka akan berpisah, ada yang mau lanjut kuliah dan ada juga yang mau menikah, atau merantau ke luar negri.
Zha, yang telah siap tidak lupa menelpon Arif.
[ " Rif, aku lulus "] kata Zha penuh bahagia.
Arief pun bangga dan melihat raut bahagia di wajah Zha di sebrang dengan Vidio callnya.
Zha bersiap menunggu di jemput Arief ke cafe XXX berkumpul bersama teman sealumni.
__ADS_1
" Pacarku sudah lulus, membuat aku jadi tambah sayang " Kata Arief sbil mengacak rambut Zha yang baru keluar rumah.
" Iya dong " kata Zha dengan manja.
" Ayok kita berangkat kebury malam " ajak Arief.
Sesampainya di sana Zha beesama pacar, dan kedia bodyguardnya segera bergabung.
" Hai Zha, kamu kok masih betah sih pacaran sama cowok kere kayak Arief " kata Ima yang baru datang menghamporinya.
" Emang salah ya aku pacaran dengan Arief, mak aku saja nggak ngelarang, kenapa lo yang orang lain ngelarang " jawab Zha.
" Eh jadi cewek itu jangan mau di ajak sengsara, karena kekayaan seorang lelaki ukuran dari kecantikan kita, kayakbpacarku anak orang kaya " kata Ima
" Kalau saya Ma, CINTA TIDAK MEMANDANG SEGANYA. Kita hanya berencana, belum tentu itu jodoh kita, siapa tau pacaran sama adiknya kakaknya yang nikah sama kita, kitakan tidak pernah tahu dan satu lagi Ma, yang kayakan orang tuanya ingat itu " kata Zha, sedangkan ketiganya hanya diam
" Kamu cantik Zha, nyesel lamu sama Arief " kata Ima memuji juga menjatuhkan.
" Itu urusanku, kenahagianku dengan pilihanku " kata Zha.
" Zha, aku keluar dulu ya ? sebentar kok " kata Arief memintak izin pada Zha.
" Okey, jangan lama - lama ya ?" kata Zha.
Arief keluar, sebelum keluar tidak lupa mencium kening kekasihnya yang membuatnya candu membuat semua teman Zja iri dengan perhatian Arief, dengan mengendarai motor matiknya.
Sesampainya di toko emas, Arief tidak sengaja bertemu kakaknya di toko emas yang sama, memilih cincin berlian yang mahal sedangkan Arief memilih yang sederhana.
" Hai Rif kok ada di sini ? " tanya Leon saat melihat adiknya.
" Kak Leon, ini lagi cari cincin, " kata Arief.
" Buat apa ?" tanya Leon.
" Aku ingin melamar pacarku, karena hari kelulusanya " jelas Arief. " Kak Leon sendiri kenapa di sini ?" yanya Arief.
" Sama, cari cincin, ingin melamar wanitaku " kata Leon.
__ADS_1
" Wah, ternyata kak Leon sudah punya pacar kirain jomblo ?" kata Arief meledek kakaknya. mambut mereka tertawa bersama.
" Kenapa pilih yang ini Rif apa uangmu tidak cukup ?" tanya Leon
"Tidak kak masih banyak kok uangnya ", kata Arief.
" Carilah barang yang mahal untuk pasanganmu, semahal harga cintamu pada kekasihmu " kata Leon menasehati adiknya.
" Tidak ada bandinganya kalau di samakan dengan barang semahal apa cintaku padanya " jawab Arief.
Membuat kakak beradik itu saling adu pandang dan ahirnya tertawa bersama.
" Berapa koh ?" tanya Arief sama penjual emas.
" Lima belas juta saja " Kata Koh.
" Kalau yang ini ?" tanya Leon sambil menyodorkan cincin berlian.
" Lima puluh juta " kata koh.
" Rif, biar kakak saja yang bayar, " pinta Leon.
" Tidak kak ini buat wanita sepesialku, jadi harus aku sendiri yang bayar, dengan jerih payahku " kata Arief.
" Ya sudah " Ahirnya Leon mengalah.
" Kakak adik ya mas, tapi tampan kakaknya " kata koh penjual emas, yang tidak tahu namanya.
" Iya koh, tapi pintar adiknya dalam cari pacar " canda Leon.
" Emang wajah itu bukan patokan dalam bahagia menjalin asmara " kata koh " Hati - hati nanti satu wanita yang kalian cintai " kata koh.
" Tidak mungkin koh, level kakaku lebih tinggi, beda aku yang pecinta anak kecil secara kakaku kan CEo !" kata Arief.
" Ha ha ha ha . . !" tawa semuanya.
" Ada - ada saja kalian ini " kata koh.
__ADS_1