ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
MIMPI BURUK


__ADS_3

Mimpi buruk


...****************...


Ternyata hari itu hari terahir kita bersama Rif ' tapi Zha masih bisa menahan tangis.


Setelah semuanya siap semua berkumpul di meja makan.


Zha terngiang - ngiang kata - kata Arief sebelum pemberangkatan.


Di meja makan Zha hanya diam, dan tidak bisa menelan makanan.


" Kenapa kamu Zha?" biasanya makanya banyak ?" kata Leon penuh kuatir.


" Hiks Hiks hiks. . . !" tangis Zha pecah setelah di tahan dari tadi.


" Aku kangen Arief kak Leon, kapan dia pulang hiks hiks hiks " teriak Zha.


Leon langsung menarik Zha dalam pelukanya.


" Sampai kapan kau harus memikirkan Arief, Arief sudah bahagia di sana, " kata Leon.


" Apa dia tidak tahu Zha Rindu, Zha Rindu " Leon hanya mendekapnya lebih keras.


Angga dan Dahlia, jadi ikut sedih.


" Kamu sayang sama Arief, tapi allah lebih sayang sama Arief " kata Leon.


' Segitu menderitanya kamu di tinggal Arief, aku suruh kalian tunangan agar Arief tidak nengalami sakit hati seperti Leon, tapi sekarang berbanding berbalik, Zha yang menderita karena di tinggal Arief ' pikir Dahlia.


" Kita susul Arief ke Swish kak, aku kangen aku kangen banget kak hu hu hu di rumah ini, ya Arief meninggal kenangan di rumah ini " tangis Zha masih sesenggukan !.


" Kita pulang yok ?" tanya Leon dan di angguki Zha.


Ahirnya mereka berdua keluar dan pulang, Zha tertidur lagi di mobil.


Leon mampir dulu ke mini market mencari cemilan untuk istrinya, karena dari siang belum makan, hanya makan di warteg tadi pagi.


Saat Leon masuk mobil dan mengamati wajah Zha.


" Rahma. . . . ! adikmu lebih cantik, lebih setia, tidak seperti kamu, kau ada masalah dikit langsung menutuskan hubungan dan pilih menikah sama orang lain " gumam Leon.


" Rahma adikmu dia manja tapi dia mandiri, dia kuat walau harus menumpahkan air mata " kata Leon sambil mengusap pipi Zha yang masih tertidur.


Leon menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang di tengah perjalaban yang sepi.


Ciiit. . . !


Bunyi rem Leon yang berhenti mendadak sehingga membangunkan Zha.


" Ada apa kak Leon ?" tanya Zha yang setengah sadar.


" Tidak tahu Zha, ada yang menghadang kita !" kata Leon.


Lalu Zha membelalakan mata ke depan, benar ada 5 orang berbadan tegap dan besar keluar dari mobil jalan ke arah mereka.


" Kak Leon, Zha takut ?" kata Zha.


" Kamu tunggu di sini, kalau ada apa - apa kamu telepon polisi " kata Leon yang tidak tegang sama sekali.

__ADS_1


" Keluar. . . . !"


" Keluar. . . . !"


" Keluar. . . !"


" Kalau tidak keluar, akan ku pexah kaca ini. . . !" bentak salah satu preman yang berbadan tegap, yang sepertinya ketua geng yang memukul - mukul kaca mobil dengan pemukul bisbol.


" Tidak usah takut Zha, kak Leon pasti bisa hadapi !" kata Leon menenangkan Zha dan mencium pucuk kepalanya.


" Kak Leon !" kata Zha memanggil Leon yang akan membuka pintu mobil.


Lalu Zha memekuk Leon. " Tenang, berdoa, semoga kita selamat " kata Leon.


" Keluar, atau ?" kata salah seorang preman yang memegang senjata tajam terputus, karena Leon sudah keluar.


Zha langsung menghubungi panggilan darurat dengan ponsel Leon yang di tinggal di mobil dengan sengaja agar bisa di pakai Zha.


" Serangg. . . !" kata ketua geng.


Leon yang sudah siap menerima seranganpun langsung menghajar satu per satu.


Bugh


bugh


bugh


Serangan demi serangan bisa Leon hadapi.


" Kak Leon tolongin Zha . . !" teriak Zha yang di gelandang salah satu preman.


" Kak Leon awas. . . !" teriak Zha, saat melihat teman preman yang membawavsenjata tajam mengarah pada Leon.


Sreeet.


Kreeeek


" Akhhhhh " teriak preman itu saat Leon memelintir tangan itu.


Tapi Leon terluka pada tanganya jadi dia sedikit kualahan menghadapinya.


Saat Leon terluka, ada preman yang akan memukulnya dari belakang.


Bugh


Ternyata ada yang menyelamatkan Leon, dia seorang wanita, berpenampilan tomboy, tegap, tinggi, karena gelap hanya penerangan lampu jalan, sepertinya cantik, hidung mancung seperti Leon.


Dia menghajar para lawan dengan sekali lawan.


Dan bersatu dengan Leon, menempelkan punggungnya dengan punggung Leon.


" Cuman segitu saja kalah " hina perempuan misterius itu pada Leon.


" Bringsik " bentak Leon.


Semua di hadapi bersama, dan semua tumbang, saat itu sirine polisi datang, mereka lari masuk mobil, dan cabut.


Sedangkan yang satunya sudah terluka parah, jadi di seret oleh rekanya.

__ADS_1


Mereka berhasil kabur. dan wanita misterius itu segera cabut. tapi Leon berhasil menahanya dengan menarik jaket bagian depan, sampai tertarik ke siku.


Leon tercengang melihat tanda lahir merah di sikunya, seperti yang dia punya.


" Kamu mau bilang makahkan ? sudah ku jawab iya, sekarang lepas " kata wanita itu sambil mengibaskan tanganya, sampai tangan Leon terlepas.


Dan lari meloncati pagar dengan lincah, Leon masih tercengang memandang gadis misterius itu


Polisi datang dan menanyakan, keadaan Leon dan juga Zha.


Setelah semuanya baik, polisi mengawal Leon dan Zha sampai ke apartemen.


Zha masih bertanya tentang wanita tadi pada Leon, tapi Leon menjawab tidak tahu.


Sesampainya di apartemen, Zha langsung sibuk cari kotak P3k dan mengompres Leon dan mengobati luka Leon.


Melihat luka Leon yang di lengan Zha ingin membawanya ke rumah sakit, tapi Leon tidak mau.


" Roy, tolong selidiki dan cari tahu gadis, yang mempunyai tanda lahir merah di siku kiri " kata Leon di ponselnya pada asisten kepercayaanya, yang Anggapun tidak tahu.


" Baik tuan " jawabnya singkat.


Saat Zha mengobati pipi Leon, wajahnyapun mendekat pada Leon. Leon merasa terangsang dan tanpa sadar ******* bibir Zha, Zha hanya pasrah, karena perlakuanya begitu lembut.


Dan turun ke tengkuk leher Zha dan memberi tanda merah, memeluk pinggang Zha yang ramping.


" Ahhhh Arief. . ! " saat Zha mendesah.


Leon langsung melepaskanya.


' Kau bermain padaku yang kau panggil masih Arief Zha, biar ku tunggu kau melupakan Arief, Ragamu sudah menerimaku tapi jiwamu bersama Arief ' kata Zha di dalam hati.


" Kenapa kak Leon ?" tanya Zha saat Leon melepaskanya.


" Tanganku sakit Zha, kak Leon mau istirahat " kata Leon langsung di bantu oleh Zha.


Doooor. . . . !


Doooor. . . !


Doooor. . . . !


suara timah panas memecahkan gendang telinga.


" Ayah, Aku bisa pas tepat sasaran " kata anak kecil sekitar lima tahunan.


" Kau hebat suatu saat nanti kau akan nenjadi penembak jitu, kau akan ayah tugaskan menjaga mama dan adikmu " kata lelaki Dewasa berjuluk ayah yang tampan yang sedang mengajari anaknya memefang pistol.


" Kau, , , kau yang membunuh orang tuaku ? keparat kamu , , !" kata seorang wanita dewasa berjuluk mama dengan perut buncit, sedang hamil datang tergopoh - gopoh.


" Siapa yang membunuh orang tuamu sayang ?" tanya lelaki dewasa tadi.


" Cukup bersikap baik pada ku ?" kata wanita itu.


" Ya kau telah membunuh orang tuanya ? kau tembak mati di markasmu dan kau buang ke jurang " kata seorang pria dempal dengan kulit sawo matang.


" Mana buktinya ?" tanya pria 1.


" Sebelum kejadian kau di sana ? jadi bukti itu mengarah padamu " kata pria 2.

__ADS_1


__ADS_2