
Aku Hamil
...****************...
Zha bangun mandi dan langsung menuju dapur membuatkan sarapan.
" Istriku sekarang berisi tubuhnya, pantas janda lebih menggoda dari pada per4w4n !" Kata Leon sambil memeluknya dari belakang.
" Malu kak ada bik Nur " Kata Zha sambil melirik Nur yang ada di dekatnya.
Leon masih terus menciumi tengkuk leher Zha dari belakang tanpa menghiraukan Nur yang ada di dekatnya.
" Kak Leon tidak ke kantor kak ?" Tanya Zha.
" Tidak, aku ingin menemani istriku pagi ini, dan siang nanti kita melihat hotel Arief, dan besok kita pulang " jelas Leon.
" Kok buru - buru ?" tanya Zha.
" Ada metting besar para investor jadi rugi kalau kak Leon tidak ikut, siapa tahu kita menang lagi, ?" jelas Leon.
" Emang apa bedanya menang dan kalah ?" tanya Zha.
" Kalau menang kita akan mendapatkan keuntungan lebih besar, dan membesarkan perusahaan perusahaan kita sendiri tanpa nama reksa group " jelas Leon.
" Tapi jangan bilang papi, ini inisiatifku dengan Arief " bisik Leon pada Zha.
" Oooo jadi main petak umpet ?, " Kata Zha.
Leon geleng kepala " Setiap orang membangun rumah tangga tujuanya menuju masa depan, sedang papu selalu melarang kita untuk keluar dari perusahaanua, dan prinsipnya harus kerja kerja dan kerja !" Kata Leon.
" Kamu ingin apa kalau tander ini menang ?" tanya Leon.
" Terserah kak Leon, apapun pilihan suami aku selalu menerima ?" Kata Zha.
" Apa kamu betah di sini, sepertinya berat akan pulang !?" Tanya Leon.
" Emmm " Jawab Zha.
" Tapi aku tidak suka pergaulan di sini, kamu lihat kemarin yang makan di cafe bersama kita, masih sama - sama bocah begitu bebasnya pacaran ?" Kata Leon membuat Zha melotot.
" Kak Leon coba lihat Zha, Zha juga masih bocah sudah nikah sama om - om lagi !" Kata Zha sambil teriak membuat Nur dan Jarwo tersenyum
" Hai bukan itu maksudnya, anak - anak itu pakai seragam sekolah apa orang tuanya tidak tahu kalau anaknya ngeluyur ?" Kata Leon menjelaskan.
__ADS_1
" Kalau kamukan istri sah aku yang cantik yang imut, yang manja " rayu Leon.
" Kak Leon tidak tahu saja, di setiap kota pasti ada saja, karena setiap muka saja pasti ada jerawatnya, seperti kota juga ada yang bikin kotor ? paham. . . kak Leon sayang ?" Kata Leon sambil berjalan ke meja makan.
" Kenapa aku kalau debat dengan istriku selalu kalah ya apa jangan - jangan seorang nenek yang di bikin muda lagi ya atau karena sudah di perem, matang sebelum waktunya ?" Tanya Leon.
" Dasar, kalau nenek - nenek, mana bisa melayanimu sekuat kuda " jawab Zha.
" Ha ha ha, tapikan sudah aku pijitin sayang !" Kata Leon.
" Setiap manusia itu IQ nya berbeda - beda, seperti kak Leon pintar bisnis, tapi tidak bisa mengurus keluarga, tapi Zha otak pas- pasan tapi hebat di ranjang Ha ha ha ! " jawab Zha dengan tawa.
" Ha ha ha. . . kalau gitu nanti kita buktikan !?" jawab Leon sambil mengunyah makananya membuat Zha bungkam dan menatap suaminya.
" Aku bukan robot kak Leon . . !" teriak Zha.
" Katanya kuat, harus mau !" pandang Leon genit.
Nur dan Jarwo ikut tersenyum dengan tingkah majikanya.
" Seumur hidup kita, kita tidak pernah melihat tuan Leon tertawa seperti ini !" bisik Nur pada suaminya.
Di dekat kolam renang Zha sudah menyiapkan bahan perawatanya dan siap perawatan kulitnya.
" Kenapa sayang ?" Tanya Leon sambil mengunci pintu belakang dari belakang dengan pandangan genit.
" Mau ngapain kak Leon ?" tanya Zha.
" Mau membantu kamu perawatan, berbaringlah biar sedikit aku pijitin kamu pasti lelah karena melay4niku ?" suruh Leon sambil memegang kaki Zha dan siap melakukan perawatan.
" Ini pasti lelah ya ?" tanya Leon.
Zha mengangguk dan semakin di manja dengan sentuhan Leon, Leon mulai nakal menarik handuk yang melilit tubuh Zha sampai hanya tertinggal pengamanya saja saja.
" Kak Leon ?" teriak Zha.
" Akan aku manjakan kamu Zha !" jawab Leon sambil perawatan di bagian tubuh Zha.
Leon terus mengelus tubuh Zha, lama kelamaan bibir Leon yang mendarat pada tubuh Zha dari ujung kaki sampai kepala.
" Kak kenapa tadi kata kak Leon j4nda lebih menggoda dari pada per4wan, apa kak Leon tergoda dengan janda, atau kak Leon bosan sama Zha " tanya Zha pada Leon yang masih m3ncium! tubuhnya.
" Siapa yang tergod4 dengan janda ?" tanya Leon.
__ADS_1
" Kau tahu, di saat kau masih peraw4n tubuhmu masih lurus tidak m3ngg4irahkan, sekarang serba chaby, pipimu, p4yud4ramu sekarang sudah besar p4nt4tmu semua sudah m3ngg4irahkan di pandang, itu karena ciptaanku sayang " kata Leon genit dan m3ncumbu tubuh Zha lagi.
" Kak, apa Zha hamil ya ?" tanya Zha membuat Leon menghentikan aktivitasnya dengan pandangan tajam ke arah Zha.
" Ha ha ha, Zha hanya bercanda kak ?" tawa Zha yang di paksakan.
" Ha ha ha kau ada - ada saja, membuatku panik Zha ku kira kau sungguhan !" sambung tawa Zha.
" Kak Leon mau ngapain ?" tanya Zha saat melihat Leon melucuti pakainya yang tertinggal hanya boxer.
" Mau berenang lah, masa mau masak ?" kata Leon membuat Zha bernafas lega.
" Ajarkan Zha berenang ya ?" tanya Zha.
" Emmmm " jawab Leon sambil meneliti tubuh Zha dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Saat Leon sudah masuk air.
" Enaknya kalau mau berenang lepas saja semua, kalau tidak pakai baju renang, tapi di sini tidak ada baju renang " kata Leon dengan senyum, mengerjai istrinya.
" Tapi kak Leon juga tidak di lepas ?" jawab Zha.
" Nanti kalau sudah memberontak " Leon lirih nyaris tidak terdengar oleh Zha.
" Apa kak ?" Zha menjelaskan.
" Tidak, sini duduk, kak Leon bukain !" kata Leon sambil menepuk pinggir kolam renang.
Zha yang p0l0s hanya menurut di kerjai suaminya.
Leon tersenyum menang saat istrinya menurut dengannya, dan yang terahir Leon menarik pengaman segi tiga Zha sampai terpampang jelas lubang surganya yang menjadi candunya.
Leon menenggelamkan wajahnya di antara dua p4h4 Zha.
" Kak Leon ngerjain Zha ya ?" tanya Zha yang baru sadar di kerjain.
" Ha ha ha kalau berenang t3l4nj4ng hanya sama suami saja Zha !" tawa Leon membuat Zha cemberut.
Leon membuka lebar kaki Zha dan memasukanya lagi wajahnya.
" Ahhhh mhhh !" d3s4h Zha saat lidah Leon memainkan lubang surganya.
" Kak Leon dia belum istirahat loh hhhhmmmm " kata Zha sambil tertahan d3s4han.
__ADS_1
" Kita nikmati saja, sebelum kita punya anak !" kata Leon.