
Baby twin
...****************...
Mereka saling cerita, berbagi pengalaman.
" Apa kamu tidak curiga Zha dengan suamimu, dia tampan, pintar bisnis, dan di sana banyak wanita penggoda " bu Rt.
" Kalau rasa itu kadang muncul sih buk, tapi Zha percaya, kalau kak Leon setia dengan Zha, dan kasih sayangnya pada kedua putranya tidak akan berubah !" jelas Zha.
" Semoga saja Zha. . !" kata bu RT.
" Kak, Zha para cowok menunggumu di perempatan, menunggumu membeli sayuran " kata anak kecil cewek yang masih pakai seragam sekolah menengah pertama.
" Jangan ngacok kamu !" kata bu RT yang ternyata anak bu Rt.
" Iya, kakak, para anak SMA, " kata anak tadi sahutnya ngeyel.
" Zha. . .!" panggil seorang lekaki yang tidak asing.
" Pak Denis, kok ada di sini ?" tanya Zha dengan kaget.
" Seharusnya aku yang tanya, kamu kok ada di sini ? ini rumahku " kata Denis.
" A a aku, tetangga baru kalian! " kata Zha gugup.
" Kalian kenal ?" tanya bu Rt.
" Ini cewek yang aku ceritakan, yang membuat aku di blacklist dari universitas manapun, oleh pemilik kampus dan hampir mati karena di siksa " kata Denis pada ibunya.
" Jadi. . . !" kata bu Rt sambil menunjuk Zha.
Zha jadi takut, seorang bodyguard maju, ingin membantu Zha.
" Tapi wajar kalau suaminya marah, ibu juga begitu, kalau ada seorang wanita mendekati ayahmu ! " kata bu Rt.
" Tapi tidak perlu menghajarnya sampai sekarat " kata Dennis.
" Karena bapak, terang - terangan menghinaku sebagai pelacur, siapa yang tidak sakit, berhubungan dengan suaminya sendiri, di bilang pelacur, kalau aku hubungan sama bapak iya !" kata Zha.
" Seharusnya, suamimu juga harus tahu, kalau istrinya, baby face, tidak hanya aku yang tertipu, tapi juga Wahyu yang terobsesi denganmu, sampai melakukan segala cara untuk menikmati tubuhmu !" kata Denis.
__ADS_1
" Maksudnya ?" tanya Zha penasaran.
" Apa Leon tidak cerita, Wahyu sampai patah kaki sebelah, karena mencuri - curi, foto - foto bugilmu, saat di ruang ganti, di toilet kampus, hanya untuk menuntaskan hasratnya, anak buah suamimu juga, mendatangi kosan Wahyu, dan hampir membakarnya, karena terdapat fotomu di setiap sudut kamar Wahyu, tapi warga melarangnya " kata Denis.
Zha berpikir, " Kak Leon kok tidak cerita !?" kata Zha.
Denis menaikan pundaknya, dan Zha permisi pulang,
Saat malamya Zha bertanya pada Leon yang di ceritakan Denis. Leon menjawab dengan enteng.
" Suami mana sayang, yang tidak marah, bila istrinya di sukai dan di hina orang lain, apa lagi fotonya buat menuntaskan hasratnya " kata Leon.
Saat Zha akan melayangkan protes, Leon langsung menutup mulutnya dengan sati jarinya.
" Kau ingat, di saat kau cemburu dengan Butet, kau hampir saja membunuhnya, dan aku. mungkin waktu itu aku, jika tidak ada Roy, aku juga sudah memporak porandakan otaknya, tapi aku masih ingat pesan kamu sayang, kalian masih butuh aku, dan aku tidak mau mendekam di penjara " jelas Leon.
" Lain kali jangan seperti itu ya kak, Denis juga jangan di blaclist, kasihan orang tuanya, dia, menyekolahkanya, hanya Denis tumpuan keluarganya, dia menyekolahkan Denis hingga tinggi, iya kalau otaknya seperti kak Leon! walau tidak kerja tempat Angga, masih tetap bisa menafkahi anak istrinya !" kata Zha.
" Baik, kak Leon turuti, tapi dengan beberapa syarat yang pertama dia harus pergi dari kota ini yang jauh agar tidak bisa melihat kamu, ke dua dia harus menandatangani surat perjanjian, kalau sampai dia sedikit saja memandang, atau melirik istriku, apa lagi mengganggu dan menghinanya dia harus siap mati di tanganku !" kata Leon.
Zha memandang suaminya, dan Leon memandang Zha.
" Bagaimana ?" tanya Leon.
" Kalau peelu kemarin sudah ku cincang habis Zha !" kata Leon dengan sedikit emosi.
Zha mengangguk. " Tanya saja sama dia, jangan sama Zha, Zha bukan istrinya " jawab Zha sinis.
" Kau istri Leon !" kata Leon sambil memeluk Zha melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
Di saat masih bercanda dengan keluarganya, ketukan pintu dari luar, membuyarkan canda tawanya.
" Nona ada tamu di luar, mencari nona !" kata Ijah.
" Ya bik suruh tunggu " kata Zha,
Zha turun dari tangga, dengan kimono tidur yang biasa ia pakai, jadi terlihat seksi membuat mata remaja memandang tidak berkedip dan di lihatnya, para remaja kampung yang ingin ngapelin Zha, di kira Zha masih perawan.
Zha tahu maksud para pemuda dan masuk lagi menemui Leon dan menggendong putranya yang sudah mulai mengoceh.
" Ada perlu apa kalian kemari !?" tanya Leon pada para remaja.
__ADS_1
" Kami hanya ingin bersilaturahmi, dan kalau kakak mengizinkan aku ingin kenal lebih jauh dengan adik kakak, Zha. . . !" pemuda itu menjelaskan.
" Ternyata istrimu ini masih cantik kak !" bisik Zha pada Leon, sedikit tersenyum.
" Kau ingin kenal lebih jauh denganya " kata Leon sambil mencium kening Zha membuat mata para pria heran.
" Kau tahu, dia seorang perempuan manja, cengeng, tambah lagi sakit sedkit saja di besarkan, hanya kehilangan keperawananya, mengungkitnya, sampai sudah punya anak, jadi lebih baik carilah, wanita yang lain, dari pada dia, karena dia bersuami, dan suaminya, tidak akan menyerahkan dia pada siapapun !" kata Leon, Zha menahan tawa.
" Ma mamaksud kakak ?" tanya seorang pemuda.
" Dia istriku, bukan adiku, dan itu, baby twin kita, Arka dan Aksa, walaupun Zha terlihat kecil, tubuhnya mungil, tapi dia sudah pernah mengandung kedua putra kami " jawab Leon.
" Kalau sudah tidak ada kepentingan lain, kalian boleh pergi, sebelum aku naik darah " kata Leon.
Semua pria keluar, dan berlari sampai bingung mencari sandalnya masing - masing.
Zha tersenyum melihat tingkah remaja.
" Kenapa senyum - senyum, suka di apelin ?" tanya Leon.
" Suka, ! wajarlah kak, kita menikah tanpa pacaran, jadi kak Leon tidak pernah ngapelin Zha, dan di umur tujuh belas tahun, sudah kak Leon nikahi, dan delapan belas tahun sudah kak Leon perawanin, siapa yang akan ngapelin Zha !?" kata Zha.
" Dasar anak kecil, walaupun aku tidak apelin kamu, tapi aku sudah nafkahin lahir dan batin kamu, kau menikmati tubuh aku aku pun sama " jelas Leon sambil menarik hidung Zha.
" Mendingan kita menikmati hidup kita dengan penuh berwarna bersama kedua putra kita " kata Leon.
...****************...
Saat siang tiba, para ibu - ibu kampung, bermain di rumah Zha.
" Waw, ini kah rumah pembisnis, penjaga, tidak hanya satu, pantas anak saya, senang benar main ke sini !" kata Surti.
" Kau benar Zha, bukan istri simpanan ?" kata Warti meyakinkan.
" Buk, jangan bilang seperti itu, nanti suami ibu saya goda loh !" ledek Zha.
" Bener itu Zha !" bela Indah membuat Warti manyun.
" Istri sah, serasa istri simpanan, aku keliling ya ?" tanya Warti. Zha mengangguk.
" Buk Arka dan Aksa bangun, sepertinya ingin ***** !" kata Yati.
__ADS_1
" Bawa sini saja Yati !" kata Zha.