
Pebinor 1
...****************...
Setelah semua siap, Angga dan Dahlia sendiri yang mengantar Leon dan juga Zha ke bandara.
" Hati - hati ya sayang, semoga pulang membawa kabar baik ? dan kalau anak mami nakal, bilang saja, biar mami jewer " kata Dahlia penuh kasih sayang pada menantunya.
Zha dan Leon masuk ke dalam pesawat, dan melambaikan tangannya.
" Kak Leon, Zha belum pernah naik pesawat, takut mabuk ?" kata Zha.
" Sini di ketiaknya kak Leon, biar tidak mabok !" kata Leon sambil menarik Zha.
Zha menurut dan tertidur di ketiak Leon, sampai tempat.
Sampai di sana di sambut oleh pamanya dengan senyum yang sumringah.
" Leon, tambah tampan saja dirimu ?" Sambut paman Re.
" Istrimu juga cantik " puji tante Lala istri paman Re.
Zha tersenyum menunjukan lesung pipinya.
Leon masuk ke rumah sederhana tapi rapih, sedang di depan rumah sudah tertata riasan pesta pengantin.
" Aldo mana Om ?" tanya Leon menanyakan pengantin prianya.
" Masih di kamar, mungkin masih ganti baju dengan petugas MUA karena acaranya habis magrib ?" jelas Re.
" Kok mendadak ngabarinya ?" kata Leon.
" Nikahnya juga mendadak Leon, jadi kasih kabarnya mendadak " jelas Re.
" Bagai mana tidak dadakan Istrinya sudah hamil Leon, jadi tidak ada rencana !" Ucap Lala sambil menghidangkan kopi hangat.
" Jadi acaranya sederhana, tidak menyangka kalau papimu mengutusmu ke sini ?" Lanjut Re.
" Iya Om, mau sekalian manjain istri jalan - jalan ke luar negri " jawab Leon.
" Di makan dulu cemilanya, habis itu mandi dan makan bersama ?" kata Lala sambil menyuguhkan Roti khas Belanda .
Aldo keluar sudah dengan baju putih, tapi belum berjas.
" Hai saudaraku ?" sapa Aldo pada Leon.
" Hallo Do !" sapa Leon balik.
Mereka berpelukan, dan di belakang Leon ada Zha, Aldo tidak berkedip memandang Zha dengan senyumanya.
__ADS_1
Pelukanya terlepas.
" Ini istrimu ?" tanya Aldo sambil menyalami Zha dan di angguki Leon.
" Bukankah dia tunangan Arief ?" tanyanya lagi belum melepas tanganya dari tangan Zha.
" Zha . . !" mengenalkan diri.
" Aldo !" kata Aldo balik
" Iya, tapi dia istriku, Arief menitipkanya padaku, dan menjadi jodohku ?" jelas Leon.
" Cantiknya wanita lokal Indonesia, tanpa riasanpun tidak bosan melihatnya pantas Arief takut kalau jatuh ke tangan orang lain !" puji Aldo sambil mencium tangan Zha dengan mesra, Zha merasa tidak nyaman.
" Tanganmu lembut " Kata Aldo sambil mengelus tangan Zha.
Zha segera menariknya, Leon tahu kalau istrinua tidak nyaman sedikit menahan emosi.
" Mana istrimu ?" tanya Leon.
" Masih di rias di kamar !" kata Aldo yang duduk dan tatapanya masih pada Zha.
" Aku tahu kamu, karena instlagram Arief isinya hanya kamu, waktu otu kamu masih pakai seragam sekolah ya ?: tanya Aldo pada Zha.
" Iya, , , ,!" jawab Zha.
" Tidak usah canggung anggap saja rumah sendiri, eh tapi salah rumah om Angga di Indonesiakan lebih besar, jadi tidak pantas menganggap rumah ini rumah sendiri " kata Aldo.
" Kak Leon, Zha sudah risih, mandi yok ?" ajak Zha yang tidak nyaman dengan pandangan Aldo.
" Ya sudah kamu mandi dulu sana ?" suruh Leon.
Zha menggeleng, " Mandi bareng saja ? " ajak Zha karena takut Aldo mesum.
Leon ahirnya mengalah dengan ajakan Zha. Aldo melihat Zha dari ujung kepala sampai ujung kaki, sampai jalan menuju kapar mandi tidak luput dari pandangan Aldo.
mereka masuk ke kamar mandi dan mandi bersama, kali ini tidak ada kegiatan mempersatukan tubuh, Leon takut kalau Zha akan merasa sakit lagi karena lubangnya masih sempit, sedang acaranya belum di mulai.
Zha pun tahu niat suaminya tidak menyentuhnya baik untuk menjaga kondisinya.
Leon menahan nafsunya sekuat tenaga supaya tidak menerjang Zha, yang telanjjang bulat di depanya, tanpa di tutupi sehelai benangpun.
" Kamu tidak bisa apa, mandi pakai apapun yang menutupi varang berhargamu ?" Leon berbisik pada Zha.
" Enang kenapa kak Leon, Zha mandi dengan suami Zha, walaupun Zha tutup juga takutnya mandinya tidak bersih ?" jawab Zha dengan nada tinggi.
" Kamu menggodaku sayang, tapi aku tahu tempat !" kata Leon.
" Ohh, ya sudah sebentar lagi, tolong gosok punggungku kak Leon " pinta Zha.
__ADS_1
Leon menurut saja dan Leon menggosok seluruh tubuh Zha. dan tersentuh tempat sensitif Zha, bukan Zha yang panik malah Leon.
Ahirnya Leon memasukan sekalian jarinya ke lubang surga Zha, dan tangan satunya membekap mulut Zha supaya tidak teriak.
Zha semakin mengakang membuat terlihat merah yang menggoda.
Leon mengeluarkan barang berharganya dari boxernya dan memasukanya pada lubang surga Zha sebelumya Zha di suruh menungging oleh Leon.
" Kau begitu menggodaku sayang, membuatku tidak tahan " jelas Leon sambil memasukan miliknya dan bermain dengan sedikit pelan dan semakin lama semakin cepat dan tanganya bernain di choco chips Zha.
" Kak, Zha nanti lemas ?" kata Zha di dalam genjotan Leon.
" Tapi kalau tidak main aku yang lemas Zha " kata Leon.
Penyatuan yang begitu sempurna, saat Zha akan teriak merasakan akan ada yang keluar, dengan sigap Leon menutup mulut Zha dengan bibirnya.
" Ehmmm Ehmmm " suara yang keluar dari Zha.
Leon pun mengeluarkanya di dalam membuat Zha sedikit sakit karenavtekanan yang begitu keras di rahimnya.
" Terima kasih sayang ?" kata Leon sambil mencium Zha. Zha yang sudah lemas duduk dan di mandikan oleh Leon, dan di gendongnya untung saja kamar mandinya di dalam kamar.
" Di depan meja rias. Zha membuka handik yang di lilitkan ke tubuhnya oleh Leon tadi.
" Kak kok masih sedikit sakit ya kalau kak Leon masuki ?" tanya Zha sambil melihat miliknya sendiri.
" Karena masih sempit sayang " jawab Leon dengan tidak mempedulikan dengan Zha.
" Lihat kak, masih keluar lendir terus ?" kata Zha sambil menunjuk miliknya.
Leon langsung menengok ke arah Zha, dan geleng kepala.
" Jangan menggodaku terus sayang, kak Leon paling tidak kuat melihatmu !" pinta Leon.
Leon memakaikan ****** ***** pada Zha dan seluruh yang di pakai Zha.
" Kenapa Zha jadi anak kecil kak ? biasanya kan Zha yang nyiapkan keperluan kak Leon ?" tanya Zha.
" Kalau kamu aku biarkan kamu selalu menggodaku !" jelas Leon.
" He he he " tawa Zha sambil memeluk Leon.
Leon mengeringkan rambut Zha dan Zha pasang riasan sedikit, tidak terlalu tebal tapi enak di pandang, memperlihatkan kulit naturalnya.
Lalu Zha mengatur rambutnya sendiri, supaya terlihat elegan.
Mereka keluar dari kamar menuju ke meja makan, semua terpana dengan kecantikan Zha dan ke tampanan Leon.
Zha dengan gaun indah tanpa lengan tapi tertutup dengan kain yang melingkar di pundak, rok panjang berbentuk duyung menutupi kaki, di padukan dengan sepatu perempuan tapi tidak tinggi.
__ADS_1
Sedang Leon memakai jas berwarna senada degan Zha.