ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kau begitu seksi


__ADS_3

Kau begitu seksi


...****************...


Pak Leon !" panggil karyawan cafe.


" Kau tahu istriku ?" tanya Leon.


" Istri anda di larikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan dan itu sisanya ?" kata karyawan sambil menunjuk temanya yang masih bersih - bersih.


Leon langsung lari menuju ke rumah sakit terdekat dan mencari nama Zhafi laulani.


" Sayang, bagai mana keadaanmu ?" tanya Leon dengan kuatir dan berlari menuju ruangan Zha.


Saat Leon sampai di depan ruangan Zha, dokter keluar.


" Bagai mana keadaan istri saya ?" tanya Leon.


" Alhamdulilah, keadaanya sehat dan janinya masih bisa di pertahankan, pendarahanya juga sudah bisa di hentikan, untung saja cepat di bawa kesini !" kata Dokter.


" Alhamdulilah ! apa bisa di temui dok ?" tanya Leon.


" Silahkan ?" dokter mempersilakan.


Leon masuk dan melihat istrinya masih tersambung dengan selang infus, dokter masuk lagi memindahkan Zha ke ruang rawat.


Leon menunggu istrinya sadar sambil menghubungi keluarganya.


" Kak Leon " panggil Zha saat sadar.


" Kenapa bisa seperti ini Zha ?" tanya Leon.


Tapi Zha meraba perutnya.


" Apa anak kita masih di sini kak ?" tanya Zha.


Leon mengangguk.


" Dia masih sayang sama kita sayang, dan dia tidak mau kau bersedih ?" kata Leon membuat Zha tersenyum dan di cium Leon.


Dahlia dan Angga, Rima dan Didik sudah datang, dan bertanya pada Zha, Zha cerita dengan detail.


" Kurang ajar Kiting, belum pernah aku kasih pelajaran !?" kata Leon dengan mata memerah. Namun Zha menenangkan agar Leon tidak terbawa emosi karena Zha tidak mau di tinggal Leon.


Dokter datang memeriksa Zha dan memberi saran.


" Apa sudah boleh pulang dok, aku sudah tidak betah di sini ?" tanya Zha.


" Tunggu ya buk, kita menunggu perkembangan kesehatan anda ?" jawab dokter.


" Mana ada yang betah di rumah sakit sayang ?" kata Leon sambil senyum.

__ADS_1


" Siapa yang bawa kamu kesini ?" tanya Leon.


" Kakek lansia kak, katanya tukang bersih !?" kata Zha.


" Baiklah, nanti kak Leon cari ?" kata Leon.


Leon langsung menghubungi cafe yang tadi, tapi tidak ada karyawan lansia, dan menyuruh Roy, tapi juga tidak ada tukang bersih - bersih lansia.


Leon di buatnya bingung, siapa sebenarnya orang itu, dan Leon inisiatif melihat cctv rumah sakit, dan dua orang pria waktu di lobi yang satu tergopoh - gopoh menggotong Zha ke brankar dan yang lansia mengikutinya dari belakang.


" Pak Deon ?" kata Leon kaget saat mengenali wajah itu.


" Tapi siapa lansia ini, dia seperti tidak asing? " pikir Leon sambil memperhatikan pria lansia yang masih gagah.


Dan Leon tidak lupa meminta rekaman cctv dari cafe, ternyata yang mengangkat Zha juga Deon.


Leon duduk di dekat Zha yang terbaring di ranjang rumah sakit sambil mengelus - elus perut Zha.


" Anak ayah mulai besar, pasti mulai usil ?" kata Leon.


" Maafkan ayah ya belum bisa menengok kamu dulu, nanti kalau ayah menengokmu bunda kenapa - napa, ayah kena pukul sama kedua nenekmu !?" canda Leon pada perut Zha.


" Ini istri masih sakit, masih saja mesum. . .!" kata Dahlia sambil menonyor kepala Leon.


" Tuh kan baru ngomong " kata Leon masih menciumi perut Zha yang sudah sedikit membuncit.


Sorenya sudah boleh pulang oleh dokter, tapi harus selalu jaga kesehatan dan tidak boleh lelah dulu.


" Kak ada tamu ?" teriak Zha.


Leon membukakan pintu ternyata Butet, Butet kaget dengan penampilan Zha yang sembilan puluh derajat saat dia di luar, tampilanya sungguh seksi, cantik walau sederhana dengan rambut di ikat ke atas.


Zha yang malu di pandang Butet langsung mengambil switernya.


Setelah ngobrol Butet ahirnya pergi, dan tidak berani menghina Zha lagi.


Leon menggoda istrinya.


" Aw . .! " teriak Zha saat Leon memegang gunung kembarnya.


" Jangan kak Leon pegang ?" kata Zha.


" Kenapa sayang, sekarangkan makin besar, kak Leon makin gemas " kata Leon.


" Tapi sakit kak, keluar cairan bening, sedikit putih ?" kata Zha.


" Kenapa tidak ngomong sayang ?" tanya Leon.


" Malu !" jawab Zha.


" Besok kita ke dokter ya ?" tanya Leon.

__ADS_1


Zha mengangguk menahan sakit karena habis di cengkram Leon


Sore hari ada kebisingan di kediaman Angga reksa.


" Kurang ajar, apa maunya anak itu,? bisa - bisanya dia membuat Aib keluarga kita, sampai investor kota banyak yang mundur " teriak Angga ketika melihat foto Zha dengan mr john yang berusaha memeluk dan foto Kiting memegang tangan Zha.


" Pi jangan emosi, nanti jantung papi kambuh, mungkin ini hanya fitnah, tidak mungkin Zha melakukan itu !" kata Dahlia merendah.


" Fitnah apa mi, dari awal papi sudah curiga, kalau anak yang di kandung Zha bukan anak Leon, pasti anak dari pria lain " kata Angga.


" Pi, tidak mungkin Zha seperti itu, bukankah papi juga sayang sama Zha, tidak mungkin Zha berbuat seperti itu ?" kata Dahlia.


" Dulu papi sayang, tapi apa kenyataanya, dia hanya memanfaatkan Leon, secara Leon tidak bisa memiliki keturunan ?" kata Angga.


" Bisa jadi anak Zha, anak dokter itu ?" Angga masih emosi.


Angga berlari menuju mobil.


" Pi ini sudah petang, besok saja kasian Zha habis sakit !" teriak Dahlia tapi tidak di hiraukan


Angga menyakalan mobil menuju di kediaman Leon, Leon dan Zha yang habis sholat magrib kaget terdengar bel pintu yang tidak selesai berbunyi.


Saat di buka Angga langsung masuk marah - marah pada Zha membuat Leon dan Zha bingung dan Dahlia menyusul.


" Kau seharusnya sadar Leon kalau kamu itu mandul, dan kau tidak akan punya anak, yang di kandung dia bukanlah anak kamu !" teriak Angga.


Angga menunjukan foto - foto Zha. " Dia merugikan kantor kita " sambil menunjuk Zha.


" Sekarang papi beri pilihan kamu Leon kau pilih tinggalkan wanita jal4ng ini dan seluruh aset milik kamu, atau kalau kau memilih dia tinggalkan seluruh fasilitas yang papi berikan ?" kata Angga.


" Ternyata papi masih mempunyai hati memberikan Leon pilihan, dan papi pasti tahu jawabanya !" jawab Leon.


Angga tersenyum puas pada Leon, karena Leon tersenyum pada Angga penuh arti.


Leon memegang tangan Angga dan mengarahkan tangan Angga ke atas.


" Wanita hamil tidak bisa di cerai pi " jawab Leon.


" Ini pi seluruh fasilitas yang papi kasih dengan atas nama reksa group " kata Leon sambil memberikan card apartemen dan beberapa kunci kendaraan.


" Leon rela papi hina mandul, lemah, tapi Leon tidak rela kalau istri Leon, papi hina " kata Leon membuat kaget Angga dan Dahlia.


" Zha bereskan seluruh pakaian kita, malam ini juga kita keluar dari sini . . .! teriak Leon.


Ternyata Leon sudah tahu kalau Zha di lecehkan oleh mr John dengan cerita Zha, saat Leon akan menghajarnya tapi Zha melarangnya.


Saat Zha keluar dengan membawa dua koper besar.


" Sebagian tidak Zha bawa kak, karena tidak muat " kata Zha.


" Biarkan, nanti bisa di jual sama papi se apartemenya " jawab Leon.

__ADS_1


" Leon jangan pergi nak ?" mohon Dahlia sambil menangis saat Leon melangkahkan kaki keluar pintu apartemen.


__ADS_2