ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Jangan pernah tinggalkan aku


__ADS_3

Gairah yang tertunda


...****************...


" Kak Leon jangan nakal !" kata Zha sambil memukul - mukul tangan Leon yang sudah ada di dadanya.


" Semakin keras memukul ini juga semakin keras bencubit ?" Ancam Leon setelah mendapatkan apa yang di cari di dalam baju.


Roy yang duduk di depan geleng kepala, Leon langsung menutup tirainya.


" Kak Leon. . . !" teriak Zha.


" Apa sayang ? Nikmat bukan ?" tanya Leon.


Leon menyuruh Zha tidur di pangkuanya dengan tangan Leon yang masih berkerja.


Bibirnya mencium bibir Zha yang tidur di pangkuanya.


Leon melu mat bibir Zha, Zha menikmati permainan Leon.


" Ahhh, !" de sah Zha saat Leon memainkanya choco cipsnya dengan lembut.


Leon pindah haluan bibir Leon pindah ke choco cips yang dia buka sedikit dan menyesapnya perlahan. tanganya kirinya pindah ke sela kangan Zha.


" Ahhh mmm kak Leon " De sah Zha sudah tidak kepikiran bahwa di dalam mobil, ada Roy.


" Men desah lah sayang kalau itu bisa membuatmu lega " kata Leon.


Leon membuka pengamannya Zha.


" Kak Leon apaan sih ?" Zha marah dengan Leon tapi Leon tidak menghiraukan.


Belum sampai Zha memberontak, Leon sudah dulu memasukan jarinya membuat Zha tidak berdaya.


karena masih sempit Leon nemper lambat temponya.


Zha bersender di dada Leon, jadi Zha melihat jelas Leon memainkan lubang syurganya, memaju mundurkan temponya dengan lembut.


Zha terus men desah sambil mencengkram lengan Leon.


" Aghhhhhhh kak Leon Zha pengen pipis " teriak Zha saat merasakan denyutan hebat di bagian intimnya.


Leon semakin memasukan jarinya yang telah tersiram lava hangat.


" Nik mat sayang " bisik Leon sambil membersihkan tanganya yang tadi tersiram kawah hangat milik Zha.


Zha terkulai lemas di dada Leon.


" Kak ini apa rasanya ? selama ini Zha tidak pernah merasakanya. ?" tanya Zha setengah sadar.


" Karena punyamu belum pernah tersentuh orang !" jelas Leon sambil membersihkan syurga Zha yang tersiram lava dengan telaten.

__ADS_1


Saat Leon akan memasukan dua jarinya Zha marah pada Leon.


" Kau pikir apaan kak, satu jari saja sakit " bentak Zha.


" Ya sudah kalau tidak mau, nanti aku masukin satu jempol besar kalau sudah masuk kamar ?" kata Leon genit.


Zha begidik mendengarkan Leon. sesampai di apartemen Zha mencari benda berharga yang di lepas Leon di dalam mobil tapi tidak ketemu.


Zha merasa risih, Leon melilitkan bajunya ke pinggang Zha. Dan Zha mulai berjalan.


" Kenapa Zha jalanmu ?" tanya Leon saat melihat jalan Zha berbeda.


" Tidak tahu kak,? setiap Zha pipis karena perbuatan kak Leon pasti Zha merasakan hal aneh, membuat kaki Zha gemetar " kata Zha.


" Bilang saja kalau ingin di manja !" kata Leon sambil menggendong Zha.


" Kak, tidak. . . !" kata Zha yang terkejut.


Leon menggendongnya sampai kamar dan membantingnya sampai kamar, Zha mengaduh tapi Leon naf sunya sampai ke ubun - ubun karena melihat baju Zha menyingkap ke atas, dan tanpa pengaman.


" Aku mau ambil hakku malam ini " jelas Leon sambil membuka tali kimono tidur Zha. Zha menahanya, namun bukan Leon kalau menyerah, Leon mengangkat tangan Zha lalu melu mat bibir Zha.


Leon turun semakin kebawah ke choco chipsnya Zha.


Zha hanya bisa pasrah, mau brontak pasti kalah, Zha yang sudah polos membuat Leon meneguk ludahnya dengan susah, dan ada yang sudah memberontak di dirinya.


Leon melepas seluruh pakaianya dan terlihat polos. Zha melihat walaupun tidak pertama kali, tapi dirinya merasa merinding.


" Kak Leon sakit, .!" rengek Zha.


" Sabar Zha belum masuk juga " kata Leon yang hampir putus asa karena memasukan berkali kali belum masuk tanganya yang menahan paha Zha dan yang satunya mengarahkan penyatuanya.


Leon melihat sudah ada darah yang menetes. ' Maafkan aku Zha ' gumam Leon.


Leon dapat ide mengoles bagian intinya dengan ludahnya, dan ahirnya.


" Aggggh hhhhhhh rrrrrrrr. . . !" jerit Zha yang merasakan ada robekan, dan Leon menahanya karena merasakan nyeri pada bagian intimnya.


" Ini baru separuh Zha " jelas Leon.


" Tapi sakit kak, hu hu hu. . . !" kata Zha. Leon mengusap dan mengelus air mata Zha.


Leon melihat darah yang mengalir, "kamu sudah tidak per awan lagi Zha, Terima kasih sayang " kata Leon


" Sabar sayang ?" kata Leon menenangkan.


Leon jongkok lalu memainkan choco chips Zha supaya tenang, setelah tenang Leon memasukan lagi sebagian yang belum masuk tadi.


Leon mulai menggoyangkan pinggulnya memaju mundurkan.


" Kak Leon, Zha pengen pipis lagi. . !" ekpresi Zha jadi lucu imut.

__ADS_1


" Aku juga sayang ?" kata Leon sambil menggigit bibir bawahnya.


" Arrr gggg hhht " teriak Zha yang sudah duluan dan terkulai lemas. Leon merasakan ada yang menyiram dan seperti ada yang meremas miliknya


" Arr gggg hhhhht " teriak Leon. Zha melotot melihat Leon ada gerakan aneh di dalam.


" Kak banyak sekali kamu pipisnya " protes Zha.


Leon hanya diam dan terkulai lemas di samping dengan masih penyatuan.


" Terima kasih sayang, telah kau serahkan kesucianmu untuku " sambil menyiumi pipi Zha.


Saat Leon mengangkatnya dari lubang surganya, air langsung mengalir seperti sungai.


" Kak punyamu kok banyak benar ?" kata Zha.


" Aku masih per jaka Zha !" jelas Leon.


" Masa kak Leon masih per jaka ?" tanya Zha.


" Kamu meragukanku Zha !" kata Leon sambil memeluk Zha menaruhnya di dadanya yang masih polos.


" Kirain, kak Leon kan pria dewasa dengan sejuta pesona dan pacar kak Leon seksi - seksi lagi ?" kata Zha.


" Seksi juga bukan aku yang buat, cobak kamu lihat cairan yang mengalir tadi dari jalan syurgaki, pasti masih terlihat sedikit merah muda cerah " kata Leon.


" Dan cairan itu terlihat lebih banuak di bandingkan dari pria yang sudah tidak peejaka " lanjut Leon.


Zha manggut - manggut mendengarkan cerita Leon.


" Kak ? sepertinya Zha kena strok deh ?" kata Zha membuat Leon panik.


" Kok bisa Zha ?" tanya Leon yang panik.


" Kaki Zha gemetar, dan tidak bisa di gerakin kak ?" jelas Zha.


" Ha ha ha ha ! itu bukan stroke sayang, tapi efek kecapean " jelas Leon.


" Masa cuman di kamar capeknya melebihi ke bogor jalan kaki " kata Zha.


" Kamu itu ada - ada saja Zha. . !" kata Leon sambil menyium kening Zha.


" Coba lihat itu ?" kata Leon sambil menunjuk darah yang ada di sprai.


" Pantas perih banget !" kata Zha


" Di umurku yang belum genap 19 aku sudah tidak per awan ?" kata Zha sambil memeluk pinggang Leon.


" Maafkan kak Leon, Zha ?" kata Leon sambil menciumi pucuk kepala Zha


" Jangan pernah tinggalkan Zha kak, jadilah pertama dan terahir yang mengambil kesucian Zha " kata Zha. memeluk erat tubuh Leon

__ADS_1


__ADS_2