ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
PELAKOR


__ADS_3

Pelakor


...****************...


" Kak Leon tapi panas !" kata Zha sambil menunjuk bawah perutnya.


" Kalau Mita ada di sini ?" tanya Leon.


" Biarlah pasti di depan ?" kata Zha.


Zha menelpon Adi, dan ternyata Mita sudah pulang.


Ternyata tadi Mita keluar dari apartemen dengan ketakutan dan bertemu Adi di bawah, mengantar makanan dari ibu Zha.


Mita menceritakan pada Adi, dan Adi ahirnya tidak jadi naik, takut mengganggu. dan mengajak pulang Mita.


" Zha lapar kak ?" rengek Zha yang masih mempertahankan posisinya.


" Kak Leon sudah pesan online sayur kerang pedas kesukaanmu " kata Leon.


" Terima kasih kak Leon !" kata Zha yang masih terbaring dengan tubuh polosnya.


" Jangan terlalu lama kau ekpos tubuhmu, nanti aku menerkamu lagi !" kata Leon.


" Silakan, lagian juga sudah habis sama kak Leon acak - acak !" kata Zha.


Jawaban yang tidak di sangka oleh Leon.


" Mulai nakal, mulai menggoda istri kecilku ?" kata Leon sambil menciumi Zha.


" Kalau tidak lihat kamu kelelahan sudah aku terkam lagi kamu ?" jelas Leon.


Bell berbunyi Leon langsung menyambar kimononya dan menyuruh Zha yang terkapar mandi, Zha menurut saja, atas perintah Leon.


Saat pintu di buka, Leon merasa kecewa, bukanya gofood malah Yanti.


" Kenapa lagi kamu kesini ?" tanya Leon sinis.


" Mau ketemu kamu !" kata Yanti manja sambil memeluk pinggang Leon tapi Leon segera menepisnya.


" Jangan sentuh aku, aku jijik melihatmu ?" bentak Leon dengan mata nyalangnya.


" Kamu lebih menjijikan, lihat lehermu dan rambut acak - acakanmu, pasti kamu belum mandi ?" kata Yanti nyolot saat melihat tanda merah di leher Leon.


" Aku melakukanya juga dengan istriku, tidak dengan setiap wanita jalllang seperti mu ?" kata Leon dengan nada keras.


" Aku bukan ****** tapi kalau kamu tidak percaya ayo kita buktikan ?" Ajak Yanti sambil menarik kimono Leon.


Untung saja Zha segera datang, dengan tengtop dan celana pendek, ciri khas Zha kalau di rumah bersama Leon. jalanya masih pelan seperti bebek, dengan noda merah di sekujur tubuhnya ulah Leon.

__ADS_1


" Ma a a ana kak Leon makananya, Zha lapar ?" kata Zha sedikit terputus, karena melihat Yanti memegang kimono Leon.


" Sayang, makananya belum datang, kamu tunggu di sini, mungkin sebentar lagi " kata Leon.


" Kak Leon mandi dulu, kalau bayar itu ponselku ?" kata Leon lagi sambil menunjuk ponsel dan menyium kening Zha.


" Tapi Zha tidak tahu kodenya ?" kata Zha.


" Tanggal pertama kali kita berhubungan " jawab Leon.


Yanti tidak bisa berkutik karena ada Zha.


" Yanti seketaris kak Leon kan ?" tanya Zha.


" Ada apa kak, mau jadi saingan Zha ?" tanya Zha dengan menantang Yanti.


" Dasar anak kecil sudah gatel ?" hina Yanti.


" Aku gatel juga dengan suamiku, bukan suami anda !" balas Zha.


Saat Yanti akan mengangkat tanganya karena merasa terhina oleh Zha, bell rumah berbunyi.


Zha langsung lari, ternyata pesanan suaminya datang, setelah di bayar dan kurirnya pergi, Yanti langsung merebutnya dan menyiapkanya di meja makan.


Setelah Leon selesai dari kamar mandi langsung menuju meja makan, karena Leon pesanya hanya dua jadi Yanti sudah membaginya, hanya dia dan Leon, karena Yanti yakin kalau Leon akan membelanya.


" Ow punya gadis tengil itu, maaf sudah aku makan, kalau mau ini, sisaku ?" jelas Yanti berbohong, sambil mengulurkan mangkuk yang habis dia makan.


" Percuma juga kamu kasih makan juga, pasti masih tetap kecil !" hina Yanti.


Leon memerah matanya tanda dia marah.


" Aku makan semangkuk sama kak Leon saja " Kata Zha sambil membawa nasi.


Zha memakan dengan di suap Leon, Leon menikmatinya.


" Istriku pasti lelah, dan sore ini kita akan terbang ke luar negri " jelas Leon.


" Kenapa kak, Zha belum pernah ke sana dan Zha belum pernah naik pesawat takut mabok !" kata Zha dengan sedikit kuatir.


" Papi menyuruhku nenggantikan beliau untuk menghadiri pernikahan sepupuku, anak dari adik dari papi dan sekalian bulan madu " jelas Leon.


Yanti yang dongkol memakan makanan tadi dan.


" Ini makanan atau racun. . . !" teriak Yanti.


" Kenapa ?" tanya Zha yang melihat Yanti menuang air minum dengan terburu - buru.


" Sejak kapan kamu Leon suka makanan pedas ?" tanya Yanti.

__ADS_1


" Itu pesanan Zha, ku kira kamu suka, jadi aku iklaskan !" kata Leon dengan senyum penuh kemenangan.


Saat sedang duduk di ruang tamu, Yanti mendekati Leon dan menyandarkan kepalanya di punggung Leon.


Tapi dengan sigap Zha meminta pangku Leon dan ingin di manjanya Zha ******* bibir Leon di depan Yanti, membuat Leon tersenyum.


Di depan Yanti mereka seperti pasangan yang paling bahagia jadi tidak bisa membiarkan Yanti mendekati Leon.


Yanti ahirnya pulang dalam keadaan kecewa, dan keduanya tersenyum lega, dan langsung bersiap - siap berangkat ke belanda untuk menghadiri pernikahan sepupu Leon.


Dahlia datang akan menyiapkan keperluan mereka berdua, karena Dahlia tahu Zha belum bisa gerak dan leluasa.


" Mami. . .!" kata Zha saat melihat Dahlia datang bersama Angga.


" Sudah biar mami yang menyiapkan !" kata Dahlia.


" Tapi mi ?" tanya Zha ragu.


" Lebih baik kamu pamit sama ibumu, lalau kamu mau ke belanda, takutnya beliau kesini kecewa karena kamu tidak ada di rumah " usul Dahlia.


Zha ahirnya menurut dan yang menyiapkan segala sesuatu.


" Emang acaranya kapan mi ?" tanya Zha.


" Nanti malam !" jelas Dahlia


" Kok mepet mi ?" tanya Zha.


" Kasih kabarnya juga mepet, baru tadi pagi " kata Dahlia.


" Anaknya yang mau menikah ini mirip sekali dengan Arief, gayanya tampanya juga bodynya sama dengan Arief !" cerita Angga.


" Beliaubelym pernah kesini ya pi ?" tanya Zha.


" Belum, karena di sana penghasilanya juga minim, jadi dulu kita sering berkunjung saat Arief dan Leon remaja, terus sekarang hanya hubungan lewat ponsel !" jelas Angga.


Setelah semua siap, Angga dan Dahlia sendiri yang mengantar Leon dan juga Zha ke bandara.


" Hati - hati ya sayang, semoga pulang membawa kabar baik ? dan kalau anak mami nakal, bilang saja, biar mami jewer " kata Dahlia penuh kasih sayang pada menantunya.


Zha dan Leon masuk ke dalam pesawat, dan melambaikan tangannya.


" Kak Leon, Zha belum pernah naik pesawat, takut mabuk ?" kata Zha.


" Sini di ketiaknya kak Leon, biar tidak mabok !" kata Leon sambil menarik Zha.


...----------------...


Jangan lupa, Vote, hadiah like dan komentarnya ya ?

__ADS_1


__ADS_2