ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Dua anak jenius, berbeda skil


__ADS_3

" Diam kamu. . . !" bentak ayahnya.


" Sebenarnya, ini anak om Angga, om Angga menjanjikanku hidup mewah, ternyata semua harta milik Leon, makanya om Angga menyuruh Butet menikah dengan Leon " kata Bitet sambil menangis sesenggukan.


Plak. . tangan ayahnya mendarat di pipi Butet.


" Tega sekali kamu menghianati tantemu, dan mau sama om, hanya karena membiayai kuliahmu !?" bentak ayahnya.


" Bukan om Angga yang membiayaiku, tapi Leon. . !" kata Butet, membuat orang tuanya kaget.


" Aku mencintai Leon dari dulu, tapi Leon tidak mau memandangku sama sekali, makanya saat om Angga, menyuruhku menikah dengan Leon, aku bahagia ayah " kata Butet.


" Ku kira, di sini, kau bisa menghilangkan stresmu karena pelecehan itu, ternyata di sini kau lebih stres, lima tahun kau tidak kasih kabar, setelah kasih kabar ternyata mengejutkan !" kata ayahnya Butet.


Dahlia keluar dari rumah sakit, dengan di iringi polisi sebagai saksi.


" Bawa pulang anakmu, Leon sudah kelar membiayainya " kata Dahlia, pada kakak sepupunya.


" Kamu tidak apa dek ku tinggal pulang ?" tanya kakaknya.


" Lebih baik aku hidup sendiri, dari pada hidup dengan penghianat, karena aku sudah lelah dengan penghianat !" kata Dahlia.


" Tapi tante, bagai mana nasib bayi yang aku kandung tante !?" tanya Butet.


" Angga saja jadi buronan, apa kamu ingin ikut buronan ?" tanya Dahlia.


" Aku mau jadi istri kedua Leon tante !" kata Butet.


" Jadi istri ke dua Leon, kau tidak ada apa - apanya di banding Zha, jangankan Leon melihatmu, melirikmu juga tidak, karena terlalu besar cintanya pada Zha !" kata Dahlia dengan sinis.


Polisi langsung mengajak Dahlia ke kantornya.


Sedang di rumah Angga, masih adu tembak dengan polisi, dan Angga di selamatkan oleh beberapa anak buahnya, sedang yang anak buah Angga yang lain mengejar mobil yang di kendarai Ira, di tumpangi Leon dan ke dua anaknya dan Adi yang tertembak.


Leon langsung membuka baju Adi.


" Jangan banyak bergerak Adi, jangan sampai peluru ini, lari ke jantungmu !" bentak Leon, melihat Adi yang selalu menggeliat.


" Sakit kak. . !" teriak Adi menahan sakit.


Leon langsung menyesap luka Adi dalam guncangan mobil yang di kendarai cepat.


" Menunduk !" teriak Arkana yang menjadi komando di belakang.


Tapi benar saja, peluru menembus kaca dari belakang.

__ADS_1


Setelah Leon nenyesap dada Adi, dia ludahkan darahnya sembarangan.


Serasa peluru sudah mendekat, Leon teriak pada ke dua putranya.


" Di sana ada apa Aksa ?" tanya Leon pada putranya yang di dekat jendela mobil.


" Ada jepit bunda ayah dan ada korek telinga dan ada alat penjepit !" teriak Aksa.


" Untuk mengambil peluru Aksa " kata.


" Korek telinga dulu ayah, baru jepit bunda kalau masih agak dalam baru pakai penjepit ini, semua sudah Aksa sterilkan pakai air hangat ayah " kata Aksa.


Leon siap mengoprasi Adi yang peluru di dadanya sudah mendekat, atau posisinya tidak dalam lagi di bantu Aksa, sedang Arka menjadi pengawas di lawan.


Setelah berhasil, Leon teriak lagi.


" Apa buat menghentikan pendarahan !" tanya Leon.


Arka langsung melepas kaos putihnya untuk menutupi luka Adi.


" Ada ayah di pinggir jalan itu " tunjuk Aksa.


Saat Aksa akan membuka pintu mobil dia di bentak oleh Ira.


" Jangan keluar bodoh, kau bisa mati !" kata Ira membiat Aksa kaget.


" Tunggu dek " kata Arka, sambil mengambil pistol di dekat Leon, walau ke beratan Arka mebidik roda mobil lawah, melalui celah mobil bagian belakang bekas tembakan tadi.


Dorrr. . . ! bidikan Arka tepat sasaran di ban mobol kanan.


Dorrrr. . !" pas di sebelahnya lagi, alhasil mobil lawan oleng. dan menabrak pembatas jalan dengan kekuatan super.


" Berhenti tante. . . !" teriak Arkana, karena mobil yang oleng tadi terbang karena menabrak pembatas jalan dengan kekuatan penuh.


Tepat mendarat di depan mereka, Arkana yang keberatan membawa pistol ayahnya langsung menjatuhkanya.


" Aksa saatnya beraksi !" kata Arka.


" Baik kak . . .!" kata Aksa yang turun dari mpbil, dengan sigap mengambil rerumputan di pinggir jalan lalu mencucinya pakai air mineral, dan menghancurkanya.


Mobil balik arah, karena di depanya ada mobil lawan yang terbakar, Adi yang sadar namun masih lemah kagum dengan ke dua putra Leon.


Ira memutar mobilnya dengan kasar, membuat tubuh Adi yang di pangkuan Leon oleng, dan kedua putra Leon terjingkal.


" Kau punya otak tidak !?" bentak Leon lagi pada Ira.

__ADS_1


" Kalian seharusnya terima kasih aku tolong " kata Ira.


" Kalau kamu tidak rela seharusnya tugas ini serahkan pada orang lain yang sanggup.


Aksa berdiri, dan menempelkan rumput yang sudah hancur tadi di luka Adi.


" Ini resep bunda ayah, waktu Aksa terkena kulit keong kakinya, darah tidak kunjung berhenti, bunda mengambil rumput ini dan menggigitnya, dan di tempelkan pada luka Aksa " Cerita Aksa.


" Kenapa tidak kamu gigit ?" tanya Adi.


" Kalau Aksa gigit sebanyak ini, memang Aksa kambing " kata Aksa di senyumi Leon dan Adi.


Ayah bangga pada kalian, umur segini, seharusnya kau tidak di libatkan seperti ini.


" Arka, kenapa bidikanmu pas tepat sasaran, sedang kau belum pernah, ayah kenalkan sebuah pistol ?" tanya Leon.


" Ayah sering ajak Arka ke mall untuk main game, dari situ, Arka belajar membidik, dan ayah Membelikan pistol warna untuk kita ayah !" kata Arka.


" Kamu kok kuat lama memegang pistol itu !?" tanya Ira secara pistolnya berat.


" Aku tidak bodoh tante, kan ada dudukan di lubang mobil, jadi Arka tinggal menarik pelatuknya, seperti om Adi tadi lakukan " kata Arka.


Siapa sangka, anak Leon bisa secerdas itu, walaupun umurnya masih terlalu kecil untuk mengetahui hal seperti ini.


Sesampainya di tempat yang sudah di sepakati, Adi di tarik pondah mobil.


Zha yang melihatnya langsung menangis melihat kondisi Adi bersimbah darah tanpa memakai baju.


" Adi kamu kenapa ?" tanya Zha.


" Selamatkan putramu, jaga jagoan itu, dia telah menyelamatkanku Zha, kau harus pergi segera, Angga belum tertangkap !" gertak Adi.


" Aku banyak yang jaga, aku juga sudah punya Mita " kata Adi.


Zha segera masuk mobil, Adi di tarik di brankar lalu di bawa masuk mobil.


" Lalu kita harus bawa ibu ke mana ?" tanya Zha yang mengkuatirkan Rima.


" Ibu ke Lampung saja ke tempat Among mu " kata Rima.


" Benar kata ibumu Zha, dia lebih bahaya kalau ikut kita " kata Deon yang sudah gabung satu mobil menggantikan Ira.


" Ya di Lampung, walaupun orangnya terkenal kejam, tapi mereka saling melindungi Zha, mereka kompak " kata Rima.


" Ibu, . . !" kata Zha menangis sambil memeluk Rima.

__ADS_1


" Jaga cucu ibu, jaha baik - baik mereka, semoga lahoranya lancar sayang " Rima menahan kesedihan.


__ADS_2