ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Senyumnya


__ADS_3

Senyumnya


...****************...


" Jadi Zha yang kau bikin seperti ini ?" tanya dosen yang lain pada Denis. Denis mengangguk.


" Kau sudah sering aku ingatkan, jangan berurusan dengan Zha !" kata dekan yang dulu.


" Waw, itu pesona Leon angga reksa, begitu tampanya ?" bisik seorang mahasiswi.


" Ternyata lebih tampan dari pada kak Arief dulu ya ?" bisik yang lain.


Leon mengiringi empat orang tadi di seret oleh para pengawalnya.


" Kak Leon jangan bunuh mereka. . . !?" teriak Zha.


Ternyata Zha sudah di antar Adi ke apartemenya, tapi belum masuk, Zha memberontak, ingin kembali menemui Leon, karena takut Leon akan menjadi pembunuh.


Leon hanya melirik Zha, tidak mau memperhatikan.


" Zha akan gugat cerai kak Leon, sampai kak Leon membunuhnya !!" teriak Zha lagi, sampai menyita perhatian Leon.


" Kenapa kau ucap seperti itu Zha, apa kau sudah tidak cinta lagi sama aku !" kata Leon mendekati Zha dengan tatapan tajamnya.


" Zha hanya tidak mau, ayah dari anaku, menjadi seorang pembunuh, seperti mafia, negara kita negara hukum, dan juga tidak hanya Zha yang butuh kak Leon, tapi Arka dan Aksa juga dia butuh ayahnya !" ucap Zha sambil menunduk.


" Kau jangan kuwatir, semua akan kak Leon serahkan pada Roy, kak Leon bukanlah seorang pembunuh, dan biar semua tahu, jangan pernah menghina istri Leon, supaya tidak ada yang mencari masalah dengan Leon " kata Leon sambil menarik Zha dalam pelukanya.


Zha mengangguk setuju.


" Pulanglah, lihat air susumu sudah mengalir, Arka dan Aksa sudah menunggumu, kak Leon segera menyusul !" kata Leon sambil menunjuk payudara Zha, dan melepas jasnya dan di pakaikan pada Zha. belum sempat Zha menjawab.


" Adi. . . . ! bawa Zha pulang !" teriak Leon tegas.


" Baik kak. . !" jawab Adi.


" Aku ikut Di. . !" teriak Desi dan Mita bersamaan.


Setelah Zha pulang, Roy yang tidak ikut di hubungi oleh Leon.


📱 " Tutup, semua situs yang memuat vidio itu Roy !" kata Leon


📱" Baik tuan. . !" kata Roy.

__ADS_1


Leon menyeret ke empatnya ke markasnya yang sudah di tunggu Roy.


" Begitu lembutnya Leon bersama istrinya padahal wanita biasa saja " bisik mahasiswi.


Rindu yang kebetulan, kuliah di situ masih dua semester angkat bocara.


" Kau belum tahu, kalau kak Zha di rias, dia cantik bagaikan bidadari " kata Rindu.


" Tidak usah muluk - muluk, kau tahu dari mana !?" tanya Rindu.


" Dia kan tetangga aku, lihat nih foto - fotonya, di saat tujuh bulanan kemarin, dan ini waktu sepasan putranya kemarin, cantik kan ?" kata Rindu sambil menunjukan beberapa foto Zha dan temanya mengangguk.


" Jadi pak Leon pernah tinggal di sana ?" tanya yang lain. Rindu mengangguk.


" Kak Leon juga yang memasukan ide, memajukan desa kami, dan kak Zha yang buka usaha di sana, kak Adi yang menjalankan, dengan ide - ide kak Zha, jadi Rindu di ringankan kuliah di sini, tapi dengan syarat Rindu kerja di resto kak Zha, tanpa potong gajih " jelas Rindu.


" Ku kira kak Leon setelah di usir orang tuanya ranpa fasilitas, akan tumbang bangkrut, tapi ternyata membangkitkan kak Zha, dan masih tetap tajir melintir, tanpa harta orang tua " jelas Rindu.


Di apartemen, Adi membuatkan susu untuk Zha karena di kirim pesan oleh Leon, tapi tidak di minum oleh Zha karena tidak enak.


Adi masak, karena lapar, dan ke tiganya makan bersama, sedang Zha di layani seperti ratu oleh Adi.


" Kalau kau bukan istri Leon, mungkin sudah aku tinggal Zha " kata Adi.


" Tidak Zha aku hanya bercanda Zha !" kata Adi.


Di markas, Leon mengecek ponsel Wahyu, ternyata, isinya hanya foto Zha, yang tak senonoh, yang Wahyu curi - curi dari kamar mandi kampus.


" Bajingan. . . ! " bentak Leon sambil menghantam muka Wahyu yang sudah lemas, karena hantaman berkali- kali dari Leon.


Leon pulang, dan pencium kening Zha yang tiduran di ruang keluarga bersama ke dua putranya, dan temanya di kasur lantai.


" Kak Leon sudah pulang ?" tanya Zha.


Leon tersenyum " Putra kita tidur ?" tanya Leon.


" Ya, sudah kenyang, dan kelelahan habis bercanda dengan om dan tante - tantenya " jawab Zha.


" Kenapa susunya tidak di minum, tadi kak Leon, habis dari dapur, tapi ada susu yang utuh ?" tanya Leon.


" Adi bikinya tidak enak kak, mungkin dia bikinya tidak iklas ?" kata Zha manja.


Leon berdiri dan membuatkan Zha susu, supaya ASInya lancar dan membawanya ke Zha, Zha menegaknya dengan tuntas.

__ADS_1


" Dia bukanya tidak iklas, tapi, tidak dengan cinta " kata Leon.


" Ternyata, pak Leon kalau sama istrinya lembut ya ?, kalau di depan semua orang seram, bikon bulu kiduk merinding !" bisik Desi pada Mita


" Kak, Zha mau bicara !? panggil Zha pada Leon.


" Bicaralah !" kata Leon sambil mengelus kepala Zha dengan lembut.


" Zha tidak mau kuliah lagi !" kata Zha.


" Kenapa, apa karena masalah ini,, biar lak Leon hapuskan dalam muka bumi ini, karena sudah cari masalah dengan Leon " kata Leon, Zha menggeleng.


" Kalau tidak kak Leon tutup saja Universitasnya !?" kata Leon.


" Jangan kak, terus nasib kami gi mana kalau kampus di tutup ?" tanya Adi.


" Jangan kak Leon tutup, kasihan para mahasiswi, yang uangnya pas - pasan seperti mereka ?" kata Zha sambil tersenyum.


" Zha hanya ingin fokus pada kak Leon, dan kedua putra kita, " kata Zha.


" Zha jangan keluar, aku gi mana ?" tanya Mita.


" Kau tidak tahu Mit, bagaimana rasanya ibu baru, aku selalu ingin di dekatnya, melihat senyumnya, dulu Zha mau kuliah karena sepi, dan kak Leon jarang di rumah, di rumah juga hanya diam, seandainya dari dulu kak Leon memberiku sebuah putra, mungkin Zha dari dulu, tidak mau kuliah " kata Zha dan Leon mencium keningnya.


" Dan kuliah juga, Zha tidak butuh pangkat, lagian Zha istri yang punya universitas, yang Zha butuhkan hanya ilmu !" kata Zha.


" Kalau gitu, istri seorang pemilik universitas, tidak lulus, S1 !?" ejek Adi.


" Biarin !" jawab Zha.


" Ya kak ?" tanya Zha pada Leon.


Leon mengangguk " Apapun keputusanmu, kak Leon hanya mendukung !" kata Leon.


" Tapi sempatkan kak Leon, pada keluarga ya, kami butuh kak Leon juga, karena terpenting kak Leon, bukan uang yang banyak " kata Zha.


" Kak Leon akan berusaha untuk kalian, yang terbaik untuk kalian " kata Leon.


" Besok kita survai rumah baru kita, tinggal beberapa furnitur katanya yang belum ada !" kata Leon.


" Anak - anak di bawa ?" tanya Zha dengan sumringah.


Leon mengangguk dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2