
Kau otaknya dan aku mesinya
...****************...
Semenjak sakit Leon, Leon di larang Zha mengendarai mobil sendiri, sekarang Roy yang Zha percaya menjadi sopir pribadi Leon.
Beberapa hari sudah ada perubahan tapi saat meminum obat dan di suntik lagi, Leon merasakan sakit lagi pada perut bagian bawahnya di pagi hari.
" Aggghhhhhtttt. . . . . sakiiiit Zha !" teriak Leon sekuatnya.
" Kak Leon ?" kata Zha sambil menepuk - nepuk pipi Leon yang lemas.
Zha langsung menghubungi Roy, Roy dengan sigap langsung menjemput Leon.
" Kak Leon sabar kita akan segera sampai " kata Zha sambil memangku kepala Leon yang sudah pucat.
Sesampainya di rumah sakit,
" Hasil led kemarin kemungkinan pernyakit pak Leon, harapan akan sembuhnya sangat tipis " jelas dokter Rudi membuat Leon menciut nyalinya.
Leon langsung di beri obat pereda sakit, setelah obatnya berfungsi Leon langsung mengajak pulang Zha.
" Tapi kak Leon perlu perawatan ?" kata Zha.
" Tidak perlu, aku tidak mungkin sembuh Zha !" kata Leon.
Zha mencium bibir Leon.
" Dalam diamku, kuselalu berharap kau akan sembuh, dalam sujudku doaku ku selalu memohon agar suamiku sembuh sedia kala, walaupun kau putus asa, aku penyemangatmu, walaupun dokter memfonismu mandul, aku masih punya allah tempatku mengadu, dan berharap keajaiban kalau kak Leon sembuh. walaupun belum sembuh aku akan menemanimu sampai tua, kita akan menua bersama " kata Zha.
Membuat Leon luluh, tapi masih tetap kekeh pulang. Ahirnya Zha menuruti Leon untuk pulang, sesampainya di mobil Zha melihat isi tasnya dan mengacak - acaknya.
" Roy, tunggu ? dompetku ketinggalan " kata Zha.
" Baiklah !" kata Roy.
" Tolong jaga kak Leon sebentar ?" pinta Zha pada Roy, dan berpamitan mesra dengan Leon.
" Kak, Zha ambil dompet Zha sebentar " pamit Zha dan diangguki Leon, Zha mencium bibir Leon.
__ADS_1
Saat Zha akan mengambil dompet, dan sedikit membuka pintunya mendengar pembicaraan dokter Rudi dengan orang di seberang ponselnya sana, Zha mengambil ponselnya dan merekamnya.
" Ha ha ha, kita pasti berhasil, kemarin memang aku beri dia obat agar sedikit sembuh biar tidak mencurigakan supaya ada semangatnya, dan kemarin aku beri dia racun dengan suntikan dan di obatnya, aku yakin beberapa bulan lagi dia akan lumpuh ha ha ha !" tawa dokter Rudi.
" Kau pintar, ingat kalau kamu gagal anakmu tidak cuman berhenti kuliah, tapi jantungnya juga berhenti berdetak " ancam orang dari sebrang sana.
" Baik tuan, aku akan laksanakan tugasmu, menghancurkan kebahagiaan Leon dan aku pastikan dia tidak memiliki keturunan, asal anaku bisa melanjutkan pendidikanya !" jawab dokter Rudi.
Setelah itu dokter Rudi memutus sambunganya dan Zha menutup pintunya lagi.
Dan Zha mengetuk pintunya, agar tidak di ketahui kalau dia mendengarkan pembicaraan dokter Rudi.
Setelah mengetuk dan permisi mengambil dompet yang ada di meja dokter Rudi. setelah itu Zha langsung masuk mobil Roy.
Mobil Roy berjalan, Zha mengirim vidio yang si rekam tadi di ruangan dokter Rudi, Roy langsung pasang handsetnya dan melihat vidio itu.
( Lalu apa selanjutnya rencanamu ?) Roy balas chat Zha yangcsatu mobil denganya, supaya tidak di ketahui Leon.
( Cari dokter lain ) balas Zha.
( Baiklah ) balas Roy.
( Simpan semua vidio yang ku kirim ) kata Zha.
( Tugasmu cari dalang dari semua ini ) pesan Zha.
Roy hanya memberi isyarat jempolnya
Roy menuju rumah sakit lain dan langsung mencari dokter spesialisnya.
Setelah saling sapa pada dokter, ternyata dokternya masih muda, masih sebaya dengan Leon.
Mereka saling berkenalan dan.
" Untuk apa kesini Zha, apa kamu tidak dengar kata dokter Rudi tadi ?" bentak Leon pada Zha saat mengetahui di bawa ke rumah sakit lain.
" Karena Zha yakin kak Leon akan sembuh !" jawab Zha dengan lembut.
Setelah itu dokter yang di ketahui namanya Geo sarendra itu mengambil sampel darah Leon untuk di led.
__ADS_1
Setelah hasil led keluar keluar Dokter Geo menerangkan pernyakit Leon pada Zha dan di belakangnya adalah Roy.
" Maaf sejak kapan anda nengalami sakit pada bagian perut ?" tanya Geo.
" Sekitar tiga bulan yang lalu !" jawab Zha.
" Sebenarnya pernyakit ini, bukanlah pernyakit biasa, tapi terkena racun !" jelas Geo membuat semua terkejut.
" Maksudnya dok ? dan bagai mana kerja racun itu, apa solusinya, masih bisakah di obati ?" tanya Zha bertubi - tubi.
" Tenang buk, suami anda bisa sembuh, tapi tergantung anda ?" jelas Geo.
" Apa yang harus aku lakukan ?" tanya Zha.
" Suami anda terkena racun, yang di bilang ganas, memang ganas, di bilang tidah karena masih bisa di obati !" jelas Geo.
" Suami anda terkena racun ini sekitar dua tahun yang lalu, jadi sudah meracuni darahnya terus cara kerja racun ini adalah pada organ vital pak Leon, terutama pada kesuburan, dan darah telah membeku di perut bagian bawah, mungkin awalnya tidak terasa karena, dia belum pernah menyalurkan hasratnya, tapi setelah tersalurkan darah itu semakin nenggumpal dan terjadilan pernyakit yang di sebut impoten dan akan menimbulkan kelumpuhan permanen " jelas dokter Geo.
" Selanjutnya cara menangani ?" tanya Zha.
" Aku akan kasih resep obat untuk menghancurkan gumpalan darah beku yang ada di perutnya, dan nanti setelah hancur kita adakan operasi kecil, kalau sekarang racun itu belum kumpul semua ?" jelas Geo.
" Jadi tugas anda sebagai istri dan selalu di dekatnya, berikan suami anda dukungan, dan wajib di minum, berikan dia susu sapi murni di pagi hari dan air kelapa hijau siang hari biar tidak, agar cepat nenetralisir racun yang ada di tubuhnya dan obat ini di minum saat akan tidur. kemungkin kalau darah itu akan pecah, sedikit sakit " jelasnya.
" Baiklah dok !" kata Zha.
" Ingat kesembuhan suami anda, anda sendirilah kuncinya dan satu lagi kita akan mengadakan cek led, dan usg lima belas hari sekali, setelah melakukan oprasi nanti, jika sudah bisa berdiri juniornya, rajin - rajinlah rangsang dia, aku hanya butuh spermanya untuk tes kesuburan !" jelas Geo sambil tersenyum.
" Baik dok !" kata Zha sambil berjabat tangan dengan Geo.
Setelah ngobrol banyak dan konsultasi, dan Leon hanya bisa pasrah di perlakukan seperti apa. Di apartemen
Roy dan Zha ngorol pribadi di sela - sela istirahat Leon.
" Selanjutnya apa rencanamu Zha ?" tanya Roy.
" Kita masih tetap berobat pada dokter Rudi, untuk mencari tahu apa motifnya, sampai dia tega neracuni kak Leon ?" kata Zha.
" Apa tidak berbahaya kalau kita ketahuan berobat di dokter lain ?" tanya Roy.
__ADS_1
" Tapi lebih bahahaya kalau kita langsung keluar dari dokter Rudi, dia bisa langsung di bunuh oleh bosnya tanpa kita ketahui siapa dalang di balik semua ini, kita hidup di dunia bisnis, banyak manusia menghalalkan segala cara agar tercapai keinginanya !" jelas Zha.
" Aku hanya bisa ikut intruksimu, kau otaknya dan aku mesinya " jawab Roy.