ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Perawatan


__ADS_3

Perawatan


...****************...


" Kak, kita pindah kamar ?" panggil Zha sambil menepuk pipi Leon.


Leon membuka matanya perlahan, dan di dapati istrinya sudah di atasnya.


" Kenapa kau bangun sayang ?" tanya Leon dengan lembut.


Tapi Zha tidak menanggapi omongan Leon.


" Kita pindah kamar ya, ?" Kata Zha.


Leon mengangguk dan berdiri menuju kamar, sedang Zha mengekori dari belakang.


" Kak Leon maafkan Zha, ? Zha hanya takut kehilangan kak Leon " Kata Zha memeluk Leon dari belakang.


Leon melepas pelukan dari Zha lalu bersender di kasur, Zha menangis tersedu - sedu merasa pelukanya di tolak.


" Zha. . " panggil Leon sambil menepuk dadanya.


Zha langsung mengurai pelukan di dada Leon.


" Apa yang kau rasakan sekarang? " tanya Leon sambil membelai rambut Zha.


" Zha takut keholangan kak Leon, Zha takut kak Leon pilih wanita lain, karena Zha sudah tidak sempurna, tubuh Zha tidak mulus lagi, tubuh Zha penuh dengan stremak !" Kata Zha.


" Apa kau sudah tidak percaya dengan suamimu ini ?" tanya Leon, Zha hanya diam dan menunduk.


" Kau tahu, di saat aku tahu, aku merenggut kesucianmu, dari situ aku berjanji, akan menjaga dan menyayangimu, dan setia padamu, sampai maut menjemput " Kata Leon.


" Dan bertambah lagi dengan kesetianmu, aku bangkit, apa lagi saat aku tahu, kau mengandung darah dagingku, dan melahirkan, bertaruh nyawa, aku akan menerimamu apa adanya, walaupun kau keriput, jelek, tua !" Kata Leon.


" Jikalau, aku sampai, tidak setia, kau berhak, menembak mati aku, di depan anak - anak kita "


" Tenangkan pikiranmu, itu bisa mempengaruhi ASImu kasihan putra kita kau juga yang pilih sendiri, untuk memberi ASI eklusif " Kata Leon masih membelai rambut Zha, dan di angguki oleh Zha.


" Tidurlah, Minggu kita ke kota, kita kembali ke kota !" Kata Leon dan di angguki Zha.


Ke esokan paginya.


" putra ayah sudah tampan mau kemana ini ?" sapa Leon yang melihat kedua putranya sudah rapih.


" Zha ingin ke toko kak, Arka dan Aksa Zha ajak " kata Zha.

__ADS_1


" Mau antar saja ? Nanti panas !" Kata Leon menawari Zha.


" Tidak usah kak, panasnya pagi kan sehat, sama ibu kok, lagian kan ada kereta dorong, jadi Zha tidak repot menggendong, kak Leon kan mulai ngantor pagi ini ?" Kata Zha.


" Dari sini ke kantor kan jauh, jadi harus lebih pagi !" lanjut Zha sambil menyiapkan bekal makanan untuk suaminya.


" Ingat pesan Zha, jangan pernah makan, makanan sembarangan !" Kata Zha sambil mengulurkan bekalnya dan di angguki oleh Leon sambil mencium kening istrinya.


" Baik - baik ya di rumah, jangan nakal, kasihan bunda, sama nenek !" Leon memperingati putranya yang sedang tertidur di kereta dorong.


" Kak Leon pergi dulu !" Kata Leon dan di salami oleh Zha dengan takjim.


Zha dan Rima berjalan menuju, toko kue yang sekarang sudah ada resto bernuansa alam.


" Hai cowok ganteng, jalan - jalan pagi ya ?" teriak Mita yang baru keluar rumah lalu mencium bayi kembar Zha, membuat kedua orang tuanya ikut keluar, karena kerasnya teriakan Mita.


" Kau ini, kalau tidak bikin heboh, dengan terikanmu Mita !" kata bu Dani.


" pak, buk Mita berangkat dengan cowok ganteng !" teriak Mita lagi.


" Sebentar aku juga ingin cium !" kata pak Dani.


" Kalau tahu Zha akan melahirkan anak cowok setampan - tampan ini, aku dulu, tidak akan mau, di lahirkan duluan, aku ingin di lahirkan sekarang atau setahun mendatang " Kata Mita konyol.


" Masih untung kamu di lahirkan, kalau tidak kau masih di dalam perut dengan kegelapan !" Kata bu Dani sambil menonyor kepala Mita dengan jarinya.


" Dasar anak ini, pengaruh dari Doraemon, sebentar lagi kantong ajaibnya keluar !" Kata bu Dani dengan gereget.


" Ayo sayang, kita berangkat " Kata Mita sambil mendorong kereta bayinya Zha.


" Mita sekarang berubah, tidak uang, uang terus, berarti pengaruh Zha memang bagus " Kata Dani.


" Dia uang terus kan gara - gara, keponakan kamu itu, untung saja Zha segera menyelamatkan, kalau tidak dia bisa ikut pengaruh buruk, jadi pelakor demi kesenanganya belaka " Kata bu Dani menyindir Ima, yang masih keponakan dari pak Dani.


" Sudah buk, jangan di permasalahkan, yang penting kita bersyukur " kata pak Dani.


" Kapan Adi melamar Mita ya pak, aku ingin seperti mbak Rima, masih muda sudah punya cucu " Kata bu Dani.


" Orang anakmu sendiri yang belum siap, kalau Adi kapanpun hayo, pasti Leon yang akan keluarin modal " Kata Dani sambil masuk rumah.


" Hai anak imut ?" sapa bu Minto pada anak Zha.


" Jangan kau panasin Zha anak tampanmu, nanti hitam " canda pak Minto.


" Ibunya juga hitam " Jawab Rima.

__ADS_1


" Ha ha ha. . . !" tawa semua.


Ima datang dengan wajah cemberut.


" Kenapa Ima ? tidak dapat jatah semalam ?" tanya Aldo mengejek Ima.


" Aku butuh uang, untuk perawatan, gaji suamiku mau aku ambil sekarang Zha !?" Kata Ima sewot dengan Zha.


" Nanti ya, kak Leon sedang kerja jadi ATMnya tadi bawa dia karena mau mencairkan uang belanja !" alasan Zha.


" Jangan pelit kenapa !?" Kata Ima.


" Ini aku hanya ada uang belanjaku segini " Kata Zha sambil mengulurkan uang seratus ribuan tiga lembar, pada Ima.


" Kamu perawatan di mana Zha, bisa seksi lagi kembali semula ?" tanya Ima.


" Aku hanya perawatan sama mbok Darmo !" jawab Zha.


" Tidak mungkin kamu pasti perawatan mahal !" Kata Ima dengan nada tidak percaya.


" Ya suamiku membayar mbok Darmo mahal, agar aku kembali semula, kalau tidak percaya ya sudah ?" Kata Zha.


" Lagian kita berbeda, kau caesar, sedang aku normal jadi aku bebas pakai stagen, dan aku pakai ASI eklusif, sedangkan kau pakai susu formula, makanya payudaraku berisi " Kata Zha lagi.


Aldo yang mendengarnya, menelan salivanya dengan sangat susah, bu Minto yang tahu langsung memukul punggung Aldo.


Zha melihatnya, " Tapi aku berisi juga ulah kak Leon " canda Zha agar Aldo tidak menginginkanya lagi.


" Ya rezeki suami itu dari istri, cantiknya istri juga karena suami kalau istrinya ganti, ya rezekinya ganti juga " Kata bu Minto menyindir Ima.


" Ya sudah buk, Zha jalan dulu, kasihan putra - putra Zha !" Kata Zha.


" Sudah Do, lupakan Zha, tatalah hidupmu dia sudah bahagia, dengan pilihanya " ucap pak Minto pada Aldo, yang melihat Zha pergi tanpa berkedip.


Aldo hanya mengibaskan tanganya, ke udara, di depan wajahnya.


" Tidak dapat perawanya, jandanya juga boleh " Kata Aldo, membuat pak Minto geleng kepala dengan sikap anaknya yang berharap tidak pasti dengan istri orang.


Zha berjalan, sesampainya, di resto, Zha langsung menemui Arya, dan menceritakan niat Ima.


" Terima kasih, Zha kamu sudah tidak memberi Ima, dia itu boros, dan tidak mau memberi ASI pada putranya, sedang kita harus beli susu formula, dari kemarin dia geger ingin perawatan. dan uang tiga ratus ribu nanti potong saja gajihku saja Zha " jelas Arya.


" Tidak usah aku iklas kok, memberinya " Kata Zha.


" Terima kasih Kau berulang kali membantu kami Zha " Kata Arya.

__ADS_1


Sedang Adi sedang bermain dengan keponakanya.


__ADS_2