
Zha melahirkan
...****************...
Leon melucuti seluruh aspek berharga, Zha hanya bisa menurut, takut Zha kasar, karena sidah tiga malam tidak dapat jatah.
" Kak Leon, nanti kalau Zha lahiran kak Leon sanggup tidak libur sampai masa nifas ?" tanya Zha saat sebelum melakukan kegiatanya.
" Harus sanggup sayang !" jawab Leon.
Leon melakukan aksinya, belum sampai tuntas Zha sudah berteriak.
" Kak Leon lepas. . !" teriak Zha, sambil memegang perutnya.
" Sabar sayang sedikit lagi !" kata Leon.
" Kak Leon aghhhhhhtt !" kata Zha saat merasakan sakit karena hentakan Leon yang mengeluarkan cairan kental di rahim Zha.
" Aggghhhhttth. . ! " desah Leon.
Zha yang tidak sabar langsung menendang Leon dengan kasar, membuat Leon sedikit kecewa.
Leon kecewa karena Zha kasar. Tapi Zha tidak menghiraukan lagi, sakit di perut dan pinggangnya semakin menjadi, Leon yang tadinya kecewa jadi kuwatir karena melihat wajah Zha yang pucat.
" Sabar sayang kak Leon mandi sebentar !" kata Leon sambil mencium istrinya.
Mandi Leon tidak lama, di buat semakin cepat.
Leon semakin kuwatir, saat melihat lendir bercampur darah di spray nya yang berwarna cerah.
Leon segera memakaikan baju Zha yang sudah merasakan sakit, dan segera keluar memanggil Didik dan Rima.
" Zha sabar sayang !" kata Leon sambil mengelus perut Zha.
" Sini kak Leon yang sakit !" kata Zha sambil menunjuk pinggangnya.
Leon segera mengelus pinggang Zha
Didik dan Rima yang baru masuk kamar langsung panik.
" Kita bawa ke rumah sakit, Zha sudah mau melahirkan !" teriak Didik.
" Tapi usia kandunganya masih tujuh bulan pak !" protes Rima.
" Sudah tidak banyak waktu, panggil Adi suruh bawa mobilnya !" perintah Didik.
Leon menjaga Zha, merasakan cengkraman - cengkraman Zha semakin kuat.
" Kak. . . !" teriak Zha saat mencengkram kuat Leon karena seperti ada yang ingin keluar kelaminya.
" Sayang sabar. . !" kata Leon dengan cemas.
__ADS_1
Saat Adi datang, Leon segera menggendong Zha membawa ke mobil, sedang Rima, menyiapkan seluruh perlengkapan yang akan di bawa.
" Kak, Zha tidak kuat !" keluh Zha karena lelah.
" Kau pasti kuat sayang !" kata Leon menyemangati istrinya.
Sesampainya di rumah sakit, langsung naik brankar, dan di sambut Yuyun dan Geo.
" Sudah bukaan delapan, mungkin setengah delapan, setengan sembilan, akan lahir !" kata Yuyun yang habis memeriksa Zha dari riang ICU.
" Kak, jangan tinggalkan Zha !" pinta Zha, di sela - sela rasa sakitnya.
Leon mengangguk, hanya Leon yang ikut masuk ke ruang ICU.
Seluruh keluarga di suruh menunggu di luar
Yuyun dan Geo dan dua perawat yang di ruangan itu, Yuyun dan Geo, memang di hubungi Leon saat Zha merasakan sakit.
" Egggghhhhh. . . !" Zha mengejan dan keluar ketuban.
" Ayok Zha sebentar lagi, aku yakin kamu bisa . . .!" semangat Yuyun pada Zha.
Sedang Leon menciumi kening istrinya dan sesekali mengelap keringat Zha.
" Owek. . . Owek. . . Owekk. . !" tangis bayi mulai terdengar.
Zha mengejan lagi, tapi tenaganya sedikit ngedrop sampai menutup mata membuat Leon dan semua panik.
Yuyun menambagkan suntik tenaga pada Zha.
" Sayang. . ! aku yakin kamu bisa ?" bisik Leon dengan lembut. Zha membuka matanya berlahan. dan nengejan lagi.
" Owek. . . Owek. . . !" bayi kedua lahir.
" Alhandulilah semuanya selamat, semua laki - laki dan sama seperti ayahnya " kata Yuyun.
Adi yang menunggu di luar tidak sabar langsung menerobos masuk. membuat semua orang kaget.
" Aku yang adzanin keponakanku !" kata Adi yang baru datang, di senyumi dengan Leon dan Zha.
Setelah di bersihkan Leon mengadazani satu dan Adi yang satunya.
Zha yang terlihat sudah sedikit mendingan harus di jahit.
" Kak, robek punyamu ?" goda Zha..
" Tidak masalah, kau bertaruh nyawa demi anaku, terima kasih sayang, ! ahirnya aku jadi seorang ayah. . ha ha ha !" kata Leon bangga sambil mengangkat anaknya.
" Aku ingin lihat kak ?" kata Zha.
Leon menundukan anaknya
__ADS_1
Adi masih asik bermain dengan bayi mungil dan tampan itu.
" Hai, kau buat aku ada saingan " kata Adi sambil mencium bayi Leon.
" Kak, kok ada mirip Ariefnya " kata Zha.
Dan di angguki Leon, Adi datang dengan membawa satu bayinya.
" Itu bukan boneka Adi, itu putra Leonardo !" kata Zha yang melihat Adi mendekat dengan bermain dengan bayinya.
" Dia keponakan Adi " jawab Adi.
Setelah semua beres, semua keluarga masuk, Rima yang melihat anaknya langsung mencium keningnya, Didik pun sama.
Leon yang tidak bisa melepas tangan istrinya masih dengan menciuminya. sedang baby twin di bawa ke ruang khusus untuk di incubator.
Semua bahagia melihat baby dan ibunya selamat.
" Kak Leon, perut Zha sakit. . !" kata Zha sambil mecengkram perutnya.
" Bertahan sayang !" teriak Leon.
Leon langsung panik, dan segera memanggil Yuyun.
" Yun. . . !" panggil Leon pada Yuyun, tapi tidak menghiraukanya.
" Kak, sakiiiiit. . " kata Zha dan keluar darah dari jalan rahimnya.
" Kak !" panggil Zha yang semakin melemah dan seperti sudah tidak ada aliran darah di wajahnya. dan tidak sadarkan diri.
" Bertahan sayang !" teriak Leon dengan mengeluarkan air matanya
Leon semakin panik, saat Geo dan Yuyun belum juga datang, Rima dan Didik dan seluruh keluarga juga ikut panik.
Yuyun datang dan ikut panik melihat kondisi Zha.
Leon yang marah menunggu sedikit lama kedatangan Yuyun.
" Kau meracuni istriku kan ? kalau sampai istriku tidak terselamatkan, akan ku bakar rumah sakit ini !" ancam Leon karena saking jengkelnya, karena Yuyun dan Geo tidak cepat merespon panggilanya. Di kira Yuyun Zha baik - baik saja.
Yuyun dan Geo langsung mendorong Brankar Zha masuk ke ruang UGD, Yuyun dan Geo dan beberapa perawat yang panik, mencari denyut nadi Zha yang masih berfungsi, tapi tidak di temukan juga, saat Yuyun menemukan satu denyut nadi yang masih berfungsi, Yuyun langsung melakukan kuretase untuk membersihkan rahimnya, sedang Geo, memasang segala alat untuk menyelamatkan nyawa Zha.
Sedang Adi, dan Aldo menahan Leon yang amarahnya tidak terkendali.
Angga yang pusing mencari Leon keseluruh rumah sakit, karena Dahlia sakit, mulai putus asa.
" Rumah sakit mana kalian !?" kata Angga, yang mulai putus asa, sedang ponsel Leon tidak aktif.
Karena Angga tahu dari tetangga kalau Zha lahiran.
Ahirnya Angga bertanya pada tetangga lagi, menanyakan rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Angga langsung mengabari Dahlia, Dahlia jadi terlihat sehat saat dengar kabar Zha telah melahirkan putra kembar Leon dengan selamat.
Dahlia langsung meminta di jemput dan ke rumah sakit Zha di rawat.