
Hobi baru Leon
...****************...
" Tidak terasa umur kita sudah tua, putri bungsuku, akan memiliki anak, dan Adi sudah berani pacaran di depan orang tuanya " kata Didik yang melihat anak - anaknya berpasangan.
" Iya mas, , , Adi yang ingusan sekarang sudah ingin nikah !" kata Jak.
Meraka menuju sebuah toko.
" Ini bagus pak, bapak senang ?" tanya Adi pada bapaknya.
Jak mengangguk dan menyuruh mencobanya, setelah memilih beberapa potong Adi langsung membawa ke kasir.
" Ke mahalan Di, tidak usah di bayar " kata Jak, saat mendengar jumlah yang harus di bayar.
" Ya tidak lah pak, baju Zha saja lebih mahal " kata Adi.
" Tidak usah, kalau di pasar uang segitu bisa dapat satu kodi pakaian Di !" kata Jak menahan tangan Adi.
" Iya, baju obralan !" kata Adi.
" Zha. . . .!" teriak Adi.
Zha datang dengan santai.
" Kenapa Di ?" tanya Zha.
" Jelaskan pada bapak kalau ke mall !" kata Adi.
Zha hanya tersenyum.
" Pak, saat Adi di belikan Zha baju mahal katanya Adi tampan seperti pangeran Dubai, siapa yang senang, pasti bapak bangga, karena punya Adi, sekarang Adi belikan bapak baju mahal, kalau bapak tampan seperti Amitha batchan siapa yang bangga, pasti Adi kan pak !" jelas Adi.
" Tapi Di ?" kata Jak.
" Uang, uang siapa, ? yang bayarin siapa ?" tanya Adi pada Jak.
" Ya kamulah, !" kata Jak.
" Makanya jangan protes !" kata Adi yang suka konyol. Zha langsung menonyor kepala Adi.
" Kalau bapak tidak ingat kalau kamu sudah tidak punya ibu, mungkin dari dulu sudah aku buang ke Samudra Hindia, jadi santapan Ikan Hiu !" kata Jak.
" Mending di makan Hiu, Hiu saja tidak doyan takut diabetes karena terlalu manisnya Adi " kata Adi masih dengan gaya konyolnya membuat orang yang ada di situ tersenyum.
Adi ahirnya membayarinya, Jak tidak bisa protes lagi.
Setelah selesai mereka pulang, Zha membelikan beberapa untuk anak Ima.
" Nih, takutnya aku duluan yang lahiran, jadi tidak bisa kado kamu, jadi ini ada rezeki sedikit sekalian aku belikan perlengkapan untuk bayimu, aku tidak tahu jenis kelaminya, jadi ngasal saja ?" kata Zha.
__ADS_1
" Kamu mengejeku ya ?" tanya Ima sinis.
" Kenapa kamu selalu sensitif padaku ?" tanya Zha.
Ima geleng kepala, " Terima kasih ?" kata Ima sambil berlalu masuk tanpa mengajak Zha masuk.
Sesampainya di rumah, karena lelah langsung menuju kamar masing - masing.
" Kak,. . !" panggil Zha pada Leon, yang masih di ketiak Leon. sedang Leon masih berkutat dengan ponselnya.
" Emmm !" jawab Leon.
" Kak Leon Zha lihat kak Leon tidak pernah gym lagi ?" tanya Zha.
" Kenapa harus gym, kak Leon sudah punya hobi baru " jelas Leon.
" Apa ?" tanya Zha.
" Kamu juga punya hobi baru juga selama hamil !" kata Leon.
" Apa ?" tanya Zha semakin penasaran.
" Hobiku, memainkan lubang belut yang menghadirkan surga dunia " jawab Leon sambil memciumnya.
" Apa pernah kak Leon cari belut lihat binatangnya saja sidah takut ?" tanya Zha yang penasaran.
" Obok - obok punya kamu. . !" bisik Leon di telinga Zha.
" Jijik, tapi kamu suka kan ?" kata Leon membuat Zha memerah wajahnya karena malu.
" Kamu juga punya hobi baru juga !" kata Leon sambil menaruh ponselnya.
!!!? Zha bingung.
" Bermain bola bekel yang isinya dua " kata Leon.
" Tidak Zha tidak pernah main bola bekel Zha tidak pernah suka " Elak Zha.
" Coba lihat itu !?" kata Leon sambil menunjuk tangan Zha yang di dalam boxernya yang tidak mau diam dari tadi membuat Leon tegang.
" Ha ha ha. . " tawa Leon membuat kesal Zha dan menarik tanganya, tapi di tahan oleh Leon.
" Kau harus tanggung jawab Zha, dia sudah bangun dari tidurnya, dan harus bikin dia tidur lagi ?" kata Leon memainkan ****** Zha yang tidak memakai bra yang masih di lapisi kimono sutra.
Leon memang tidak suka kalau Zha pakai lingeri tipis, karena berkesan seperti wanita penggoda, dia lebih senang Zha pakai baju tidur sutra, kalau di sentuh langsung terangsang.
" Pilih di perk**a, atau kamu yang gerak ?" tanya Leon sambil mendekap tubuh mungil istrinya.
" Awwwww. . . !" teriak Leon saat Zha meremas bagian bawahnya.
" Kak Leon, selalu tegang duluan sebelum Zha goda !" kata Zha.
__ADS_1
" Kau tanpa menggodapun aku sudah tergoda sayang. . . !" kata Leon sambil mengukung Zha.
" Terima kasih sayang, kau telah mengisi hariku " bisik Leon di kegiatan panasnya.
Leon melakukan kegiatan panasnya, menuntaskan hasratnya sampai tertidur.
...****************...
Sudah lima hari dari tingkepan itu.
" Buk, perut Zha kok sakit ya buk ?" tanya Zha di pagi hari, suasana masih petang.
" Apa mungkin Leon terlalu keras menyetubuhimu semalam ?" tanya Rima.
" Tidak buk, kak Leon tidak mintak jatah dua malam ini !" jawab Zha jujur.
" Mungkin kamu kelelahan, karena beres - beres sebanyak itu !" kata Rima.
" Apa Zha mau lahiran yabuk, pinggang Zha juga sedikit sakit ?" tanya Zha.
" Usia kandunganmu baru tujuh bulan Zha, jadi jangan aneh - aneh kamu mikirnya " kata Rima.
" Mungkin magh Zha kambuh buk !" kata Zha sedikit menghibur.
" Lebih baik kamu istirahat biar ibu yang masak, nanti agak siang, biar bapak panggil mbok Darmo, biar memijit badan kamu " kata Rima lagi.
Zha mengangguk setuju dan masuk ke kamar lagi, melihat suaminya sedang baca al-qur'an sehabis sholat subuh.
" Kenapa sayang ?" tanya Leon yang melihat istrinya masuk kamar dengan malas.
" Entahlah kak, pinggang sama perut Zha sedikit sakit !" kata Zha.
" Sini kak Leon pijitin !?" tawar Leon.
Leon memijit Zha sambil menggoda, bukan Zha yang terangsang malah Leon sendiri.
Leon melucuti seluruh aspek berharga, Zha hanya bisa menurut, takut Zha kasar, karena sidah tiga malam tidak dapat jatah.
" Kak Leon, nanti kalau Zha lahiran kak Leon sanggup tidak libur sampai masa nifas ?" tanya Zha saat sebelum melakukan kegiatanya.
" Harus sanggup sayang !" jawab Leon.
Leon melakukan aksinya, belum sampai tuntas Zha sudah berteriak.
" Kak Leon lepas. . !" teriak Zha, sambil memegang perutnya.
" Sabar sayang sedikit lagi !" kata Leon.
" Kak Leon aghhhhhhtt !" kata Zha saat merasakan sakit karena hentakan Leon yang mengeluarkan cairan kental di rahim Zha.
" Aggghhhhttth. . ! " desah Leon.
__ADS_1
Zha yang tidak sabar langsung menendang Leon dengan kasar, membuat Leon sedikit kecewa.