ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Aku bersyukur


__ADS_3

Dua garis biru


...****************...


Hai Zha, makin cantik saja kamu jadi istri CEO " sapa temanya dan di tanggapi dengan senyum manisnya.


" Tumben buk bos ke kantor, mau cari suami buk ?" tanya Mita yang melihat temanya.


" Iya, kak Leon ke mana ya ? tadi pagi dia belum sarapan " tanya Zha pada Mita.


" Kayaknya sedang metting, lebih jelasnya tanyakan saja pada meja Resepsionis !" jelas Mita.


Zha menanyakan Leon, dan Zha sudah tidak sabar menunggu, Zha masuk ke ruang Metting, semua mata tertuju ke arah Zha.


Leon yang sedang persentase melihat istrinya langsung tersentak tidak biasanya Zha mau masuk ke ruang metting kalau tidak penting, atau merasakan sakit lagi.


Zha mengucap salam dan mencium tangan suaminya dengan takjim dan Leon mencium keningnya saat Leon menghampirinya.


" Sudah sehat sayang ?" tanya Leon.


" Seperti kak Leon lihat " kata Zha sambil tersenyum.


" Romantis sekali, ternyata pria dingin seperti pak Leon " gumam seorang klien.


" Manis sekali senyumanya istrinya pak Leon, masih kecil lagi ?" gumam yang lain.


Leon menuntun Zha untuk duduk di kursinya, dan Leon meminta maaf dan meneruskan persentasinya berdiri di dekat layar.


Setelah persentase selesai, Leon menuntun Zha ke ruanganya setelah masuk ke ruangan Leon belum sampai duduk, Zha memanggil Leon.


" Kak. . . !" panggil Zha membuat Leon yang di depanya sambil menggandeng tangan Zha langsung terhenti karena di tarik tangan Zha dan menghadap Zha dengan senyum.


" Apa Zha sayaang ?" jawab Leon dengan mengelus rambutnya.


" Zha ingin bicara " kata Zha dengan tubuh yang sudah panas dingin dengan tangan yang gemetar.


" Emmm !" tanda Leon mempersilakan.


" Apa kak Leon cinta sama Zha, apa kak Leon percaya dengan Zha ?" tanya Zha membuat Leon kaget.


" Kamu ngomong apa sih ?" tanya Leon penasaran.


" Kalau kak Leon tidak mau mengakui, pulangkan Zha ke rumah orang tua Zha, jangan kasari Zha lagi jangan bentak Zha lagi kak " air mata Zha keluar, saat Leon akan bicara.


" Zha telat kak " kata Zha sambil menganggakat tangan kananya dengan gemetar.

__ADS_1


Leon meraih dan membuka genggaman Zha dan betapa terkejutnya Leon.


" Kamu hamil !?" tanya Leon saat melihat dua garis biru pada tiga alat tes kehamilan lalu mengangkat tanganya akan memeluk, tapi Zha malah menutupi wajahnya dengan tangan menangkis seperti akan di pukul.


Membuat Leon hatinya terpukul dan menarik Zha dalam pelukanya.


" Maafkan aku sayang, karena ulahku kau trauma, kau berikan kabar bahagia tapi kau ketakutan " kata Leon.


" Kata mbak Linda kalau dua garis biru itu hamil, Zha takut kak Leon tidak mau mengakuinya " kata Zha yang menangis di pelukan Leon.


" Dia anaku kan ?" tanya Leon, Zha mengguk.


" Kenapa kau harus takut ?" tanya Leon.


" Karena kak Leon masih menganggap kak Leon sakit " jawab Zha.


" Nanti kita ke dokter ya ?" tanya Leon, Zha mengangguk.


" Kita ke dokter Geo, kalau aku sudah sembuh sayang " kata Leon sambil menghujani kecupan di kepala Zha yang masih dalam pelukanya.


Lalu menaikan Zha dalam meja kerjanya dan Leon duduk di kursinya.


" Kau tahu sayang, ini kabar yang ku nanti kalau aku sembuh, terima kasih telah mendampingiku selama ini, maafkan aku yang pernah menyakitimu " kata Leon dengan mencium tangan istrinya.


" Aku takut, tapi aku juga bahagia kak !" jawab Zha.


Leon langsung menyingkap kaos yang di pakai Zha langsung meencumbu perut Zha membuat Zha tertawa geli, sampai para karyawan mendengar tawa Zha karena pintu tidak tertutup.


" Ha ha ha ha Kak Leon sudah, Zha geli ?" pinta Zha.


" Ayahnyakan juga ingin bermain dengan anaknya tidak cuman kamu ?" canda Leon.


Leon menarik wajah Zha membuat keningnya menempel dan meelumat bibirnya.


" Tuan . . ." panggil Roy menghentikan aksi Leon Roy takut karena di pandang tajam Leon.


" Nanti saja tuan !" kata Roy keluar dengan pelan karena merasa mengganggu ketenangan tuanya.


" Tolong di kunci pintunya ?" perintah Roy pada tuanya dengan pelan karena takut salah.


Leon mengunci pintunya dan mulai bermain dengan Zha.


" Aku ingin lihat anaku !?" kata Leon.


" Kak Leon seperti kucing, di mana tempat selalu mintak !" kata Zha.

__ADS_1


" Ha ha ha ha, ya kucing yang suka menerkam kamu ?" kata Leon.


" Kayaknya mami dulu hamilnya kak Leon tukang lihat kucing k4win " jelas Zha.


" Emang kenapa ?" tanya Leon.


" Di mana berada di mana tempatnya selalu ingin gituan mulu ! sampai dulu termos panas Zha jadi korban kucing k4win ha ha ha " tawa Zha mengingat masa lalu.


" Emang dasar anak kecil ! tapi kamu sukakan, makanya sampai tumbuh baby di sini !" tanya Leon sambil menunjuk perut Zha.


" Suka tidak suka, sudah terlanjur enak, takut juga kalau di p3rkos4 nanti sakit !" kata Zha membuat Leon tertawa.


" Ha ha ha, kau ada - ada saja sayang, emang makananan, enak ?" tawa Leon.


Leon mulai meraba dada Zha dan memasukan tanganya di antara dua gundukan indah di dalamnya. sambil mencium tengkuk leher Zha, membuat Zha tidak berdaya.


Dan menyingkap androk bagian bawah Zha dan menarik bagian dalam.


" Ayah akan melihatmu sayang !" kata Leon sambil melihat surganya dengan jelas, karena Zha duduk di atas meja di depanya.


Leon berdiri dan hanya menurunkan sedikit celananya dan melakukan penyatuan.


Di tengah permainan Leon berhenti dan menggendong Zha pada kamar big size di ruangan Leon.


" Kok ada kamar di sini kak ?" tanya Zha.


" Ini dulu saya buat saat Arief SMA, karena Arief lebih sering ikut aku dan ketiduran di sofa, ahirnya aku inisiatif untuk bikin rumah ini " cerita Leon.


Leon langsung membuka seluruh milik Zha membuat terpampang jelas seluruh surganya.


Leon pun sama dan siap mengukung Zha dan melakukan penyatuanya lagi dengan memompa dengan ritme pelan, dan kadang cepat membuat Zha tidak berdaya.


" Ah ah ah ah em em em em. . .!" suara Zha mengikuti ritme gerakan Leon.


Sampai Leon tergeletak di sebelah Zha dengan lemas.


" Kau memang segalanya Zha. . . !" kata Leon.


Setelah selesai Leon mandi tapi Zha tertidur karena pergulatanya tadi dengan di tutupi selimut.


" Mungkin ini efek ibu hamil, selaluu ngantuk ?" kata Leon sambil mencium kening Zha.


Zha yang terkena tetesan air dari rambut Leon terbangun.


" Kak Leon mau kemana ?" tanya Zha masih memejamkan matanya.

__ADS_1


" Mau metting lagi, tidurlah, nanti kalau sudah selesai kita berangkat ke dokter !" kata Leon.


Zha mengangguk menurut.


__ADS_2