ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Gombalan Leon


__ADS_3

Gombalan Leon


...****************...


Saat siang tiba, para ibu - ibu kampung, bermain di rumah Zha.


" Waw, ini kah rumah pembisnis, penjaga, tidak hanya satu, pantas anak saya, senang benar main ke sini !" kata Surti.


" Kau benar Zha, bukan istri simpanan ?" kata Warti meyakinkan.


" Buk, jangan bilang seperti itu, nanti suami ibu saya goda loh !" ledek Zha.


" Bener itu Zha !" bela Indah membuat Warti manyun.


" Istri sah, serasa istri simpanan, aku keliling ya ?" tanya Warti. Zha mengangguk.


" Buk Arka dan Aksa bangun, sepertinya ingin ***** !" kata Yati.


" Bawa sini saja Yati !" kata Zha.


" Jadi kamu sudah punya anak Zha ?" tanya Warti heran.


" Sudah buk, setelah, suami saya sembuh dari sakitnya, alhamdulilah Zha langsung di anugrahi sekalian dua putra " kata Zha.


Sedang asik mengobrol, Leon datang.


Zha langsung menyambut suaminya, dan ke kamar. Leon menyapa para ibu, dengan senyumanya


Para ibu kagum dengan ke tampanan Leon. Zha mengikutinya, sampai kamar dan melepaskan dasinya dan jasnya.


" Tumben pulang siang ?" tanya Zha.


" Tidak suka suaminya, pulang cepat, atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan, apa jangan - jangan ada pria lain yang datang ?" kata Leon sambil mengacak - acak seprainya.


" Posesifnya kambuh. . . !" kata Zha sambil melepas sepatu Leon.


" Tapi kamu suka kan?" ejek Leon. Zha menggeleng.


" Posesifnya kak Leon membunuh, lalu memperkosaku !" teriak Zha.


" Karena tubuhmu canduku !" teriak Leon sambil memeluk Zha dan memasukan bibirnya di lehernya.


" Ha ha ha, , , kak Leon geli. . . !" teriak Zha.

__ADS_1


Zha dan Leon turun, dan para ibu pamit pulang, Adi dan Mita datang.


" Mami dan papi mau kesini, mau meminta, Arka dan Aksa, makanya kak Leon pulang cepat " kata Leon sambil menyesap coklat hangatnya.


" Enak saja. . !" Zha emosi.


" Apa mami tidak tahu, perjuangan Zha. mendapatkan anak, Zha rela, hilang keperawanan di umur belia, yang masih sempit di masuki rudal super " kata Zha sambil mengelus lenganya yang di kepalkan.


" Jangan kau pamerkan nanti Mita kepengen !" goda Leon.


" Biarin, dan dia bisa ngerasain, di bohongin, katanya tiga hari sembuh, tiga hari tidak sembuh, seminggu, seminggu masih nyeri tapi masih di rudal terus, sehari tiga kali tidak boleh pakai baju " omel Zha di senyumi Leon.


" Baru juga sembuh, harus mendengar umpatan setiap hari, gara - gara, pusakanya tidak bisa berdiri, sudah bisa berdiri sombong " kata Zha.


Adi dan Mita hanya menjadi pendengar setia.


" Coba kalau, buka keperawanan, dari pusaka terkecil, jangan langsung besar, " kata Zha.


" Sakit ya Zha ?" tanya Mita.


" Sakit banget, seperti putus, urat di tubuh kita, lebih lagi yang ada di paha, kalan saja nyeri !" kata Zha membuat Mita ngeri.


" Jangan menakutinya, nanti dia takut padaku Zha " kata Adi.


" Sayang dengarkan kak Leon dulu " kata Leon.


" Jadi kalau mami mintak anak Zha, kak Leon yang aku kasih, yang anaknya asli " bentak Zha.


" Nenek sihir kalau kumat ngomel, dari Sabang sampai Maraoke, hafal semua " kata Adi


" Jangan mempersulit keadaan, akan aku robek mulutmu menjadi tujuh " bentak Zha pada Adi, Adi langsung menutup mulutnya.


" Sayang kau lagi datang bulan ya ?" tanya Leon sambil menempelkan pipinya pada Zha.


" Apa hubunganya, siapa yang terima seorang ibu memberikan anaknya pada orang lain, walaupun ibu mertuanya, kak Leon yang srbagai ayah kejam, jika mami ingin anak, Zha suruh bawa lagi kak Leon, bukan anak Zha " kata Zha.


" Dengarkan kak Leon sayang. . !" kata Leon.


" Maksud mami, waktu tujuh bulan kehamilan kan di tempat ibu, dan ini tujuh lapanan Arka dan Aksa, akan mami yang merayakan " jelas Leon.


" Ngomong dari kemarin !" kata Zha sedikit lega.


" Tadi Zha. . !" protes Adi.

__ADS_1


" Mulut mulut siapa, ? telinga kamu kalau tidak mau dengerin tutup saja ?" kata Zha sewot.


" Kamu saja, yang tidak memberi kesempatan kak Leon bicara " kata Leon.


" Bagai mana menurutmu ?" tanya Leon.


" Kalau Zha terserah kak Leon, tapi kalau anak Zha di minta tidak boleh, Zha langsung balikin kak Leon ke mami, sambil bilang, Terima kasih, sidah memberi bibit unggul, walaupun sempat, tidak tumbuh !!" kata Zha sambil mengacungkan jempolnya.


" Ha ha ha. . !" tawa semua, hanya Zha yang diam memandang orang satu persatu dengan bingung.


" Sayang, kalau kau polos seperti ini, tidak ada yang menyangka, kau wanita hebat, kau wanita kuat, !" kata Leon di telinga Zha.


" Kak Leon kalau sudah menggombal bikin Zha pengen ajak kekamar !" kata Zha.


" Ngapain ?" tanya Leon.


" Ngerues rambutnya, pasti bukan hanya Zha yang di gombalin, pasti mantanya dulu di gombalin seperti itu !" kata Zha.


" Zha dari dulu kak Leon tidak bisa menggombal sayang, kalau kak Leon bicara adalah fakta " kata Leon.


Masih asik bercanda, Dahlia dan Angga datang mengutarakan maksudnya, dan Zha setuju saja.


" Sederhana saja mi, Zha takut, Arka dan Aksa, tidak mau keramaian !" kata Zha.


" Iya nak " jawab Dahlia sambil memegang tangan Zha.


Ahirnya waktunya telah di tentukan, pas dengan hari yang kelahiran keduanya dan rencana Dahlia dan Angga, tanpa di ketahui Leon dan Zha, mengadakan acara besar - besaran sekalian buat mengumumkan pada media kalau Leon sudah beristri dan memiliki anak, agar tidak ada yang mengganggu keduanya.


Tidak terasa umur Arka dan Aksa sudah mendekati, jadi sudah bisa merangkak, wajah Leon semakin terlihat, pada kedua putranya.


H-5 Di kediaman Dahlia semua orang sibuk mendekor seluruh ruangan untuk acara kedua putra Leon.


Zha tidak datang karena tidak tahu akan seperti apa acaranya, di kiranya akan sederhana, Zha juga sekarang di sibukan dengan restauranya, yang membuka cabang di kampung itu, walaupun Adi yang bergerak, tapi Zha adalah otaknya.


Walaupun Zha sibuk, tapi untuk Leon tidak boleh mengeluh, dia selalu siap sedia kalau Leon membutuhkanya.


Karena Leon orangnya super posesif, Zha harus lebih mengurusnya ketimbang buah hatinya.


" Sayang, pak Deon tadi titip ini, untuk Arka dan Aksa !" kata Leon sambil mengulurkan paper back pada Zha.


Saat di buka oleh Zha.


" Kak, kenapa Pak Deon dan kak Leon banyak kesamaan sih kak, dari selera, coba kak Leon lihat ini !" kata Zha sambil memperlihatkan sepatu yang modelnya sama dengan yang di belikan Leon di mall.

__ADS_1


" Ini sepatu, baju mahal sayang, yang jarang di Indonesia, kalau yang kak Leon belikan KW " jelas Leon.


" Apa ayh kandung kak Leon, Pak Deon ya ?" tanya Zha iseng.


__ADS_2