
Janda bolong
...****************...
Dan banyak lagi komentar miring dan mendukung, karena tidak semua tahu kalau Zha sudah menikah dengan Leon.
" Kak Leon, kenapa kak Leon jahat, Zha jadi bullyan teman Zha sekampus, Zha masih di bawah umur kak ?" kata Zha.
" Kenapa harus dengarkan netizen, kita jalani hidup kita, yang aku mau agar semua orang tahu kalau kamu sudah jadi miliku, kalau ada yang berani mendekatimu akan berurusan denganku ?" kata Leon.
" Zha belum pernah memegang ataupun menyentuh ponsel pasangan Zha, karena menurut Zha prifasi, tapi kenapa kak Leon menyalah gunakanya ?" tanya Zha.
" Apa dulu kamu tidak pernah mrngecek ponsel Arief ?" tanya Leon.
" Tidak, hanya kita saling tukar kode QR untuk pengamanan, dan yang kita pakai Instagram satu dan pasang Gps agar kita tahu ke mana pasangan kita pergi ?" jawab Zha.
" Tapi kali ini Zha kecewa dengan kak Leon " jelas Zha.
Tapi Leon masih bersih kekeh dengan pendirianya menurutnya umur bukanlah jaminan tapi pemikiranlah yang kita butuhkan.
" Jangan kamu rusak bulan madu kita dengan masalah sepele Zha ?" kata Leon pada Zha.
" Menurut kak Leon sepele, tapi beda dengan Zha, harga diri Zha, tidak semua orang tahu kalau Zha istri kak Leon, dan fans kak Leon itu banyak " kata Zha.
" Cobak kamu lihat, di luaran sana banyak anak lebih kecil dari kamu, post foto sama pacarnya, bukan suaminya, lebih panas dari kita sedang kita sudah sah di mata hukum maupun agama terserah penilaian orang seperti apa pada kita " jelas Leon.
Leon tidak mau memperpanjang debatnya, Leon menarik Zha dan mencumbunya kembali. sampai ter bawa suasana.
Setiap perjalanan rumah tangga, tidak ada yang lurus tanpa ada tikungan, jalan tol saja ada tikunganya dan ada jalan rusak, apa lagi perjalanan rumah tangga Leon dan Zha banyak yang iri dan ada yang menginginkan nyawa Leon.
Setelah beberapa hari pulang ke Indonesia, di tengah malam setelah melakukan adegan panasnya Zha menangis gara - gara di dorong Leon karena Leon sudah selesai duluan.
" Kak Leon jahat, kak Leon sudah bosan ya sama Zha? apa Zha sudah tidak menarik lagi, tidak enak di pakai lagi, atau jangan - jangan kak Leon punya wanita idaman lain " omel Zha.
" Maksud kamu apa Zha ?" tanya Leon kurang paham.
__ADS_1
" Kak Leon pulang selalu larut, dan kak Leon, hanya menuntaskan hasrat kak Leon hanya sebentar, apa lagi kalau tidak terbagi dengan yang lain hu hu hu ?" tanya Zha dengan menangis.
" Zha, dengarkan kak Leon, kak Leon tidak pernah memiliki wanita idaman lain, hanya kamu yang kak Leon cintai, hanya ?" kata Leon terputus.
" Hanya apa, hanya berbagi ? kak Leon tidak hanya sekali begini ? tapi berkali - kali " jelas Zha.
" Maafkak kak Leon sayang ? kak Leon puaskan dengan ini ya ?" kata Leon dengan menunjukan jarinya.
" Tidak perlu, Zha ngantuk, Zha capek dengan kak Leon ?" kata Zha sambil menarik selimut.
" Maafkan aku sayang, maafkan kalau tidak bisa memuaskan hasratmu, tapi setiap kak Leon paksakan ada rasa sakit seperti di tusuk seribu duri " bisik Leon sambil memeluk Zha dari belakang.
" Aku tahu kau haus belaian, kalau aku tidak mampu carilah yang pria lain yang bisa memuaskanmu " kata Leon dengan putus asa.
Zha membalikan badanya dan
Plak. . . ! tamparan mendarat di pipi Leon.
" Aku tidak menyangka kak Leon serendah itu memandang Zha, kak Leon hanya anggap Zha hanya pencari nafsu belaka, Zha benci sama kak Leon, jangan peluk Zha, Zha jijik sama kak Leon " Bentak Zha, Zha langsung berdiri ke kamar mandi, mandi tengah malam dan memakai bajunya.
" Aku sangat mencintaimu Zha, hanya kamu satu - satunya dalam hidupku, aku hanya ingin kamu bahagia, semua akan aku lakukan asal kamu bahagia, walaupun itu nyawaku !" kata Leon di dekat Zha.
Zha masih diam seribu bahasa, dengan tidak peduli menonton tv sambil nyemil.
" Maafkan aku, bila bicaraku merendahkanmu, aku tidak akan meninggalkanmu walaupun apa yang akan kamu lakukan asalkan kamu bahagia " kata Leon sambil memegang tangan Zha.
Zha tidak menengok pada Leon karena air matanya menetes.
" Lihat aku Zha, aku tidak kuat bila kamu diamkan aku, aku lebih suka kamu ngomel, itu alarm, untuk mengingatkanku ?" kata Leon sambil memegang pundak Zha untuk menghadapnya.
Leon melihat ada air mata bening mengalir di mata Zha.
" Maafkan kak Leon sayang ? membuat bulir beningmu harus menetes lagi " Leon mengusap air mat Zha dan langsung memeluknya.
Leon langsung nemeluk Zha dan menggendong Zha ke kamar.
__ADS_1
" Tidurlah esok kamu akan berpikir lebih keras lagi, maafkan aku " kata Leon sambil mencium kening Zha, dan ntah berapa kali Leon meminta maaf.
Sedang empunya hanya diam dan pasrah, semarah - marahnya Zha, dia tidak ingin sedikitpun meninggalkan Leon.
Ntah apa yang di derita Leon, semakin hari semakin parah setiap berhubungan selalu sakit, tapi masih Leon tahan supaya Zha tidak tahu, karena Leon juga menginginkanya dan membiat Zha kecewa, Zha hanya mengikuti alur permainan Leon, walaupun dirinya sering tidak tertuntaskan
Pada suatu hari setelah menuntaskan hasratnya.
" Ahhhhh, sakiiiit . . . !" teriak Leon sambil memegang perutnya, membuat Zha panik.
" Kak, kenapa ? kak kenapa ?" tanya Zha dengan nada panik.
" Perutku Zha, perutku Zha, sakit seperti di tusuk seribu jarum !" teriak Leon.
" Kita ke rumah sakit kak !?" ajak Zha sambilmemakai bajunya.
" Tidak !" kata Leon sambil menggeleng.
" Zha takut kak, Zha takut, pernyakit kak Leon ada apa - apa ?" kata Zha.
" Tidak, sebentar lagi pasti sembuh " kata Leon sambil mencengkram perutnya dan keringat dingin keluar.
Zha membantu nengompresnya, setelah sedikit ringan, Leon bisa tertidur.
Paginya Leon berangkat ke kantor seperti biasa, sebelumnya mengantar Zha ke kampus.
" Kak, jaga kesehatan ya, nanti siang kita ke dokter ?" pinta Zha.
" Tapi Zha ?" kata Leon.
" Kak Zha tidak butuh kekayaan atau uang kak Leon, Zha hanya ingin kesehatan kak Leon, Zha belum siap jadi janda, jadi janda bolong !" kata Zha sambil mencium pipi Leon.
Leon ahirnya mengangguk hanya bisa menurut.
Siangnya Zha, menemui Leon di kantor, namun Leon masih metting, tidak sengaja Zha bermain ponsel, berselfi - selvi ria, dan memvidio bersama Mita, tidak sengaja seorang pelayan yang akan mengantar minuman ke ruangan Leon memberikan serbuk ke dalam gelas yang berisi air putih, Zha hanya cuek, pura - pura tidak tahu.
__ADS_1