
Mita ketakutan
...****************...
Sesampainya di spa Zha di manjakan berbagai perawatan, membuat badanya sedikit rileks, tidak tegang seperti kalau menatap pandangan mesumya Leon.
Setelah memanjakan menantunya, Dahlia langsung mengantarkan ke kampus, dan Dahlia sendiri memilih pergi ke mall mencari apa yang belum Zha ketahui.
Sesampainya di kampus Zha bertemu dengan Mita.
Mita heran melihat jalan Zha yang sedikit aneh dan mulai kepo.
" Kenapa kamu Zha, kok jalanmu aneh ?" tanya Mita.
" Habis mimpi masuk syurga " jawab Zha sedikit aneh.
" Jangan bilang kamu ?" tanya Mita terputus.
" Iya memang aku baru buka segel ?" teriak Zha karena kondisinya tidak mood.
" Apa tidak salah Zha, bukankah kamu menikah sudah setahun lebih, ? kok kamu kuat Zha?, padahal pak Leon tampan tingkat dewa ? tampan seperti arjuna, kuat seperti gatot kaca dan setia seperti sri rama ?" ceramah Mita.
" Mulutmu bisa diam tidak, kalau perlu aku plaster mulutmu ?" Ancam Adi pada Mita.
" Kamu tidak lihat apa, Zha pucat ?" bentak Adi pada Mita karena tidak tega melihat wajah Zha.
" Tidak apa - apa Di, mungkin aku yang bodoh !" jawab Zha pasrah.
" Aku pulang dulu ?" pamit Zha pada Mita dan Adi.
" Tidak menunggu pak Leon, Zha ?" tanya Adi.
Zha menggeleng " Terlalu lama kalau harus menunggu, ntah kapan pulangnya badanku sudah lemas " jawab Zha.
" Apa naik motor denganku ?" tanya Adi yang sedikit kuatir dengan sepupunya.
" Tidak usah Di, nanti tambah sakit ! biar aku pesan taxi online saja " kata Zha.
" Biar aku temani Zha ?" tawar Mita.
" Tidak usah Mit " pinta Zha.
" Aku tidak akan membiarkan sahabatku pulang dalam keadaan seperti ini " kata Mita.
Mita ahirnya ikut dengan Zha ke apartemen. tidak biasanya kamar Zha masih jorok dan berantakan, dan di kasur ada noda darah, pakaian kotor belum di loundry, dan di dekat meja rias ada lendir bercampur darah.
" Zha maafin aku ya ?" tanya Mita saat mengganti sprainya.
" Tidak apa - apa Mit, mungkin mustahil kalau sudah setahun lebih menikah baru kali ini melakukan hubungan badan " jelas Zha.
" Tapi kenapa pak Leon selalu romantis dan tidak brontak Zha, bahkan memperkosa kamu ?" tanya Mita.
" Dia pria yang menghormati wanita, dia tidak akan nemaksa sebelum aku mencintainya " jelas Zha.
__ADS_1
" Hebat ya " kata Mita.
Mereka ngobrol diatas kasur yang sudah di ganti sprai, dan kebiasaan ngemil Mita, karena Zha malas di ruang tamu jadi ngemil di kamar dengan rebahan.
" Kamu enak banget ya Zha, cemilan selalu siap, mau bikin apa saja sudah siap ?" kata Mita iri.
" Kebahagiaan tidak cuman itu, tapi di sisi lain ada keburukan Mit, kak Leon jarang ada waktu untuku " jelas Zha.
Tiba - tiba perut Mita mules, Mita pamit ke kamar mandi akan BAB dan Mita masuk ke kamar mandi kamar. Zha merasa lelah, lalu cari posisi tengkurap dan tertidur.
Leon datang dalam keadaan panik, setelah melihat Zha tertidur Leon lega, karena Leon dari kampusnya Zha, Zha sudah tidak ada. Leon menggubungi Zha tapi ponselnya lowbat.
Leon tersenyum dan melepas celana kulot plus Cdnya Zha sekaligus dengan menariknya ke bawah, dan Zha masih tidur terlelap.
Dan membuka sedikit paha Zha.
" Pantas katamu perih Zha, memang ada sedikit robekan " kata Leon sambil melihat lubang surganya yang siap dia masuki.
Leon melepas miliknya juga dan menindih Zha dalam keadaan Zha tengkurap.
Zha merasa ada dingin - dingin di pahanya saat Leon mencium pipi Zha.
" Kak Leon. . . . ! Zha di perkosa . . .! " teriak Zha.
" Ini kak Leon, sayang ?" bisik Leon pada Zha.
" Kak Leon " senyum Zha sambil tertidur.
Saat Leon melepas baju Zha Leon melemparnya ke sembarang tempat, dan tepat mengenai Mita yang baru keluar kamar mandi.
" Kenapa kamu Zha, tidak usah bikin aku marah ?" Kata Mita yang tidak terima di lempar baju dan bra Zha.
Mita akan menghampiri Zha yang bergoyang di dalam selimut, dan hanya terlihat ujung kakinya.
Mita menyampar sesuatu ternyata celana Zha yang baru di pakai tadi.
Dan Mita berjalan lagi menyampar barang berharga milik Leon. tapi Mita masih tidak percaya kalau Leon pulang.
" Ahhh mmm tekan kak Leon, masukan semua. . . Zha siap pipis !" teriak Zha.
Dan goyangan dalam selimut berhenti sejenak. setelah berhenti sejenak dan selimut sedikit meninggi. dan ada goyangan lagi sekarang berbunyi cepak cepuk.
Hentakan yang sangat keras.
" Ohhhh sayang !" kata Leon saat hentakan itu berhenti karena mengeluarkan cairan menyirami rahim istrinya.
" Kak Leon sakit. . . !" kata Zha.
Mita tanpa pikir panjang langsung mengambil langkah seribu, sampai ponselnya tertinggal di ranjang Zha.
Leon melepaskan penyatuanya. dan Zha membalikan badanya dengan terlentang dan membuang selimut.
" Panas. . . huh !"kata Zha sambil menyingkap selimutnya.
__ADS_1
" Kamu mulai terbiasa sayang. . . !" kata Leon saat melihat istrinya tanpa sehelai benangpun di depan matanya dengan terlentang tanpa dosa.
" Zha milik kak Leon " jelas Zha yang masih terlentang.
Leon menindihnya lagi dan mengangkat kakinya ke pundaknya dan melakukan penyatuan lagi.
dengan bunyi khas karena telah lembab.
" Dia sudah bisa menerima besarnya miliku ?" kata Leon saat punyanya sudah masuk.
Dan mulai menggerakanya lagi. Zha pasang ekpresi lucu, dengan meremas seprai membuat Leon semakin gemas dan memacunya lebih cepat.
" Ah ah ah ah !" itu desah Zha mengikuti tempo yang di mainkan Leon.
" Zha pipis lagi kak Leon. . .!" teriak Zha saat mencampai puncaknya.
Saat Leon pun selesai terbaring di samping Zha dan di dekat telinga Zha masih dalam penyatuan.
" Kau lucu saat hubungan Zha, melihat wajahmu bikin aku gemas apa lagi saat kamu bilang ingin pipis " bisik Leon pada Zha.
" Kak Leon " kata Zha sambil memukul dada istrinya.
" Jangan, belum kecil, nanti masih besar, aku angkat kamu protes lagi " jelas Leon.
Zha merasa ada yang di pegang di tanganya, ternyata ponsel Mita.
Zha langsung panik.
" Kak Leon, minggir . . .!" kata Zha sambil mendorong pinggul Leon tapi tidak di hiraukan.
" Kenapa sayang ?" tanya Leon.
" Mita tadi di sini, Zha lupa kalau Mita tadi ke toilet, ini ponselnya !" jelas Zha.
Leon langsung melepas penyatuanya dan mdncium bibir Zha.
Dan menyelimuti tubuh Zha, yang polos seperti bayi.
" Kak Leon tapi panas !" kata Zha sambil menunjuk bawah perutnya.
" Kalau Mita ada di sini ?" tanya Leon.
" Biarlah pasti di depan ?" kata Zha.
Zha menelpon Adi, dan ternyata Mita sudah pulang.
Ternyata tadi Mita keluar dari apartemen dengan ketakutan dan bertemu Adi di bawah, mengantar makanan dari ibu Zha.
Mita menceritakan pada Adi, dan Adi ahirnya tidak jadi naik, takut mengganggu. dan mengajak pulang Mita.
" Zha lapar kak ?" rengek Zha yang masih mempertahankan posisinya.
" Kak Leon sudah pesan online sayur kerang pedas kesukaanmu " kata Leon.
__ADS_1