
Lebih menggoda
...****************...
"Tubuhmu sudah kembali semula, kau cantik " puji Leon.
" Anaknya siapa dulu ?" canda Didik dan di senyumi semua.
Adi dan Mita datang, yang di pandang pertama Zha.
" Kamu habis dari salon Zha ?", kapan ?, jam berapa?, kok tidak ajak aku ?" tanya Mita bertubi - tubi. Zha menjawabnya hanya dengan gelengan, membuat Mita kecewa.
" Ayo kita berangkat !" ajak Leon.
Leon mengambil kunci mobil, merasa gemas melihat bibir merah Zha. Leon mencium bibir Zha dengan gemas.
" Kak Leon, awas, nanti luntur !" teriak Zha sambil memukul dada Leon.
" Buat apa aku belikan alat met up mahal, kalau luntur, ? kalau masih luntur aku bakar pabriknya " Kata Leon, mendengar alasan istrinya.
" Malu. . .!" Kata Zha, Leon juga garuk kepala karena malu, karena lupa ada kedua mertuanya.
Leon memanggil Adi, dan membawanya masuk kamar dan memberikan stelan jas abu - abu buat Adi.
" Kau sekarang, bukan pria sembarangan lagi Di !" Kata Leon mengingatkan Adi.
Sedang ponsel Leon berbunyi di luar.
" Angkat sayang !" pinta Leon pada Zha.
Zha mengangkat sambungan teleponya.
📱 " Hallo " kata Zha singkat.
📱 " Oh nona Zha, bilangingin sama tuan Leon, kalau baby sister dan body guardnya siap di seleksi !" Kata Roy dari sebrang sana.
📱 " Ok " jawab Zha singkat lalu mematikan sambunganya.
Leon keluar, sedang Adi ganti baju.
" Inikan jas mahal kak !" Kata Adi yang keluar dengan stelan jas yang begitu pas, dan tampan di lihatnya.
" Mahal !, itu pilihan Yanti, waktu dulu, tapi uangku sendiri yang buat beli !" Kata Leon.
" Cie, yang masih ingat mantan !" Kata Zha dengan nada tidak enak.
" Iya lah, mumpung istri masih belum bisa di pakai, buat hiburan, Kalau aku ke sana, pasti dia siapin segalanya !" canda Leon biasanya Zha menanggapi dengan candaan lain, tapi Zha malah marah.
" Kak Leon, silakan kak Leon mau ke tempat Yanti, tidak pulang tidak apa, Zha bisa kok ngurus dua putramu sendiri !" bentak Zha, membuat Leon heran.
__ADS_1
" Sayang kak Leon hanya bercanda !" Kata Leon.
" Aku memang sudah melahirkan, aku memang sudah tidak enak di pakai, jadi kak Leon pilih yang belum pernah beranak, tapi asal kak Leon tahu, itu pengorbanan Zha, karena mencintai kak Leon, ini karena mengandung anakmu, melahirkan anakmu, body Zha rusak karenamu !" Kata Zha sambil menangis.
Rima dan Didik pilih masuk kamar, saat anaknya mulai ceramah.
" Habis romantis marah lagi " gerutu Adi pada Zha.
" Sayang, kak Leon hanya bercanda, jangan kau ambil hati !" Kata Leon menenangkan Zha. Tapi Zha memukul - mukul dada Leon tidak mau di dekati.
" Kak Leon jahat, kak Leon tidak bisa menghargai wanita, sekarang pergi, cari wanitamu !" bentak Zha sambil mendorong Leon.
" Sayang kak Leon hanya untukmu " Kata Leon.
" Kenyataanya, kak Leon cari baby sister, karena kak Leon ingin selingkuhkan, saat Zha sibuk !?" Kata Zha membuat Leon maksud, kenapa istrinya se marah ini.
" Kak Leon cari baby sister, karena ingin membantumu !" Kata Leon.
" Membantu melayani kamu ! kak Leon sudah tidak percaya dengan Zha untuk mengurus kamu, dan anakmi !" Kata Zha sambil menunjuk dada Leon dengan mengeluarkan kata kamu pada Leon.
" Zha, aku hanya ingin kau tidak terlalu lelah, dan banyak waktu untuku, sekarang saja aku kasihan melihatmu, harus memberi ASI pada Arkana dan Aksara begitu repot, dan di tambah lagi kamu masih kuliah " Kata Leon.
" Baby sister,sekarang banyak yang menggoda majikanya sendiri " Kata Zha.
" Jadi kamu, cemburu dengan baby sister yang belum tentu orangnya " Kata Leon.
📱" Roy, cari baby sister lebih jelek dan lebih tua dari istriku " kata Roy.
📱" Yang lebih jelek dan lebih tua banyak tuan, karena istri anda tidak hanya cantik tapi masih muda " jawab Roy.
📱" Kalau gitu, cari yang merongos, jelek hitam dan pendek " Kata Leon lagi dengan jengkel.
" Tapi kalau dia lebih menggoda !?" Kata Zha yang terdengar dari sebrang sana membuat Roy tersenyum.
" Ya sudah cari yang mati, atau tidak usah cari !" Kata Leon sambil mematikan ponselnya.
Roy dari sebrang sana tertawa tanpa henti.
" Kalau gitu Zha, semua aku pasrahkan pada kamu Zha, kalau kamu jelek, dan tidak terurus, dan lebih wanita lain yang mengurusku, di luar sana jangan salahkan aku kalau aku memilih wanita lain yang lebih cantik, lebih mida dan lebih seksi di luar sana, apa kamu tidak sadar kalau suamimu ini masih tampan ?" kata Leon sambil duduk mengelus pelipisnya, karena lelah menghadapi Zha yang marah - marah tidak jelas.
" Hua. . . hua. . " tangis Zha pecah dan lari memeluk Leon, " Jangan tinggalin Zha, Zha tidak mau kak Leon di rebut pelakor Zha tidak mau di madu, lebih baik di cerai " Kata Zha.
" Mau berangkat acara pake drama, Makanya aku tidak mau menikah muda " Kata Adi.
" Makanya jangan nangis lagi, di lihatin Adi sama Mita, malu, dan kasihan mereka sudah menunggu lama, melihat deramamu " Kata Leon halus. Zha mengangguk.
" Mit ambilkan wadah bedak Zha " Suruh Leon.
" Jadi Mince dulu, waria salon pojok " Kata Leon sambil bercanda.
__ADS_1
Leon membersihkan wajah Zha yang kacau, dan membedaki ulang, seperti mengurus anak kecil.
" Aku heran sama kamu Zha, dulu kamu tidak posesif ini, kau tidak bakal emosi tanpa sebuah bukti !" Kata Adi tapi Zha tidak menanggapi.
Ahirnya mereka berangkat Leon melempar kunci mobil pada Adi.
Di mobil Zha hanya diam dan sesekali melirik Leon, saat sudah ke luar mobil, Leon memakai kaca mata hitamnya dan merenggangkan sikunya agar Zha menggandengnya, tapi Zha malah cuek.
" Bener, tidak mau, di sini banyak wanita muda loh, pasti banyak yang mau ?" ledek Leon.
Zha langsung dengan cepat menggandengnya, membuat Leon tersenyum penuh kemenangan. Semua mata tertuju pandanganya, pada Zha yang melontarkan senyum, sedang Ima yang sudah datang duluan merasa iri pada Zha yang bodynya bagus, dengan baju yang menawan.
" Kak, maaf hanya bisa memberi ini " Kata Zha sambil memberi kado pada pengantin perempuan.
" Hai kamu Zha ya adiknya Rahma ? " tanya Ria, pengantin perempuan.
" Iya. . !" jawab Zha.
" Dengan suami kemari ?" tanya Ria.
" Sama suami kak, dan dua asisten " Kata Zha, Leon yang di kenalkan mengulas senyum sedang dua asisten Adi dan Mita.
" Tampan juga suami Zha " bisik Ria pada suaminya.
" Katanya habis lahiran ?" kara Ria sambil memutar tubuh Zha, dengan heran seperti tidak percaya kalau body sebagus itu habis lahiran.
" Iya kak, " Kata Zha jawab Zha singkat lalu ikut bergabung dengan sesama tamu.
" Kak, Zha gabung bersama muda mudi ya ?" tanya Zha yang di ajak oleh Mita dan di angguki oleh Leon.
Mita langsung menarik tangan Zha dan mengajaknya bergabung dengan para pemuda.
Aldo ternyata ada di sana.
" Do, itu siapa, cantik sekali ?" bisik Deo, pada Aldo yang menunjuk Zha.
" Dia sudah ada yang punya !" Kata Aldo.
" Jangan bohong kamu, bilang saja kamu juga suka kan, tapi tidak kesampaian atau takut saingan sama aku " Kata Deo ngeyel.
" Terserah, dia sudah beranak dua " lanjut Aldo sambil jengkel. dan duduk mendekati Zha.
" Kamu beneran mau gabung ke sini, tidak takut, suamimu marah, diakan posesif !?" bisik Aldo.
" Aku sudah izin !" jawab Zha.
" Kau tahu suamimku posesif kenapa kau duduk di dekat ku, kamu tidak takut kena tonjok ?" Kata Zha.
Aldo geleng kepala, " Kalau perlu, asal kamu jadi miliku tidak masalah " jawab Aldo tersenyum menyeringai membuat Zha merasa risih.
__ADS_1