ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Saingan


__ADS_3

Saingan


...****************...


Yuyun langsung menghangat menuntun Zha keruang USG dan di ikuti dua pria di belakangnya.


" Kak Yuyun sudah jadi dokter, masih mau mengabdi di kampung ?" tanya Zha.


" Karena aku dulu sudah janji, kalau nanti aku sukses, aku akan mengabdi di kampung tumpah darahku, dan yang membesarkanku !" ucap Yuyun.


" Aku bangga dengan orang seperti kak Yuyun " puji Zha dan di senyumi oleh Yuyun.


Yuyun menyuruh Zha berbaring dan mulai membuka baju di bagian perutnya.


Dua pria yang mengikutinya berdiri di belakang Yuyun menghadap monitor.


Yuyun mengolesi gel pada perut Zha, dan menggosokan alatnya mulai muncul gambar bayi di monitor, Geo dan Leon yang tadinya melipat tangan di dada, langsung jongkok melihat di layar monitor.


" Dia anaku, ya dia anaku !" kata Leon saat melihat, gambar bayi kembar yang terlihat aktif di layar dengan senyum merekah.


" Ya dia nakal seperti ayahnya " sambung Geo, membuat lelucon.


" Benarkah ?" jawab Leon dengan senyum.


" Minggir - minggir !?" usir Yuyun pada dua pria yang menutupi pandanganya pada monitor.


Tapi para pria bandel hanya minggir sedikit.


" Kita lihat jenis kelaminya ya ?" tanya Yuyun dan di angguki Zha.


Yuyun melihat jenis kelaminya, tapi.


" Anakmu laki - laki Zha, tapi !" kata Yuyun tergantung.


" Kenapa kak ?" tanya Zha yang penasaran.


" Yang satunya belum terdeteksi, tapi yang pasti satu laki - laki dan sehat, pertumbuhanya juga normal " kata Yuyun.


" Semoga saja yang satunya cewek " kata Leon.


" Kalau kemauan ayahnya cewek semua kak ?" kata Zha.


" Iya biar tidak ada saingan Yun !?" jawab Leon.


" Ha ha ha, berarti seperti saya, tidak punya saingan, dua perempuan semua " kata Geo.


Setelah selesai USG, Zha dan Leon duduk di depan Yuyun.


" Kak, kenapa kakiku, sering bengkak ya ?" tanya Zha.


" Karena kamu kelelahan sayang, saya sarankan jangan kelelahan ya, tapi jangan juga sampai tidak gerak ?" saran Yuyun.

__ADS_1


" Apa rencana persalinan, caesar, apa Normal ? " tanya Yuyun.


" Normal kak, tapi banyak orang menyarankan caesar kak, karena melihat umur Zha " jelas Zha sambil menunduk.


" Hai, kalau normal harus semangat, tidak boleh lemas " kata Yuyun menyemangati Zha.


" Bisa kak ?" tanya Zha dengan semangat.


" Wajar kalau semua orang kuatir, karena usiamu baru delapan belas, dan baru mau masuk sembilan belas, yang kau lahirkan tidak hanya satu, tapi dua sekaligus !" jelas Yuyun.


" Bisa, asal dengarkan saran kakak, dan nanti kakak ajari senamnya !" kata Yuyun.


Yuyun memberi saran, dan mengajari Leon agar menerapi istrinya tiap pagi.


" Aku akan menerapinya dengan caraku sendiri " jawab Leon dengan percaya dirinya, di saat Yuyun mengajarinya.


" Pasti sudah mesum kak Yuyun . . !" kata Zha yang tahu maksud Leon.


Dan di senyumi Yuyun dan Leon beserta Geo.


" Biasa, buaya ! " Jelas Yuyun dengan bercanda.


Setelah selesai Leon dan Zha pulang.


" Kita mampir toko kita ya kak ?" tanya Zha.


Di angguki oleh Leon, di sana masih dalam masa pembangunan, di bentuk saung di atas bukit pematang sawah, agar pemandangan yang indah memandang hamparan sawah yang tertata rapi.


Sampai di sana mereka bertemu dengan orang spesial.


" Pak Leon, ada di sini juga !" balas Deon.


" Ini mengantar istri, ingin melihat tokonya " balas Leon dengan ramah.


" Oh jadi ini toko kue anda ?" tanya Leon.


" Bukan, ini usaha istri saya sendiri " balas Leon. dan di angguki Deon.


" Kenalkan ini istriku " kata Leon sambil mengenalkan Zha.


" Zha, , , !" kata Zha mengenalkan diri.


" Kak Leon, ini yang mengangkat Zha waktu pendarahan !?" kata Zha.


" Pantas, kita seperti pernah bertemu " kata Deon.


" Aku banyak berhutang budi dengan anda pak !" kata Leon.


" Zha kamu datang, Bapak ini bertemu kamu " kata Adi yang baru keluar dari meja kasir menyambut Zha dan menunjuk Deon.


" Ya aku ingin bertemu anda, ingin mengajak kerja sama, karena waktu itu aku merasakan kue, dan masakan anda pas di lidah, " jelas Deon.

__ADS_1


" Lebih baik kita duduk biar lebih enak ngobrolnya !?" kata Leon.


Lalu Deon mengutarakan niatnya kalau ingin memesan kue dan nasi kotak setiap harinya hanya sabtu dan minggu yang tidak, dalam jumlah yang cukup banyak.


" Apa tidak salah pak ?" tanya Zha.


" Aku serius, karena aku jatuh cinta dengan makanan yang anda buat dan kalau mau tutup anda pasti berbicara, makanya pelanggan puas dengan kinerja toko ini, karena aku juga habis dari kantor yang selalu pesan makanan pada anda " jelas Deon.


" Tapi saya minta, sembunyikan identitasku ya ?" kata Deon dan di angguki Zha.


" Adi. . . !" panggil Zha.


Adi langsung lari masih dengan memakai celemek.


" Kau sanggup ?" tanya Zha dengan Adi.


" Insya allah sanggup !" kata Adi mantab dengan senyum sumringah.


Zha membuat pan cake pesanan Leon dan Deon, mereka mempunyai hobi yang sama, yaitu pakai gula rendah kalori, karena menjaga postur tubuhnya dan tidak terlalu manis. Zha juga merasa aneh, antara Deon dan Leon banyak sekali kesamaan.


Setelah ngobrol panjang kali lebar dengan Leon, Deon pamit pulang.


" Kak, aku curiga dengan pak Deon !" kata Zha.


" Kenapa sayang ?" tanya Leon.


" Waktu dia menolong Zha, dia mengancam Kiting ' Kalau sampai anak dan cucuku kenapa - kenapa, jangan harap kamu akan selamat !' " Gitu katanya kak.


" Berarti dia sudah tahu lama kalau kau istriku, dia dulu, ku anggap sebagai ayah waktu di Inggris, tapi dia tidak mau, menyuruh kak Leon menjauh " cerita Leon.


" Makanya di saat kita bertemu, kita seperti orang asing sebagai patner bisnis !" lanjut Leon.


" Ow. . !" jawab Zha.


Setelah itu mereka pulang, sampai di rumah di sambut oleh Rima, Zha menceritakan hasil USG dengan bahagia, kalau babynya baik - baik saja dan sehat.


...****************...


Kehamilan Zha sudah memasuki tujuh bulan, tapi Leon masih saja aktif.


" Sayang, ayolah ! " ajak Leon.


" Zha masih lelah kak, " kata Zha di pagi hari.


" Kak Leon janji tidak menindih perutmu, juga itu terapi yang bagus, untuk persalinan normal, satu kali lagi" kata Leon masih merayu.


" Nanti kak Leon pijit lagi !" rayu Leon.


Leon masih terus merayu, ahirnya Zha hanya bisa pasrah, padahal Zha saja belum sampai memakai pakaianya karena perbuatan Leon semalam.


" Aghhhh. . !" dessah keduanya setelah menuntaskan hasratnya.

__ADS_1


" Zha lelah, kak Leon mandi dulu !" suruh Zha pada Leon yang masih terkapar di dekat Zha tanpa sehelai benangpun hanya tertutup selimut dengan berkeringat.


Leon berdiri dan mencium Zha " Terima kasih sayang " ucap Leon sambil mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


__ADS_2