
Roti dan susu
...****************...
Leon menenggelamkan wajahnya di antara dua p4h4 Zha.
" Kak Leon ngerjain Zha ya ?" tanya Zha yang baru sadar di kerjain.
" Ha ha ha kalau berenang t3l4nj4ng hanya sama suami saja Zha !" tawa Leon membuat Zha cemberut.
Leon membuka lebar kaki Zha dan memasukanya lagi wajahnya.
" Ahhhh mhhh !" d3s4h Zha saat lidah Leon memainkan lubang surganya.
" Kak Leon dia belum istirahat loh hhhhmmmm " kata Zha sambil tertahan d3s4han.
" Kita nikmati saja, sebelum kita punya anak !" kata Leon.
" Tenagamu tenaga kuda kak ?" keluh Zha.
" Tidak usah debat kita lakukan saja !" sergah Leon yang masih meneruskan aksinya.
Leon masih bermain di lubang candunya dan sesekali naik memilin choco cips yang sudah halal untuknya, Leon menarik Zha masuk ke kolam renang dan melakukan penyatuan.
" Kak Leon, Zha takut tenggelam ?" teriak Zha sambil mengaitkan kakinya pada pinggang Leon.
" Tenang sayang, ini dangkal kok ?" kata Leon menenangkan istrinya.
Leon masih memompa milik Zha tapi kali ini hanya sekali keluar sudah karena Zha sudah kedinginan.
" Kak, Zha lelah " keluh Zha saat sudah mandi bersih dan dengan lilitan handuk dan berjemur di dekat kolam renang.
" Istirahat sayang, nanti kalau sudah sembuh, kak Leon mau ajak kamu jalan- jalan, lihat hotelnya Arief, dan jalan ke pantai " semangat Leon.
Ponsel Leon berdering Leon segera mengangkatnya.
[" Aden ada tamu " ]kata Nur dari sebrang telepon.
[" Siapa ?" ]tanya Leon.
[" Wayan, dan Jenni " ]jawab Nur.
[" Jenni siapa ?" ]tanya Leon.
[" Jenni si bule dulu yang sering dengan den Arief " ] kata Nur.
[" Bilang aku sedang sibuk "] kata Leon.
__ADS_1
[" Tapi anaknya memaksa "] kata Nur.
Zha memegang tangan Leon agar menemuinya, ahirnya Leon mengalah. saat Leon berjalan satu langkah.
" Kak, Zha gendong " pinta Zha sambil menengadahkan tanganya.
" Kamu sudah berat sayang ?" keluh Leon.
" Kuat di ranjang juga harus kuat gendong istri yang lempoh karena mu ?" kata Zha mengerucutkan bibirnya.
Leon langsung mengangkat Zha membawanya ke kamar dengan menaiki tangga yang melewati dua wanita yang di bilang Nur, Jenni dan Wayan.
" So sweet, tubuhnya Jenn sungguh membuatku ngiler " kata Wayan pada Jenni yang pandanganya tidak lepas dari Leon yang menggendong Zha menaiki tangga.
" Aku juga mau jadi selingkuhanya !" jawab Jenni.
Leon dan Zha sudah berpakaian rapih dan menemui mereka, ternyata tidak ada kepentingan Leon langsung permisi dengan pasang wajah dinginya.
Senyum dan tawanya Leon itu mahal, hanya Zha yang bebas mempunyainya.
Jenni dan Wayanpun merasa kecewa, Zha juga merasa tidak enak hati, tapi begitulah Leon.
Setelah menyurfai hotel, karena sudah sore, Leon dan Zha main di pantai, membuat Zha senang, bermain kejar kejaran seperti anak sedang kasmaran.
" Malam ini kita pulang sayang ?" kata Leon.
" Biar besok bisa fokus, karena metting dadakan !" kata Leon.
Zha hanya mengikuti suaminya.
Di pesawat Zha terus saja mual muntah keluar masuk kamar mandi, membuat Leon bingung.
" Kenapa ahir - ahir ini kamu sering sakit sayang ?" tanya Leon sambil menyelimuti tubuh istrinya dan memeluknya.
" Kayaknya karena tadi di kolam renang ke lamaan " jawab Zha.
" Besok kita ke dokter ya ?" tanya Leon dan di angguki Zha.
Sesampainya di bandara menuju apartemen Zha tertidur, membuat Leon tidak tega membangunkan apalagi Zha habis muntah terus pasti kehabisan tenaga membuat Leon menggendongnya sampai kamar.
Leon memeluknya agar terasa hangat, di pagi hari, Zha masih melanjutkan mual dan muntahnya.
" Kak, Zha tidak bisa bikin sarapan buat kak Leon " kata Zha.
" Kita ke dokter pagi ini ?" tanya Leon.
" Nanti siang saja kak, Zha istirahat dulu biar agak lega juga mualnya, karena kalau sudah ada matahari Zha boasanya sembuh, kak Leon metting saja dilu !" pinta Zha.
__ADS_1
" Ya sudah kak Leon ke kantor dulu, nanti kalau ada apa - apa hubungi kak Leon ya ?" kata Leon sambil mencium kening Zha yang masih di bawah selimut.
" Terus sarapanya ?" tanya Zha.
" Kan ada roti " jelas Leon.
Tidak di sangka Leon masuk lagi dengan membawa roti panggang dengan selai kacang dan coklat kesukaan Zha dengan segelas susu.
" Makan dan minum ya biar sembuh biar bisa melayaniku lagi " kata Leon sambil mengacak rambut istrinya.
Tapi saat akan meminum susunya Zha merasa mual sehingga menjauh kanya.
Leon mengetahui dan membereskanya.
" Kak Leon berangkat ya sayang, jaga diri di rumah !" kata Leon pada Zha sambil mencium keningnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Leon berangkat dengan pikiran masih di rumah memikirkan Zha sakit.
Zha yang sudah mulai bangun.
" Apa aku hamil ya ? aku sudah telat dua minggu ?" Zha bertanya - tanya.
Zha lalu ingat dengan tes kehamilan yang Leon berikan dulu, saat di baca belum exp, dan dibaca seluruhnya, cara penggunaanya, dan Zha coba.
" Kok garis dua ?" pikir Zha.
Zha masih tidak percaya lalu memesan dua lagi alat tes kehamilan ternyata sama hasilnya, Zha terduduk lemas di kamar mandi.
" Kenapa kamu hadir di saat yang tidak tepat apakah ayahmu akan mengakuimu ? " kata Zha dalam tangisanya sambil memegang perutnya.
" Kak Leon selalu menganggapnya kalau dia masih sakit, akankah dia mengakui kalau ini anaknya, atau aku harus pergi saja aku takut di kasari lagi ya allah !" Zha masih menangis.
" Tidak !, aku harus bicara dengan kak Leon, kalau dia tidak mau mengakuinya, akan ku mintak dia mengembalikan ku pada orang tuaku " kata Zha mantab.
Zha langsung mandi dan berpakaian rapih dengan polesan wajah sedikit agar tidak terlihat kalau habis menangis.
Zha memesan taxi ke arah kantor Leon, sesampainya di kantor Zha di sambut oleh mantan taman sesama karyawan dulu.
" Hai Zha, makin cantik saja kamu jadi istri CEO " sapa temanya dan di tanggapi dengan senyum manisnya.
" Tumben buk bos ke kantor, mau cari suami buk ?" tanya Mita yang melihat temanya.
" Iya, kak Leon ke mana ya ? tadi pagi dia belum sarapan " tanya Zha pada Mita.
" Kayaknya sedang metting, lebih jelasnya tanyakan saja pada meja Resepsionis !" jelas Mita.
Zha menanyakan Leon, dan Zha sudah tidak sabar menunggu, Zha masuk ke ruang Metting, semua mata tertuju ke arah Zha.
__ADS_1
Leon yang sedang persentase melihat istrinya langsung tersentak tidak biasanya Zha mau masuk ke ruang metting kalau tidak penting, atau merasakan sakit lagi.