ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Transaksi barang haram


__ADS_3

Teansaksi barang haram


...****************...


" Tapi yang aku herankan Di, !? dapat uang dari mana dia, selalu kasih uang aku sebesar ini, pagi ikut nyangkul bapak, kalau sore ntah kemana, paling dia pergi hanya satu jam itu paling lama ?" cerita Zha.


" Coba tanyakan, takutnya ikut jual beli barang haram, kamu yang jadi korbanya nanti anakmu lahir dengan ayahnya di balik jeruji besi tidak lucu " saran Adi.


" Di jangan bikin aku down !" kata Zha.


" Ya maaf, aku hanya bercanda ?" kata Adi.


Mita yang baru selesai beres - beres, langsung ikut gabung.


" Cerita apa sih ?" tanya Mita.


" Zha dapat transferan nyasar ?" kata Adi.


" Dari siapa Zha ? banyak tidak ? bagi dong ?" Mita memberondong pertanyaan.


" Dari suaminya !" jawab Adi membuat Mita memajukan mulutnya.


" Oh ya Zha, Ima ingin kerja di sini katanya ?" kata Mita.


" Tidak boleh ! kita ngurus ibu hamil satu saja sering di omeli, apa lagi Ima, nanti malah bikin aku ingin ikut hamil !" jawab Adi


" Ha ha ha. . !" tawa Zha dan Mita.


" makluk astral ingin hamil !?" ucap Mita, mengejek Adi.


" Ayok kita pulang, tumben pak Leon telat jemput ?" kata Adi.


" Ya sudah, aku antar kamu pulang Zha, Mita biar naik motor sendiri " kata Adi.


" Aku nunggu kak Leon saja, nanti ganggu kalian !?" kata Zha.


" Sudah sore Zha, kamu belum mandi !!!" bentak Adi.


" Iya benar kata Adi, tidak ada yang terganggu !" kata Mita.


Zha mengunci toko, dan menyerahkan kunci pada Adi,


" Zha ingin makan kerang hijau Di, kita mampir di resro dekat perempatan ya ?" kata Zha dan di angguki Adi.


Mereka mampir di resto yang ada kerang hijau, di parkiran terlihat ada motor Leon.

__ADS_1


" Di ini ada motor kak Leon !" kata Zha.


" Iya Zha !?" balas Adi.


Adi mengikuti Zha dari belakang, ternyata benar ada Leon di sana sedang ngobrol, dengan pria setengah baya, dan ada Roy.


" Kak Leon !?" panggil Zha.


" Sayang. . !?" kata Leon dan mengenalkan Zha dan Adi pada rekan bisnisnya, dan metting selesai, membuat Zha penasaran aoa yang di bahas ketiga pria itu.


" Maaf, kak Leon telat, ! kenapa kalian kesini ?" tanya Leon.


Adi menceritakan niatnya, Leon malah sekalian mengajak Adi makan sekalian.


" Tidak usah pak !?" tolak Adi.


" Hai aku kakakmu, jangan panggol pak lagi, jadi terlihat tia aku di kampung nanti !?" kata Leon pada Adi.


Adi tersenyum " Terbiasa karena pkl dulu !" kata Adi.


" Jangan pikirkan mahal, itu, sudah aku pesankan !" kata Leon sambil menunjuk pelayan dengan membawa nampan pesanan.


" Pak, eh kak Leon, kok tahu kesukaan saya ?" tanya Adi.


" Kamu apa yang tidak suka ?" sambung Zha.


" Kan aku menghargai setiap makanan Zha, tidak ada penolakan !?" kata Adi.


" Kak Leon tidak makan ?" tanya Zha pada Leon yang hanya melihat Adi dan Zha makan.


" Sudah !, kak Leon sudah makan sama Roy tadi " kata Leon.


" Pesankan juga, buat ibu bapak, dan pak lek sekalian, kalian kan yang hafal kesukaan mereka, biar kamu tidak perlu capek masak lagi di rumah " kata Leon. dan di angguki Zha.


Zha memanggil pelayan dan pesan yang di bungkus.


Setelah selesai makan, mereka pulang.


" Kamu yang pakai motor sportku saja Di, biar aku pakai matik kamu, kasian Zha, capek kalau pakai motor sport !?" kata Leon.


Adi menurut saja, Adi juga sebenarnya lebih senang pakai motor sport, tidak hanya keren, tapi minyaknya, pasti terisi full teng.


' Enak juga punya saudara seperti ini ' pikir Adi.


Setelah bersantai malam Zha Leon masuk kamar dan di susul Zha, Zha memeluk Leon dari belakang saat Leon mengambil laptop dan kaca matanya di atas nakas.

__ADS_1


" Kenapa sayang ?" tanya Leon.


" Kangen, seharian tidak bertemu !" kata Zha manja.


" Apa ada masalah ?" tanya Leon sambil membalikan badanya, dan menggendong Zha dan membaringkan di ranjang.


Leon menyusul dengan memakai kaca mata handalanya saat membuka laptop.


Zha mulai menceritakan omsetnya.


" Apa yang sudah kamu lakukan ?" tanya Leon.


" Dari menyebar brosur, dan banyak kak ?" cerita Zha di pelukan Leon.


" Kau belum pakai cara, calon pelanggan mencicipi masakanmu ?" tanya Leon.


" Caranya ?" tanya Zha.


" Kita adakan bazar, dan kita berkorban sedikit, pelanggan mencicipi masakanmu, kalau dia suka, pasti akan ketagihan dan datang ke toko rotimu dan restomu !?" kata Leon.


Dan Leon mengajarinya cara berbisnis, Zha setuju walau tidak modal kecil, dan mengundang dari kalangan beberapa pedagang, untuk mengikuti bazar.


" Zha mau tanya lagi kak ?" kata Zha.


" Emmm !" jawaban singkat Leon.


" Kak Leon dapat uang dari mana, kok bisa kasih uang Zha sebanyak itu ?" tanya Zha.


" Jangan bilang, kak Leon, transaksi barang haram ya ?" kata Zha.


Mata Leon melebar sempurna, dengan pertanyaan istrinya.


" Kau " kata Leon sambil mengacak rambut Zha.


" Tidak mungkin Zha, kau tahukan pasar itu, itu miliku, dan usaha lain miliku, sebentar lagi, kamu tahu " jelas Leon.


" Kirain, Zha tidak mau di tinggal masuk penjara " kata Zha sambil mendusel di ketiak Leon yang hanya memakai kaos cangklong.


" Kita masuk penjara bersama, biar polisinya risih, lihat kita tiap hari ha ha ha " goda Leon.


" Kak Leon. . !" teriak Zha.


" Aku mencintaimu sayang, tidak akan aku berikan uang haram untuk menafkahi anak istriku !" kata Leon.


Sampai Zha tertidur di dada Leon yang masih asik kerja dengan laptopnya.

__ADS_1


" Kau terindah sayang " kata Leon sambil mencium dan menaruh Zha dalam bantalnya.


__ADS_2