ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kucing hutan.


__ADS_3

" Selamatkan putramu, jaga jagoan itu, dia telah menyelamatkanku Zha, kau harus pergi segera, Angga belum tertangkap !" gertak Adi.


" Aku banyak yang jaga, aku juga sudah punya Mita " kata Adi.


Zha segera masuk mobil, Adi di tarik di brankar lalu di bawa masuk mobil.


" Lalu kita harus bawa ibu ke mana ?" tanya Zha yang mengkuatirkan Rima.


" Ibu ke Lampung saja ke tempat Among mu " kata Rima.


" Benar kata ibumu Zha, dia lebih bahaya kalau ikut kita " kata Deon yang sudah gabung satu mobil menggantikan Ira.


" Ya di Lampung, walaupun orangnya terkenal kejam, tapi mereka saling melindungi Zha, mereka kompak " kata Rima.


" Ibu, . . !" kata Zha menangis sambil memeluk Rima.


" Jaga cucu ibu, jaga baik - baik mereka, semoga lahiranya lancar sayang " Rima menahan kesedihan.


" Ibu. . . !" masih dengan erat memeluk Rima.


Setelah sampai di terminal, Deon menelpon anak buahnya, dan menyuruhnya mengantar sampai pelabuhan, sedang dia masih menyetir mengantar keluarga putranya, ke heli kopter yang telah dia siapkan.


" Sementara kita lari dulu, menunggu dirimu pulih, dan Zha melahirkan, baru kita susun rencana " kata Deon, tapi tidak di tanggapi oleh Leon.


" Emang kita mau ke mana ?" tanya Zha.


" Ke Bali, tempat persembunyian yang aman " jawab Deon.


" Aku tidak bituh perlindunganmu ! turunkan kami di sini !" bentak Leon.


" Aku bisa saja, menurunkan kalian di sini, tapi aku masih punya hati, Zha anak orang lain yang mengandung cucuku !" jawab Deon.


" Cuih cucu, !? dari mana saja kau selama ini, membuang anak, sekarang kau sebut anaku cucu !?" decak Leon.


" Kau tidak tahu ceritanya Leon !?" jawab Deon.


" Na na na na na. . . !" Zha menunjukan hal konyolnya.


" Kenapa kamu tidak bela aku Zha ?" tanya Leon.


" Debat, ayah dan anak, memang tidak ada habisnya kak, kalau tidak ada yang mengalah, tapi aku yakin pada pri bahasa Sebuas - buasnya **h**arimau, pasti dia tidak akan makan anaknya sendiri " kata Zha sambil memangku ke dua kepala putranya, yang asik main ponsel ibunya.


Leon dan Deon ahirnya diam, tidak meneruskan debatnya, saat sudah di dekat heli kopternya.


Brught, Zha terjatuh dan teruduk, Leon yang jalanya masih pakai tongkat langsung menghampirinya.


" Kak, kaki Zha sakit kak, lemah susah untuk jalan !" kata Zha.

__ADS_1


Leon berusaha menggendong belakang, tapi merasa susah.


" Maafkan aku sayang hanya ini yang bisa kak Leon lakukan !" kata Leon merasa bersalah.


Deon yang melihatnya merasa tidak sabar dan menggendong Zha dan melempar pistol pada Leon


" Perketat penjagaan, jaga - jaga kalau masih ada anak buah Angga yang mengikuti kita !" teriak Deon pada anak buahnya


Arkana ternyata memegang pistol juga, berjalan kebelakang, seperti melakukan ke siagaanya.


" Arkana pistol dari mana itu ?" tanya Leon.


" Ini pistol ayah yang paling ringan yang Arka temukan di mobil " jawab Arkana.


" Sungguh ceroboh aku !" kata Leon sambil menepuk kepalanya.


" Kau dulu seperti itu Leon, dari kecil kau sudah lihai, memegang senjata ilegal itu, makanya aku takut mengambil dirimu dari Angga, karena otakmu sudah di cuci oleh Angga " kata Deon sambil mendudukan Zha di helikopternya.


Arka dan Aksa masuk di susul Leon, Deon masuk sebagai pilot.


Sedang di tempat Adi di rawat Mita datang dengan kedua orang tuanya dan ayah Adi., dan menangis, karena Adi tidak sadarkan diri.


" Adi bangun, jangan tinggalkan aku, aku janji aku tidak cerewet lagi sama kamu, maafkan aku Adi. . !" kata Mita, sambil menepuk pipi Adi.


Karena Dokter Geo, mengikuti sekenario dari Adi, untuk bilang pada Mita kalau dia kritis.


" Ha ha ha. . tertipu juga kamu Mit. . !" kata Adi, karena tidak bisa menahan tawa.


" Adiiii. . . !" teriak Mita sambil memukul dada Adi.


" Aw. . . ! " kata Adi, saat lukanya yang terkena.


" Adi maafkan aku, kamu sakit ya ?" tanya Mita merasa bersalah.


Adi geleng kepala.


" Kau tahu siapa yang mengobati ini ?" tanya Adi pada Mita.


" Pasti dokter Geo lah " jawab Mita dan di gelengi Adi.


" Lalu siapa ?" tanya Mita dan yang lain karena penasaran.


" Kak Leon dan Aksa, sedang Arka mengintai lawan, dan mengalahkan lawan !" kata Adi membuat semua orang melongo.


" Mana bisa anak sekecil itu Di ?" tanya Jak.


" Kalau di pikir pakai logika memang tidak mungkin, tapi aku melihat kenyataanya, kak Leon pernah belajar di kesehatan walau cuman hanya ilmu mencuri " kata Adi.

__ADS_1


" Aksa punya otak Leon, dan jiwa kesabaran seperti Zha, sedang Arka punya skil Leon dan punya jiwa melindungi sepertinya om nya lah !" kata Adi sambil menunjuk dorinya sendiri, membuatya dapat tonyoran kepalanya oleh Jak, dengan jarinya.


" Kalau anak Zha nurun kamu, otaknya beku semua !" kata Jak.


" Kan siapa tahu pak ?" kata Adi.


" Tapi kata dokter Geo, seandainya peluru itu tidak segera di ambil oleh kak Leon dan Aksa, dia akan lari ke jantung, dan akan pecah di sana membuat aku kritis atau malah mati saat itu juga"


" Ku kira kak Leon pyschopat, karena menyedot darahku, ternyata, mengambil proyektil itu !" kata Adi.


" Dasar tukang suudzon !" kata Mita.


" Tapi tadi aku dengar ada orang yang janji, katanya, ada yang tidak cerewet lagi !?" kata Adi sambil melirik Mita.


" Bagai mana tidak cerewet, kalau kamu selalu usil, dan cerewetku memang sudah dari lahir !" kata Mita.


" Kalau tidak suka ya sudah cari yang lain, tapi kalung gelang dan cincin ini miliku, dasar laki - laki nyebelin !" lanjut omelan Mita.


" Tapi kamu suka kan ?" tanya Adi genit sambil menarik lengan Mita sampai duduk di brankar di dekat Adi.


" Aku marah Adi !" bentak Mita.


" Kamu kalau marah, tambah tembem !" kata Adi menggoda.


" Tunangan kalau marah, itu di bilang cantik, bukan tembem !" kataMita.


" Emang aku pernah bilang kamu cantik !" kata Adi, membuat Mita tambah manyun.


" Benar kata Zha, kalian makluk aneh, sebagai sepasang kekasih !" kata Bu Dony.


" Setiap pasangan, pasti, membuat sensasi masing - masing, dulu Zha dan Arief, dia romantis , humoris ! saat dengan kak Leon walaupun orangnya dingin romantis, dan penuh perhatian " kata Adi.


Kembali ke Zha yang telah sampai di vila tengah hutan.


Dan di sambut, oleh banyak prngawal.


" Kau kira aku oni harimau apa, haris di tengah hutan ?" kata Leon pada Deon.


" Bukan, tapi bisa di bilang, kucing hutan !" kata Deon.


" Anak kucing, dan bapak kucing berantem lagi " kata Zha.


" Zha. . . !" Deon dan Leon kompak.


" Kalian boleh berantem, tapi ingat ya, jangan di depan anak - anaku " kata Zha sambil menutup pintu kamar, dengan ke dua putranya.


" Zha aku lapar. . " teriak Leon pada Zha.

__ADS_1


__ADS_2