ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Cinta


__ADS_3

Cinta


...****************...


Seketika Mita datang, dan mau menyendok pan cakenya Adi.


" Ini bikinan Zha ya pasti enak ?" kata Mita sambil mengangangkat sendok mengarahkan pada pancake di hadapan Adi yang masih separu Adi menggesernya membuat Mita cemberut.


" Kalau mau ini bikinin aku coklat hangat dulu " pinta Adi.


Mita menurut dan berdiri, setelah selesai menghidangkan di depan Adi tapi yang dia harapkan ternyata sudah habis di lahab


Adi langsung mengambil coklat hangatnya dengan mulut yang masih penuh pancakenya dengan tersenyum puas.


" Kenapa semua pria nyebelin . . .!" teriak Mita dengan membantingkan kakinya.


" Tadi pak Leon, tujuan sama, tidak mau kek nawarin, yok Mit bareng atau apalah, malah membiarkan cewek cantik sepertiku di anggurin secara akukan sahabat istrinya Dasar makluk Animasi !" kata Mita membuat temanya tersenyum.


" Kedua Adi aku di PHP in, awas kamu Adi aku sumpahin kamu bakalan jatuh cinta padaku ?" kata Mita membuat para temanya tertawa.


Rima dan Didik yang masih ngobrol sama anak dan menantunya hanya tersenyum mendengarkan teriakan Mita.


" Mita kambuh lagi itu buk !" kata Zha.


" Pasti sama Adi lagi " Rima geleng kepala.


" Ramai seperti ini, tukang masaknya di sini apa bayar Pak ?" tanya Leon.


" Tidak, ! di sini pemudanya masih kompak, mereka nenarik iuran dari para warga seadanya tidak harus memberatkan dan mereka berkerja sama bergotong royong ?" jelas Didik.


" Jadi pemudanya masih kompak ya ?" kata Leon.


" Dulu sebelum pandemi, Arief juga kesini sebelum acara dia ikut gabung, sampai ikut main panjat pinang segala, karena badanya kekar, dan tidak bisa memanjat Arief selalu di taruh di bawah " cerita Didik.


" Dulu aku juga sering pak, ikut panjat pinang gara - gara aku sudah sampai atas, pada jaman dulu kan lagi ngetrenya main karet gelang jadi di atas pinang ada karet gelang saya incar ke arah anak perempuan, pas kena matanya, mami yang melihat jadi marah, Leon di bawakan Rotan mau di pukul semenjak itu Leon tidak oernah ikutan lagi di larang mami " cerita Leon.


" Jadi kamu yang membuat Rahma sakit mata ?" kata Didik.


" Jadi itu Rahma pak ?" tanya Leon dengan sedikit panik.


Mereka bercerita bercanda tertawa bersama.


Mita yang masih sebel sama Adi korbanya teman - temanya atau para pemuda yang dia marahi.


Ahirnya dia di marahi ganti sama Lilis Mita ngambek dan langsung masuk kamar Zha tanpa permisi yang dia lupa kalau ada Leon di dalam.


Zha yang masih di peluk Leon sambil cerita tentang foto yang terpampang di dinding Zha.

__ADS_1


" Begitu banyak kenanganmu bersama Arief Zha ?" kata Leon.


" Ya begitulah kak, kalau kak Leon tidak suka besok biar Zha copot semua foto di dinding !" kata Zha sambil membereskan snak yang ada di salam pelastik.


" Tidak usah, percuma juga kamu singkirkan ?" kata Leon.


" Kenapa kak ?" tanya Zha sambil membersihkan fotonya sama foto Arief di bingkai besar yang terlihat romantis tapi lucu.


Leon memeluk pinggang Zha dari belakang.


" Percuma kamu buang, karena sudah tersimpan di sini " kata Leon sambil memegang dada Zha.


" Apa kak Leon tidak cemburu ?" tanua Zha.


" Kenapa harus cemburu, Arief adiku yang memberikan kekasihnya untuku ?" jelas Leon.


" Asal kak Leon tahu di sini terdapat Arief tapi yang memiliki hanya kak Leon !" menunjuk dadanya.


" Dan kak Leon juga harus Zha yang ada di hati kak Leon ?" kata Zha.


" Kenapa kamu bisa mencintaiku Zha ?sedang kak Leon beda jauh umurnya denganmu ?" tanya Leon.


" Cinta tidak bisa di tanya kak, cinta itu bodoh, tapi juga pintar cinta membunuh, dan juga menghidupi, Cinta menyakiti tapi melindungi " jelas Zha.


" Dan kau tidak pernah menuntutku untuk jadi Arief, padahal cintamu pada Arief begitu besar ?" tanya Leon.


" Makanya aku mengikuti aliran sungai, Zha ingin mencintai apapun dalam diri kak Leon, bukan karena ada jiwa Arief, Kak Leon jadilah diri sendiri itu lebih baik dari pada jadi jiwa orang lain hanya untuk di cintai. kak Leon adalah kak Leon dan Arief adalah Arief " jelas Zha.


" Terima kasih sayang ?" kata Leon. yang mengecup bibir Zha dari atas karena Zha hanya sedada Leon.


Brught. . . !


Zha dan Leon yang masih menikmati ciumanya, Mita datang tanpa permisi Zha melepas pelukan Leon di pinggangnya.


" Mita. . . !" kata Zha sambil mengelap bibirnya yang basah karena ulah Leon.


Mita malunya tidak karuan, karena mengganggu Zha dan Leon, Leon menatap Mita dengan tatapan memangsanya.


" A a aku hanya ingin mengajak Zha dan bilang kalau acaranya sudah siap di mulai !" kata Mita terbata - bata.


" Kak Leon Zha Lihat dulu ya ?" tanya Zha.


" Ya !" jawab Leon singkat.


Saat Zha akan menuju ke pintu Leon menarik lenganya dan menunjuk bibirnya, Zha paham apa yang di minta Leon.


Cup ! Zha mencium bibir Leon yang sudah menunduk.

__ADS_1


Mita yang melihatnya cemberut.


" Ayo Mit, , , !" ajak Zha.


" A a yo. . . !" jawab Mita.


Niat Mita mau curhat malah jadi patah hati melihat kemesraan Zha.


Di lapangan semua sudah siap bertanding semua kalangan ikut bertanding tidak ketinggalan karang taruna.


" Aku ikut ibu - ibu saja " pinta Zha.


" Tidak bisa, ! kamu masih muda Zha, ?" jelas Aldo.


" Tapi kan aku sudah bersuami ?" kata Zha.


" Tapi kamu kuat Zha bisa menahan Leon pus ap di atasmu !" kata Adi mesum pada sepupunya.


" Kak Leon. . . . ! Adi kurang aj....!" teriak Zha terputus karena di bekap Adi.


" Jangan tukang ngadu !, kalau cuman lima orang kayak Aldo aku sanggup, tapi kalau pak Leon, kalau dia sudah panggil anak buahnya jadi bubur aku !" jelas Adi.


" Makanya jangan usil ?" kata Zha.


" Orangnya di belakangmu Di ?" kata Mita


Membuat Adi terlonjak kaget dan seketika menengok.


Hatinya lega, ternyata Mita hanya bercanda.


" Ha ha ha. . . ! ternyata takut juga Doraemon " kata Mita.


" Dasar mak lampir. . !" ejek Adi pada Mita.


Leon ikut keluar melihat pertandingan keseruan para warga, dengan kaos tipis memperlihatkan bentuk tubuhnya dan kaca mata hitam.


Banyak yang iri dengan kemesraan Leon dan Zha.


Zha yang ikut lomba lari karung para pemuda, di semangati suaminya, saat Zha menang langsung di sambut Leon dan di peluk di garis finis.


" Ha ha ha . . !" tawa Zha di pelukan suaminya.


Banyak pemuda baper melihat tingkah Zha dan Leon.


Saat final Zha hanya dapat juara tiga, tapi pelukan Leon tidak berkurang.


Saat Zha lomba pecah air yang di gantung, tidak sampai - sampai Leon tersenyum mendampinginya.

__ADS_1


Ima yang terbakar api cemburu dengan tingkah mereka.


__ADS_2