
Keberangkatan Arief, kepiluan Zha
...****************...
" Pak CEO, di rumah saja masih sibuk urusin kantor " Sapa Arief membuat Leon sadar akan kedatangan Arief.
" Ini juga demi kuliah kamu Rif ?" kata Leon.
" Sudah jangan basa basi, kamu kesini mau ngapain, kakak lagi sibuk " tanya Leon.
" Kak besok antarin Arief ke bandara ?" kata Arief.
" Emmm " jawaban Leon singkat.
" Sama Zha ya kak ?" tanya Arief.
" pesan kak Leon, jangan pernah macam - macam di sana apa lagi main perempuan, di sini sudah ada yang menunggu " pesan Leon pada adiknya.
" Ya kak, Arief paham !" kata Arief.
" Tapi jika Arief tidak kembali tolong jaga Zha dengan baik, jadilah keluh kesahnya kak ?" kata Arief membuat mata Leon melotot.
" Kenapa kamu bilang seperti itu Rif ?" tanya Leon.
" Ya siapa tahu firasat Zha waktu itu kenyataan, karena aku akan naik pesawat he he he " kata Arief.
" Di sekolahin tinggi masih saja percaya kayak gitu ?" kata Leon.
" Ya sudah, Arief siap - siap untuk keperluan besok " kata Arief sambil berlalu pergi menuju kamarnya.
...****************...
Ke esokan harinya Zha datang pagi ke tempat Arief, menyiapkan segala keperluan Arief, dan tidak lupa membuat brownis kesukaan Arief, memasak rendang daging sapi opor ayam untuk makan siang, tidak lupa sayur kangkung kesukaan Arief dengan di bantu Sumi dan Dahlia.
Zha dan Dahlia berkutat di dapur hampir setengah hari karena mau makan siang bersama menyambut kepergian Arief.
" Zha, , ! kamu pasti capek ya ? bekerja hampir setengah hari ?" tanya Arief yang baru saja memeluknya dari belakang.
" Kamu senang benar bikin aku jantungan kayak jailangkung " kata Zha yang kaget akan datangnya Arief.
Dahlia yang melihat tingkah anaknya hanya senyum.
" Ya tidak lah Rif ? aku begini karena kamu ?" kata Zha.
" Rendangnya bikin banyak tidak ? aku pengen bawa, karena itu masakan calon istri aku " kata Arief yang masih memeluk Zha, dan Zha yang masih menumis kangkung.
" Bikin, nanti aku bungkusin " kata Zha.
" Lepas, !" kata Zha sambil melepaskan tangan Arief yang masih melingkar di pinggang Zha.
" Aku mau mengangkat bronis yang akan kamu bawa, nanti gosong " kata Zha.
" Khan ada mami " kata Arief santai masih belum mau melepas.
" Aku juga mau masukin ini ke dalam wadah " kata Zha.
" Khan ada mami " kata Arief, membuat Zha geram, Zha yang cekatan tidak bisa berkutik kalau sudah di ganggu Arief.
" Arief sayang tolong lepas dulu ya ?" kata Zha lembut sambil memutar tubuhnya berhadapan dengan Arief.
__ADS_1
" Aku mau lepas, tapi ini dulu " kata Arief sambil menunjuk bibirnya.
Zha tidak ada pilihan lain, Cup Zha mengecup bibir Arief.
Dahli tersenyum sambil mengangkat brownisnya.
Zha langsung mengambil mangkok untuk tempat sayurnya.
Setelah semua siap di meja makan Zha melepas celemeknya, dan ternyata Arief sudah ada di belakangnya dan di saat Zha akan membalikan badan menabrak dada bidang Arief.
" Calon makmumku pasti lelah " kata Arief sambil mengelap keringat dengan tisu di wajah Zha.
" Ah, tidak usah lebay " jelas Arief.
" Sini mi, biar Zha saja yang ngepakin brownisnya ?" kata Zha pada Dahlia yang masih ngepakin bronis yang akan di bawa Arief.
" Sudah tidak apa, mami kalau cuman ngepak pintar " jawab Dahlia.
" Tuh kan, mami tidak sibuk ? kamu istirahat yok ?" kata Arief sambil menarik Zha.
" Aku mau mandi dulu Rif, badanku lengket semua " kata Zha.
Arief di cuekin Zha yang lari kekamar Arief untuk mandi.
Setelah semua siap di meja makan, dan makanan yang akan di bawa Arief sudah di packing.
" Brownisnya ini tidak ada yang di tinggal apa ?" tanya Angga, saat makan brownis yang sudah habis di piring.
" Ada pi ?" kata Zha yang akan berdiri mengambil brownisnya.
" Tidak usah Zha biar bi Sumi yang ambil ?" kata Dahlia.
" Kok yang gosong mi ?" tanya Zha
" Biar tahu kelakuan anaknya, yang bikin brownisnya gosong " kata Dahlia sambil melirik Arief.
Semua mata mengarah pada Arief .Arief hanya senyum tipis.
" Nih kelakuanmu Rif, makan ?" kata Dahlia menyodorkan brownis gosongnya pada Arief.
Ahirnya Zha mengambil yang enak, dan menyodorkan ke meja. Arief yang merasa tersudut.
" Ha ha ha . . !" kalau Zha pasti tidak tega menyuruhku makan kayak gini. kata Arief bangga.
canda tawa di meja makan lumayan seru.
Arief, Zha, Leon sudah siap berangkat ke bandara.
pakai mobil biasa supaya muat. di tengah perjalanan Arief mengeluarkan gitar yang tersimpan di bok belakang lalu memainkanya di padukan dengan suara merdunya.
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
__ADS_1
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
'Kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding dengannya
'Kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Dan 'kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding dengannya
'Kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya, oh-wo-wo
Lagu Tri suaka, yang menyentuh hati Leon dan juga Zha. tangis Zha pecah membuat Arief menghentikan permainanya.
" Rif jangan pernah nyanyi lagu itu, aku tidak mau kau tinggal, aku akan menunggumu sampai kau pulang hiks hiks " tangis Zha.
Arief langsung menarik Zha kedalam pelukanya.
" Itu hanya lagu sayang, aku tadi cuma iseng melihat gitar di belakang ke inget saat main bersama Kiting, yang waktu itu dia belum sebadung sekarang " cerita Arief tapi masih tetap tidak menghentikan tangis Zha.
" Maaf kalau membuatmu sedih ?" kata Arief.
' Tau gini aku tidak mau mengantar Arief, kalau hanya melihat adegan romantis ' pikir Leon.
" Jngan nangis lagi sayang ? aku tidak akan melepaskanmu ?" kata Arief.
" Kamu hanya menghiburku kan ?" tanya Zha sambil mendongak ke atas melihat wajah Arief.
Arief menggelengkan kepalanya dan mengecup bibir Zha.
" Kalau aku bohong, nanti kamu biasa ambil hatiku tanpa perasaan " kata Arief sambil menuntun tangan Zha ke dadanya.
" Jadi kak Leon hanya jadi sopir noh, bari kali ini ada CEO suruh jadi sopir ?" ledek Leon melihat adiknya.
" Cuman sekali kak ? lain kali tidak nyusahin kak Leon lagi deh ?" kata Arief.
Sesampainya di bandara mereka menunggu pesawat Arief take out. Zha duduk di dekat Arief masih memeluknya Leon masih sibuk mengurus semua.
Peringatan kalu pesawat akan take out seperempat jam lagi. jadi mereka menuju pesawat.
" Kak Leon terimakasih, kau adalah kakak yang paling baik di dunia, mengajari aku banyak hal, kau rela lelah demi adikmu yang nakal ini, kau selalu menjaga kesayangan Arief maafkan Arief kak " kata Arief pada Leon sambil memeluk kakaknya sambil menyeka air matanya hampir jatuh.
__ADS_1