
Bermain cantik
...****************...
" Bangsatttt. . . ! keparattt. . !" Angga pulang dengan marah - marah sambil menghancurkan barang - barang.
" Ada apa pi, jangan marah - marah terus. . !" Cegah Dahlia.
" Putra - putra kamu, ku kira, dia berkerja membuka cabang untuk reksa group, ternyata mereka membeli beberapa peeusahaan untuk dirinya sendiri " kata Angga duduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar
" Yang sabar pi, papi Wijaya juga dulu seperti itu, penghasilanya anaknya sendiri buat buka sendiri " kata Dahlia.
" Kalau aku tidak, ! seharusnya mereka berkerja untuk orang tuanya, yang membesarkan mereka, tanda baktinya untuk kita. dan tambah lagi Arief, seluruh asetnya atas nama Zhafi laulani " bentak Angga.
" Apa Zha tahu ?" tanya Dahlia.
" Sepertinya tidak, karena penghasilanya, saya lacak belum pernah ada pengeluaran, sedang saya tidak tahu siapa yang mengelolanya " kata Angga.
" Bukankah perusahaan kita sudah banyak penghargaan dan semakin besar untungnya, karena usaha Leon, sedang papi tidak pernah berhasil mengurus perusahaan, karena otak Leon keturunan dari ayahnya !" kata Dahlia sinis.
Plak. . ! Angga merasa tersinggung dengan kata - kata Dahlia.
" Jaga mulutmu. . . ! kau selalu meremehkanku, dan jangan bandingkan aku dengan keparat itu !" teriak Angga.
" Kau yang selalu memanfaatkan Leon. . . !" bentak Dahlia.
" Istri dan anak sama saja !" kata Angga sambil berlalu pergi.
Sedangkan di kediaman Leon, Leon masih mendesak Zha, untuk menceritakan apa yang dia tahu.
" Apa kak Leon akan percaya dengan Zha kak ?" tanya Zha.
" Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi, sehingga kau meragukanku sayang ?" tanya Leon lembut sambil mengangkat wajah istrinya yang menunduk.
Zha mulai cerita.
" Sebenarnya, yang meracuni kak Leon yang menyuruh dokter Rudi adalah papi kak, dan yang membuat kak Leon kecelakaan juga papi, dan waktu Arka jatuh dari tangga itu yang mendorong papi, dan masih banyak kejahatan lagi yang akan di perbuat papi "
" Dan papi ingin kau lumpuh seumur hidup, sampai mengancam dokter Geo, aku ingin cerita sama kak Leon, takut kak Leon tidak percaya, dan malah mengusir Zha " cerita Zha membuat Leon mengepalkan tanganya.
" Kenapa kau berpikir seperti itu ?" tanya Leon. Zha geleng kepala.
" Kenapa tidak kau laporkan polisi Zha ? kalau kamu sudah punya bukti ?" tanya Leon.
" Tidak segampang itu kak, Angga di penjara, tapi antek - anteknya banyak, bisa jadi di rumah kita ada " kata Zha.
Leon berpikir apa yang di katakan Zha benar juga.
" Lalu apa rencanamu Zha ?" tanya Leon.
" Dia bermain licik kita bermain cantik, dan menurutku, terlalu gampang, kalau Angga masuk penjara dengan sehat, dia bisa keluar bebas, aku ingin dia harus menerima ganjaran dengan apa yang di perbuat pada keluarga kita " kata Zha.
__ADS_1
" Aku akan ke Bandung kak lusa, mau cari tahu, dari rumah kakek dan nenek, yang sudah meninggal, dan Zha ingin cari tahu siapa sebenarnya dirimu ?" kata Zha membuat Leon membuka matanya lebar.
" Maksudmu ?" tanya Leon.
" Aku yakin kak Leon bukan putra papi, jika benar anak papi, kenapa dia tega memanfaatkan dan membunuh anaknya "
" Dan aku curiga dengan Arief, sepertinya dia tahu sesuatu, makanya aku mau mintak izin pada kak Leon meminta kunci kamar Arief pada kak Leon " kata Zha.
" Kau ke Bandung dengan siapa ?" tanya Leon
" Dengan Roy, dan satu pengawal " kata Zha.
" Baiklah, semoga kau berhasil sayang " kata Leon.
Masih asik ngobrol, Dahlia datang mencari tahu tentang perusahaan anak - anaknya pada Zha, Leon masih pura - pura lumpuh parah.
" Ha ha ha. . tidak mungkin lah mi, Arief pacaran dengan Zha, Zha masih umur enam belas tahun, mana bisa Zha mengurus perusahaan " kata Zha saat Dahlia tanya tentang aset Arief, yang atas namaya Zha.
" Tapi kamu tahu perusahaan Arief ?" tanya Dahlia.
" Tahu, di Bali, ada banyak hotel milik Arief dan beberapa vila, di puncak dan beberapa tempat wisata " kata Zha dengan polos.
" Terus siapa yang memimpin ?" tanya Dahlia.
" Kak Leon, dan sekarang sementara saya "kata Zha.
" Kalu papi tanya dengan kamu, bilang saja kamu tidak tahu, kalau Leon dan Arief punya usaha " kata Dahlia.
Setelah Dahlia pulang, Adi datang dengan kedua putranya.
" Baiklah tapi jangan lama - lama ya ?" kata Leon, dan di angguki Adi.
Zha mengajak Adi dan kedua putranya ke mall.
" Zha kalau di mall mahal - mahal " kata Adi.
" Jangan pelit sama calon istri, Mita orang berharga darimu, jadi jangan cari yang murahan, carilah yang mahal sesuai dengan Mita " kata Zha.
" Tapi aku juga butuh untuk cari bawaan dan modal nikahnya, aku ingin sedikit mewah " kata Adi.
Zha hanya mengangguk dan masuk toko mas langgananya. Adi merinding, pasti ini mahal.
" Kohnya ada ?" tanya Zha pada karyawan toko mas.
" Oh Zha, , ,!" kata Koh yang baru datang.
" Mau cari apa ?" tanya Koh.
" Satu set perhiasan untuk melamar " kata Zha.
" Siapa yang akan melamar " tanya koh.
__ADS_1
" Sepupuku, ini Koh " kata Zha sambil menarik Adi.
" Yang biasa saja koh, jangan mahal - mahal " teriak Adi, dan di senyumi koh.
" Leon bagai mana kabarnya ?" tanya koh.
" Sudah mulai membaik " kata Zha.
Koh mengeluarkan beberapa set perhiasan.
Zha memilih yang begitu cantik.
" Memang selera istri Leon tidak pernah salah, ini sudah ada cincin untuk tunanganya, jadi bisa langsung bisa tukar cincin !" kata Koh, sambil mengambil struk harganya.
" Zha itu sangat mahal "kata Adi.
" Aku tadi di kasih uang kes sama kak Leon, untuk membantu kamu membelikan perhiasan, " kata Zha.
" Di coba dulu, nanti kekecilan sama kamu " kata Zha pada Adi.
" Benar kata Zha, mumpung masih ada di sini " kata Koh.
Adi langsung mencobanya, ternyata pas di jarinya. setelah semua persiapan tunangan sudah sekalian bawaan untuknya, mereka pulang.
Adi duduk di depan Leon di bawah kursi roda Leon.
" Kak, terima kasih sudah bantu Adi membelikan perhiasan untuk Adi, tapi Adi mintak satu lagi " kata Adi membuat Leon penasaran.
" Adi ingin kak Leon jadi juru bicara dari keluarga Adi untuk melamar Mita " pinta Adi.
" Apa kamu tidak malu, akukan cacat " kata Leon.
" Yang cacatkan kakinya, cara berpikir, dan bobir kak Leon masih baik " jawab Adi, di senyumi oleh Zha dan Leon.
" Baiklah " kata.
" Kalau begitu ayok kita ke sana " kata Adi.
" Emang kapan ?" tanya Zha.
" Nanti malam, dan Zha belum buat kue untuk saya " kata Adi.
" Mendadak amat " kata Leon.
" Lebih cepat lebih bagus " kata Adi.
Ahirnya Leon dan keluarga pergi menuju rumah Rima.
Sampai di pintu rumah Zha menangis.
" Kenapa Zha ?" tanya Rima.
__ADS_1
" Zha kangen sama bapak, demi melindungi putri dan cucunya dia rela merenovasi rumah untuk Zha " kata Zha.
" Maafkan aku, ini semua salahku " kata Leon sambil menunduk.