ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
JANGAN MENGUJI KESETIAANKU


__ADS_3

Jangan menguji kesetianku


...****************...


Zha mengikuti saran Leon, dan sekarang toko dan restonya sudah memiliki beberapa karyawan,


Leon menjemput Zha ke tokonya.


" Kak, kaki Zha bengkak ?" kata Zha pada Leon.


" Kamu tidak boleh lelah sayang, apa lagi kandunganmu sudah memasuki enam bulan, besok kamu istirahat ya, biar Adi yang handle semuanya !?" kata Leon.


" Zha tidak terlalu lelah kok, hanya duduk di meja kasir ini, dan mengatur anak - anak " jelas Zha.


" Bohong kak, dia kesana - kesini, sambil ngomel, kalau kurang cocok sama dia, dia sendiri yang kerjakan !?" kata Adi.


" Tidak kak, Zha hanya ingin pelanggan puas dengan kerja kita, apa lagi ini ada pelanggan tetap, setiap hari ada perusahaan yang pesan paling sedikit dua ratus kue, dan menu makan siang dua ratus porsi, untuk karyawanya !" cerita Zha.


" Itu satu perusahaan, berarti omset kalian banyak ?" tanya Leon dan di angguki Zha.


" Makanya kita adakan jum'at berkah, kita bagi - bagi ke pesantren Gus Rayen yang menampung yatim piatu dan kaum duafa, yang mau makan di sini " jelas Zha.


" Ternyata istriku cerdas juga " kata Leon.


" Dan ini ada satu perusahaan lagi yang masuk, ingin mengajak gabung kita lagi kak, jadi kita butuh karyawan lagi " kata Zha.


" Cari lah sayang !" kata Leon.


" Suaminya Ima daftar, tapi apa dia mau, gajihnya hanya kecil ?" kata Zha.


" Ya di coba, kalau dia mau keluar, di persilakan !?" kata Leon.


" Imanya juga daftar, tapi aku tolak, Zha yang hamil baru masuk enam bulan saja sudah seperti ini, apa lagi dia yang sudah delapan bulan " cerita Zha dan di angguki Leon.


" Adi juga tidak mau, nanti tambah lagi alarm, bringsik telinga Adi, ibu hamil satu saja sudah bringsik, harus tambah lagi " jelas Adi dan di senyumi Leon.


" Ya sudah biar Adi yang yang handle karyawan juga " kata Leon.


Adi kaget, melotot dengan sempurna.


" Di mulai besok, kau urus dua toko ya, kasihan Zha, sudah bengkak kakinya, kalau sudah banyak karyawan, kamu bisa istirahat juga, hanya mengecek !" kata Leon.


" Terus sawahku ?" kata Adi.


" Di upahkan " jawab Leon.


" Baik kak ?" jawab Adi.


" Zha kesini kalau mau cek saja !?" jelas Leon lagi masih sambil memijit kaki Zha.


Zha pulang dengan Leon, tapi setiap ada masalah, selalu meminta solusi pada Zha dan Leon.

__ADS_1


Ima nekat datang ke rumah Zha.


" Zha. . . Zha. . . Zha. . . !" panggil Ima tapi tidak ada jawaban, Ima masuk, karena pintu tidak di kunci, dan Ima dengan lancang membuka kamar Zha.


" Wow, kamarnya indah sekali " kata Ima saat melihat kamar Zha dengan rapih, seperti dekorasi hotel dengan furniture serba mahal.


Dan terdapat foto Zha dan Leon yang sedang senyum bahagia diantara bunga tulip dan bunga sakura waktu di Belanda dan negri sakura.


" Kenapa kau lebih beruntung dariku Zha ?" kata Ima dengan nelangsa.


" Kau masih menyimpan foto Arief ternyata !?" kata Ima saat melihat foto Arif dan Zha yang masih imut.


Ima masih berkeliling di kamar Zha, dan mulai masuk ke ruangan yaitu kamar mandi.


Ima tertegun melihat kamar mandi yang sudah pakai shower yang rapih, bak hotel bintang lima, Ima melihat baju yang masih terhanger rapih, karena habis di pakai Zha belum sempat tercuci.


Ima mendekatinya.


" Wow, kimono sutra yang mahal " kata Ima sambil memegang baju Zha dan mengeluskan ke pipinya karena saking lembutnya.


Ima membuka tirai, Ima melihat bath up, Ima langsung ingin berendam, dan segera melepas seluruh pakaianya dan melempar sembarangan dan masuk ke bath up, dan menaruh sabun busa yang biasa di pakai Zha.


Leon datang ntah dari mana.


" Sayang. . . sayang. . !" panggil Leon memanggil Zha.


Leon langsung masuk ke kamar, karena pintu tidak di tutup, dan kamar juga.


' Alangkah cerobohnya kamu Zha, semua pintu tidak kamu kunci, kau asik mandi ' gerutu Leon.


' Apa kau sengaja menggodaku ?" tanya Leon dalam hati.


Leon membuka kamar mandi pelan - pelan, Leon melihat ada baju berserakan.


" Zha tidak sejorok ini, dan Zha tidak pernah pakai baju sekumel ini !?" kata Leon sambil memegang baju yang ada di lantai.


Saat Leon membuka tirai, alangkah terkejutnya.


" Kamu, ! kenapa kamu di sini ?" tanya Leon, belum sempat Ima jawab, Leon sudah pergi mencari Zha, Ima masih menikmati mandinya.


Leon keluar dan mencari Zha, Zha sedang asik, membeli sayuran sama mang sayur pojok rumah tetangga.


" Sudah ya neng dagingnya !?" kata mang sayur.


" Iya mang, besok bawakan lagi ya ?" kata Zha.


" Pasti neng ?" jawab tukang sayur.


" Kamu Zha, biarpun suami, tidak ada kerjaan, masih saja beli daging !" kata Lin, ibu tukang nyinyir.


" Kenapa ibu yang repot, Zha yang punya uang, kenapa ibu yang repot, uang juga tidak mintak sama ibu Lin " kata buk Minto.

__ADS_1


" Benar kata buk Minto " jawab mang sayur.


" Saya beli daging setiap hari, karena kak Leon, tidak mau daging frizer, maunya daging segar buk !?" jawab Zha.


" Walaupun, suami saya tidak ke kantor lagi, alhamdulilah, masih punya penghasilan " kata Zha.


" Kamu beruntung Zha, suami pintar bisnis, istri pintar masak " puji buk Minto.


Leon datang dengan mata memerah, semua ibu takut.


" Zha, apa maksudmu, ? apa kamu menguji kesetiaanku ? kenapa kamu memasukan wanita penggoda di rumah kita ?" kata Leon.


" Apa maksud kak Leon ?" tanya Zha yang bingung.


" Ayo pulang !" kata Leon sambil menarik Zha, sampai belanjaanya tertinggal di mang sayur.


Ibu - ibu yang takut langsung mengikuti Zha, takut kalau Zha kenapa - napa, mang sayur juga ikut, salah satu ibu, lari ke sawah ke tempat Rima dan Didik.


" Kak Leon pelan, , , !" kata Zha sambil memegang perutnya, Leon tidak peduli masih terus menariknya untung saja rumahnya dekat.


" Tampan, tapi seram kalau marah " bisik Lin sambil mengoyangkan kepalanya beserta pundaknya.


Leon menarik Zha ke kamar mandi.


" Lihat apa itu ?" kata Leon sambil menunjukan Ima yang sedang santai mandi.


" Keparaaaattt. . . .!" teriak Zha saat melihat Ima di tempat santainya. rasa sakitnya hilang karena tertutup emosi sekarang bergantian Leon yang takut dengan emosi istrinya di luar kendali.


ibu - ibu masuk kamar Zha dengan ragu.


" Waw, apa seperti ini nuansa hotel ?" kata Lin yang kagum dengan kamar Zha yang ber cat biru langit.


" Iya ya !" kata yang lain.


Zha menjambak rambut Ima.


" Keluar dari tempatku ?" bentak Zha.


" Zha a a aku tidak pakai apa - apa ?" kata Ima dengan gemetar.


" Kak Leon keluar. . !" bentak Zha.


" Tapi . . .!" protes Leon takut terjadi apa - apa pada istrinya.


" Keluar. . . !" bentak Zha.


plak. . . !


plak. . . ! Zha memukul wajah Ima.


Leon keluar dan menyuruh buk Minto masuk.

__ADS_1


__ADS_2