ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Akting Angga dan Butet


__ADS_3

Akting Angga dan Butet


...****************...


" Kak, terima kasih sudah bantu Adi membelikan perhiasan untuk Adi, tapi Adi mintak satu lagi " kata Adi membuat Leon penasaran.


" Adi ingin kak Leon jadi juru bicara dari keluarga Adi untuk melamar Mita " pinta Adi.


" Apa kamu tidak malu, akukan cacat " kata Leon.


" Yang cacatkan kakinya, cara berpikir, dan bobir kak Leon masih baik " jawab Adi, di senyumi oleh Zha dan Leon.


" Baiklah " kata.


" Kalau begitu ayok kita ke sana " kata Adi.


" Emang kapan ?" tanya Zha.


" Nanti malam, dan Zha belum buat kue untuk saya " kata Adi.


" Mendadak amat " kata Leon.


" Lebih cepat lebih bagus " kata Adi.


Ahirnya Leon dan keluarga pergi menuju rumah Rima.


Sampai di pintu rumah Zha menangis.


" Kenapa Zha ?" tanya Rima.


" Zha kangen sama bapak, demi melindungi putri dan cucunya dia rela merenovasi rumah untuk Zha " kata Zha.


" Maafkan aku, ini semua salahku " kata Leon sambil menunduk.


" Jangan menyalahkan diri kalian masing - masing, yang meninggal itu suamiku, nanti kalian aku masukan ke penjara, dan aku tidak mau mengurus anakmu yang nakal - nakal itu " canda Rima sambil menunjuk kedua cucunya yang berlarian naik - naik meja, sedang dua baby sisternya saja kualahan menghadapinya.


" Ehe. . itu putra Leon buk !" kata Zha sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Jangan lihat nakalnya bu de, tapi pintarnya " kata Adi.


" Ibu hanya bercanda, makanya jangan berkecil hati, berilah semangat mereka, kalau kalian masih bersedih, bapak juga tidak suka di sana " kata Rima


" Yang Zha sedihkan, bapak, tidak bisa melihat perkembangan kedua cucunya " kata Zha.


" Bapak juga tidak menyesal melihat cucunya yang bandel itu " canda Rima.


" Bapak pasti lihat dari sana dengan bahagia melihat kedua cucunya yang tumbuh menjadi ansl aktif dan cerdas !" kata Rima.

__ADS_1


Zha memeluk Rima, dengan terharu.


Zha mulai memasak, menyiapkan segala perlengkapan Adi, kue cukup mintak antar dari restauranya, Zha yang menghias.


Zha ini sekalian tunangan loh !" kata Adi.


" Kamu. . !" kata Zha pada Adi sebal, tidak mengabarinya dari awal.


" Aku ingin kabari kamu sejak lama, tapi kamu lebih sering kerja di perusahaan, jadi aku tidak ada waktu untuk istirahat ke rumah kamu " kata Adi menjelaskan.


Zha merasa memakluminya, memang sekarang lebih sering sibuk di reksa group, untuk mencari bukti tentang Leon.


Zha mengusap keringatnya, Leon melihatnya kasihan.


" Jangan di paksakan sayang, kasihan yang ada di sini " kata Leon sambil menunjuk perut Zha yang masih datar.


" Tidak kak, Zha baik - baik saja " kata Zha, Leon yang di kursi roda langsung mencium perut Zha..


Ternyata Rima tidak sengaja mendengar dari balik horden.


" Kamu hamil lagi Zha?, siapa yang menghamilimu ?, kenapa kamu tidak tegas Leon ?!" kata Rima mendesak Zha.


" Buk, Zha hamil sama kak Leon lah, mana mau dia mengakui, kalau dia tidak berbuat " kata Zha.


Lalu Leon menjelaskan, apa yang terjadi sevenarnya, sampai rencana Leon menggugurkanya, Rima sekarang paham dan menjelaskan pada Leon, bahwa Zha kalau sekarang sudah umur, beda saat melahirkan Arka dan Aksa.


" Zha. . !" panggil Mita sambil memeluk Zha.


" Aku kangen sama kamu, kenapa kamu tidak pernah ke sini, bla bla bla ?" kata Mita panjang lebar, dan hanya di jawab dengan senyuman oleh Zha.


" Aku punya sesuatu buat kamu " kata Zha sambil menyerahkan paper back.


Dan di buka oleh Mita, betapa bahagianya, gaun indah dengan harga fantastik.


Langsung di pakai Mita dan keluar dengan sangat anggun, gaun indah, di hiasi indahnya mutiara.


" Paling juga lamaranya kecil, gayanya saja yang selangit " bisik Ima dari belakang.


" Suami tampan tapi lumpuh, tidak ada ginanya lagi sekarang " hina Ima sambil melirik Zha, tapihanya di senyumi oleh Zha.


Tapi semua mata terheran melihat lamaran Adi, dan dengan mas murni di hiasi berlian murni yang harganya tidak murah.


Tunangan Mita dan Adi Semua berjalan dengan lancar, tidak ada suatu halangan, Zha langsung pulang.


Esoknya Zha, ke tempat Dahlia cari petunjuk, dari kamar Arief.


Dikira Zha, Angga dan Butet sudah berangkat kerja.

__ADS_1


Setelah Zha menemukan petunjuk, berupa USB dari kamar Arief yang tersimpan tertutup, langsung keluar.


" Zha Aku mau ngomong sesuatu !" kata Bitet.


" Apa,? silakan mgomong !" kata Zha.


"Aku hamil, dan aku ingin Leon tanggung jawab " kata Butet.


" Hamilnya sama siapa, yang tanggung jawab siapa !?" jawab Zha sinis.


" Aku hamil dengan Leon, walaupun, Leon cacat, tapi dia pria normal, yang haus akan belaian, kamu saja yang sebagai istri tidak peka !" kata Butet.


" Aku tidak peka, atau kamu saja, yang kegatelan, yang ingin bagian kak Leon yang sehat tidak mau yang sakit ! atau jangan - Jangan kamu main sama om Angga, tapi ingin ke tampanan suami saya ? " kata Zha, sambil melirik Angga yang sedang duduk di dekat Dahlia uang tidah seberapa jauh dari mereka.


Plak. . .


Satu tamparan mendarat di pipi Zha dari Dahlia.


" Jaga mulutmu ya?, tidak mungkin papi berbuat asusila pada keponakan sendiri, kau harus terima berbagi suami. . . !" bentak Dahlia pada Zha membuat Butet dan juga Angga tersenyum penuh kemenangan.


" Selama ini kau ku anggap anak sendiri Zha, kenapa kau tega tuduh papi, apa salah papi sama kamu ?" kata Angga, dengan nada yang di buat sedih pada Zha.


" Mungkin, mami benar, lebih percaya suami, dari pada anak sendiri, padahal sang anak mengalir darahnya, yang tertanam sifatnya !" kata Zha.


" Sampai kapanpun, aku tidak akan sudi di madu, karena aku lebih percaya pada suamiku, dari pada mulut manis yang berbisa !" kata Zha tegas.


Zha lalu lari, keluar dari rumah situ.


" Zha. . Zha. . . Zha. . . !" panggil Dahlia penuh penyesalan, pada Zha yang terus berlari keluar.


" Sabar mi. . !" kata Angga.


" Iya tante !" kata Butet.


" Ini semua salahmu Butet, kenapa kau rusak rumah tangga Leon, kenapa kau bisa hamil anak Leon, mungkin kalau aku jadi Zha, akan melakukan hal yang sama !" bentak Dahlia, membuat Butet terkejut.


" Maafkan Butet tante, Butet hilaf, karena mengurus tubuh Leon, karena Zha malas mengurusnya hiks, hiks hiks. . . !" kata Butet dengan jurus air mata buaya betinanya, membuat Dahlia luluh.


Sedang di kediaman Leon tapatnya di dalam kamar, karena Leon tidak di perbolehkan keluar, tanpa akting lumpuh total, Leon sedang berbincang dengan Roy, yang di tugaskan menjaga Leon, sedang Zha sama pengawal lain pergi ke rumah Angga.


" Aku kagum dengan istri anda tuan " kata Roy.


" Kenapa Roy ?" tanya Leon dengan penasaran.


" Mungkin kalau saya sudah terkena tipu milyaran, tapi tidak dengan istri anda !" lanjut Roy.


" Maksudnya ?" tanya Leon semakin penasaran.

__ADS_1


" Kemarin . . . !" kata Roy mulai cerita.


__ADS_2