ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Hanya lelah


__ADS_3

Hanya lelah


...****************...


Roy dan Zha ngorol pribadi di sela - sela istirahat Leon.


" Selanjutnya apa rencanamu Zha ?" tanya Roy.


" Kita masih tetap berobat pada dokter Rudi, untuk mencari tahu apa motifnya, sampai dia tega neracuni kak Leon ?" kata Zha.


" Apa tidak berbahaya kalau kita ketahuan berobat di dokter lain ?" tanya Roy.


" Tapi lebih bahahaya kalau kita langsung keluar dari dokter Rudi, dia bisa langsung di bunuh oleh bosnya tanpa kita ketahui siapa dalang di balik semua ini, kita hidup di dunia bisnis, banyak manusia menghalalkan segala cara agar tercapai keinginanya !" jelas Zha.


" Aku hanya bisa ikut intruksimu, kau otaknya dan aku mesinya " jawab Roy.


" Ha ha ha. . . !" tawa Zha.


" Ku akui kau wanita tegar dan juga hebat Zha !" kata Roy.


" Kau terlalu berlebihan Roy !" kata Zha.


Roy menggeleng.


Sakitnya Leon terdengar sampai telinga Dahlia, sampai Dahlia berkunjung ke apartemen Leon bersama Angga.


" Sakit apa Zha ? Kenapa tidak kasih kabar mami ?" tanya Dahlia.


" Cuman kelelahan mi !" jawab Zha.


" Makanya kerja jangan terlalu di porsir, kan masih ada papi di kantor !" omel Dahlia pada Leon.


" Tidak kok mi ?" jawab Leon yang masih di balik selimut.


" Besok lagi kalau sembuh, jangan di bikin ngoyo siapa yang kamu urus, hanya Zha saja !" kata Dahlia.


" Emmm !" jawab Leon.


" Kenapa tidak di bawa ke rumah saja, mamimu kan bisa bantu Zha mengurus Leon ?" pinta Angga.


" Zha saja cukup pi " jawab Zha.


" Lalu kuliahmu ?" tanya Angga balik.


" Libur sementara waktu, kalau tidak online, kalau kak Leon masih istirahat " jawab Zha.


" Tenang saja pi, dia istri yang teladan kok, dan juga bisa membagi waktu !" jawab Leon.


" Lagian kalau di rumah, nanti Leon tidak bisa bulan madu " kata Leon dengan senyum mesum, untuk menutupi pernyakitnya.

__ADS_1


" Kamu sakit Leon, jangan mesum terus " kata Dahlia


Esoknya Zha berusaha mencari susu murni, ternyata dia mendapatkan dari teman sekampusnya, Zha berusaha supaya tidak ada penghianatan lagi, jadi Zha membelinya dengan harga lebih mahal dan secara tertutup seperti transaksi barang terlarang.


" Ingat jika anda berhianat, kau akan tanggung akibatnya ! " ancam Zha pada penjual susu itu.


Penjual susu mengangguk, dan setiap pagi mengantar susu pada Zha, Zha tidak memberi alamat apartemenya, tapi di tempat tertentu, dan Zha selalu menutupi identitasnya dengan kaca mata hitam dan topi ala koboi


Zha juga tidak mau nyetok susu, yang Zha inginkan susu sapi segar, yang baru di perah.


Leon semakin hari semakin membaik, tapi masih terus ke tempat dokter Rudi, untuk menutupi kedok Zha.


Di pagi yang cerah


" Sayang, kak Leon ke kantor ya ?" rayu Leon pada Zha yang menyiapkan sarapanya dengan menarik Zha dalam pangkuanya.


" Mau ngapain ?" tanya Zha.


" Kantor terbengkalai Zha, pemasukan berkurang, karena papi kurang lihai dalam mengelola saham " jelas Leon.


" Kan mami, sudah bilang, kalau kak Leon harus jaga kondisi waktu kak Leon sakit kemarin !" jelas Zha.


" Aku mohon ya sayang, ini juga demi kamu !" rayu Leon sambil menciumi tengkuk leher Zha


Leon terus merayu Zha dan ahirnya Zha luluh.


" Zha izinkan kak Leon kerja, tapi dengan satu syarat, jangan minum bikinan pelayan, harus bikinan istri, dan jangan juga makanan hidangan yang ada di kantor yang khusus di hidangkan untuk kak Leon, kalau bersama boleh, dan nanti siang Zha kesana mengantar air kalapa hijau kita makan siang bersama " kata Zha.


" Dan satu lagi habiskan ini susu. . ! " perintah Zha pada Leon.


" Bosen Zha, susu istri tidak, malah susu sapi terus ?" gerutu Leon.


" Ingin cepat sembuh tidak ?" tanya Zha dengan tatapan tajam, ahirnya Leon meminumnya dengan terpaksa.


Setiap minum susu selalu di tunggu oleh Zha, supaya tidak ada ke bohongan.


Roy mengantar Zha kuliah dulu dengan Leon, semenjak Leon sakit, Zha sering absen kuliahnya.


" Kapan pintarnya, ke kampus saja jarang " gerutu Zha.


" Makanya jangan malas " kata Leon sambil mengusap kepala Zha dan menciumi ujung kepala dengan gemas.


" Kalau aku normal, mungkin kamu tidak akan aku biarkan istirahat Zha " gumam Leon yang masih terdengar oleh Zha.


" Apa kak ?" tanya Zha penasaran.


" tidak " kata Leon sambil mencium bibir Zha.


Zha masuk kuliah, kalau Leon ke kantor saja.

__ADS_1


( Aku butuh uang lima puluh juta Roy, yang kes ) pesan Zha pada Roy


( Buat apa ?) balas Roy.


( Semua butuh uang, aku tidak ingin ada penghianatan lagi, penghianatan di dasari karena uang, jadi aku akan bernegosiasi dengan doktet Geo ) pesan Zha.


( Baik, kapan ?) balas Roy.


( Setelah jam mata kuliah, kita harus meluncur ) pesan Zha


(πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ) balasan Roy.


Zha dan Roy menuju ke rumah sakit tempat dokter Geo berkerja.


Setelah bertemu, Zha langsung mengawali pembicaraanya.


" Aku butuh waktu anda sebentar, dan akan bicara secara pribadi !" kata Zha.


" Bicara saja nona, ini ruang kerja saya dan ruang pribadi saya !" kata Geo.


" Anda yakin !" tanya Zha meyakinkan Geo.


" Sangat yakin !" jawab Geo.


" Okey langsung saja " kata Zha dan di angguki dokter Geo.


" Ini uang kurang lebih lima puluh juta, Aku memberikan ini karena aku butuh anda, butuh otak anda " jelas Zha.


" Apa yang anda minta, jika untuk membunuh aku tidak bisa ?" jawab Geo, dan di gelengi dengan Zha.


" Aku hanya butuh anda, tolong sembuhkan suami saya, jika ini kurang, akan aku tambah jika kak Leon sembuh, yang aku minta jangan kamu terima uang dari siapapun untuk menyakiti kak Leon !" jelas Zha.


" Emang itu tugasku menyembuhkan pasienku, jadi anda tidak perlu repot - repot memberikan uang segitu banyaknya untuk kesembuhan suamimu !" jelas Geo.


" Aku merasa terhina karena anda memberikan uang hanya untuk nenyembuhkan suami anda, karena seorang dokter mempunyai janji dan aku memegang teguh janji itu, untuk menyembuhkan pasienya, tidak membunuh atau nencelakai " jawab Geo.


" Aku hanya tidak ingin seorang dokter berhianat lagi dengan keluargaku hanya karena uang " jelas Zha.


" Aku minta maaf jika ini menyinggung anda " kata Zha.


Geo mengangguk " Coba anda ceritakan kenapa anda sampai se kuatir itu ?" kata Geo.


Dan Zha menceritakan dokter Rudi, tapi menyembunyikan identitasnya pada Geo.


Geo mengangguk angguk.


" Jadi anda masih tetap ke sana untuk menjamin keselamatanya ?" tanya Geo.


" Bukan hanya keselamatanya, tapi keselamatan anda juga, aku tidak ingin ada yang tahu kalau kak Leon berobat di sini ?" jelas Zha.

__ADS_1


" Baiklah, jadi aku tidak butuh uang ini, tapi aku butuh perlindungan " kata Geo.


" Bila nanti suami anda sembuh, maka aku akan menerima uang ini, karena kesembuhan hanya milik allah semata sedang aku hanyalah perantara " jawab Geo


__ADS_2