
Bukan super hero
...****************...
Mafia saja tidak akan tega membunuh darah dagingnya sendiri " Bentak Zha.
" Zha dengarkan kak Leon, kak Leon sayang sama Zha, apa yang menurut Zha baik kak Leon akan ikut Zha " kata Leon sambil memeluk Zha, menenangkan Zha.
" Kan sudah Leon bilang jangan merusak mental istriku lagi mi !" bentak Leon.
Ternyata tadi Leon sempat debat dengan kedua orang tuanya karena tidak setuju dengan usulan Angga, tapi Leon memilih mengalah karena Dahlia bersikeras dan membicarakan itu pada Zha.
" Leon maafkan mami dan papi !" kata Dahlia.
" Ini tidak membahayakan satu anak Leon, tapi semua mungkin istri Leon !?" kata Leon dengan mata memerah dan membawa Zha pergi
Dahlia menangis di sofa cafe dan di tenangkan Angga.
" Sudah mi, memang Leon keras dari dulu " kata Angga.
" Tapi benar kata Zha, kita sama saja membunuh anaknya hu hu hu !" tangis Dahlia.
" Kita tidak salah, kita hanya ingin yang terbaik untuknya, untuk keselamatanya " kata Angga.
" Kita pulang pi, kita bahas di rumah !" Ajak Dahlia pada Angga.
Sesampainya di apartemen, Leon mengambil air menenangkan Zha yang masih menangis, dan meminumkanya.
" Kak Zha salah ya kalau Zha mmempertahankan anak kita ?" kata Zha.
" Kamu tidak salah, kak Leon yang salah, menginginkanmu segera mempunyai anak sedangkan kamu belum cukup umur !" kata Leon.
" Sekarang yang terpenting kita pikirkan kamu dan anak kita " kata Leon.
" Kenapa harus di pikirin ? dia baik - baik saja di dalam " kata Zha.
" Coba aku lihat " kata Leon menggoda Zha sambil membuka baju Zha dan memainkan perut Zha.
" Kak Leon gelii hi hi hi " tawa Zha karena ulah Leon.
" Aku tidak mau istriku sedih lagi " kata Leon.
" Aku mencintaimu Zha !" kata Leon sambil mencium bibir Zha.
" Zha sudah tahu !" kata Zha.
" Ha ha ha, dasar anak kecil tidak bisa di ajak romantis " tawa Leon.
" Oh kak Leon ngajak Zha main romantisan ha ha ha !" tawa Zha juga.
Leon menarik Zha dalam pelukanya.
" Kak Leon enggak mau ah Zha masih lelah " kata Zha " kata Zha.
" Emang mau ngapain ?" tanya Leon menggoda Zha.
__ADS_1
" Kak Leon mau menerkam Zha lagi kan?" tanya Zha.
Leon geleng kepala " Kak Leon hanya ingin peluk kamu ?" kata Leon.
Di pelukan Leon Zha.
" Kak . . !" panggil Zha.
" Emmm " Jawab Leon singkat.
" Kak Leon tahu tidak, Zha di umur tujuh belas tahun Zha menikah, di umur delapan belas tahun satu bulan Zha kehilangan keperaw4nan, delapan belas tahun sembilan bulan Zha mengandung anak kak Leon, terus nanti di umur Zha kesembilan belas, Zha sudah menjadi seorang ibu " Kata Zha sambil membuka kancing bajunya Leon dan mencubit kecil dada Leon yang menjadi candunya.
Sedang Leon nenikmati hisapan demi hisapan rokoknya sambil memandang istrinya.
" Itu masih mending sayang, malah banyak sekarang yang seperti lomba perayakan kemerdekaan !" Kata Leon.
" Maksudnya ?" tanya Zha sambil memandang wajah Leon.
" Di panjat dulu baru di pinang, atau malah belum di pinang, " Kata Leon santai.
Plak ! " Sembarangan " kata Zha sambil memukul kecil pipi Leon.
" Emang bener, beda lagi aku di nikahin tapi di anggurin Ha ha ha ha !" tawa Leon.
" Kak Leon. . . ! " Teriak Zha.
" Oh iya, Ima temanmu itu juga sudah nikah ya ?" tanya Leon.
" Zha tidak tahu kak, kalau Ima itu lebih tua dua tahun dari Zha, tapi dia kakak kelas Zha karena, tahu sendirilah, memang kenapa kak ?" tanya Zha.
" Kelihatanya perutnya sedikit buncit, sedang hamil atau pernyakit ntah ? " cerita Leon.
" Cieee, ternyata ada yang cemburu. . .!" ledek Leon.
" Siapa yang tidak cemburu suaminya perhatikan cewek lain, aku hamil anakmu kak, !" Kata Zha sambil cemberut.
" Waktu jemput kamu di tempat ibu, dia sedang jalan, dan senyam senyum padaku " Kata Leon.
" Terus kak Leon senyum " Kata Zha.
" Sedikit " Jawab Leon.
" Kak Leon. . . !" teriak Zha.
Dua sejoli yang suka bercanda, tertawa bahagia.
...****************...
Ring ponsel Leon berbunyi ternyata pesan dari Zha.
📲 " Kak jemput Zha ?" pesan Zha di kampus.
📲 " Zha sayang, maafin kak Leon, kak Leon masih sibuk, Zha pulang sama Adi ya ?" balas Leon.
📲 " Ya, " jawab Zha Singkat membuat Leon tidak tega.
__ADS_1
Saat akan keluar kantor Leon ditarik Dahlia dan suruh mengantarnya ke bandara.
" Kenapa tidak papi sih mi ?" tanya Leon.
" Papimu sedang sibuk " jawab Dahlia.
" Leon membatalkan metting karena mau jemput Zha " Kata Leon.
" Sekarang lebih penting, Butet, sepupumu datang dari padang " Kata Dahlia.
" Terserah " Kata Leon.
" Ayo Leon, jangan sampai dia kelamaan menunggu " bentak Dahlia.
Leon Ahirnya melajukan mobilnya ke bandara, membiatnya manyun di sepanjang jalan.
" Tante. . . " panggil gadis cantik berpakaian srksi, celana sepaha tapi memakai jaket.
" Tante makin cantik saja " puji Butet, keponakan Dahlia dari pulau Sumatra barat, lebih tepatnya Padang sambil memeluk Dahlia.
" Leon. . . kau makin tampan saja !" puji Butet, pada Leon dan akan memeluk Leon tapi di pegang kepalanya supaya tidak bisa memeluk Leon.
" Sudah tahu, walaupun tidak kamu bilang aku tampan, memang aku sudah tampan dari lahir " Kata Leon sedikit mendekatkan wajahnya dan tanganya masih menahan kepala Butet membuat Butet jengkel karena pelukanya di tolak.
" Kau tidak pernah berubah Leon, !" teriak Butet yang melihat Leon menjauhinya dan menuju mobil dengan menarik kopernya sendiri.
" Aku bukan super hero, , , ,!" jawab Leon singkat.
" Leoooon . . .!" teriak Butet sambil menjatuhkan kakinya ke tanah secara bergantian.
Di mobil Leon hanya diam, mobil di kendarainya dengan cepat, Butet berkata manja pada Dahlia.
" Tante, Butet lapar " Kata Butet.
" Kita ke cafe dulu Leon, " kata Dahlia
" Takut amat anak orang mati !" jawab Leon.
Leon menghentikan mobilnya di cafe yang makananya di inginkan Zha.
Mereka memesan bangku paling pojok, setelah memesan makananya dan minuman Dahlia ke toilet sebentar.
Sedang Leon berusaha menghubungi Zha tapi di luar jangkauan dan menghubungi Adi tapi tidak di angkat.
Zha juga menuju di cafe itu dengan Adi dan Mita semua senang karena akan di traktir sama Zha.
Saat Adi melihat Leon, dengan Butet, Adi membisiki Mita.
" Zha kita pindah saja ya, makanan di sini terlalu mahal ?" rayu Mita menghindari perang dunia.
" Iya Zha" sambung Adi.
" Kenapa kalian berubah pikiran ?" tanya Zha.
" Aku takut lihat brosur harganya, " alasan Mita.
__ADS_1
" Perasaan sama saja harga normal dengan yang lainya dan aku ingin makan di sini?" Kata Zha.
" Aw, . . .!" Teriak Butet, ada binatang masuk ke matanya dengan terpaksa Leon akan meniupnya karena Dahlia sedang tidak ada. juga menuju di cafe itu dengan Adi dan Mita semua senang karena akan di traktir sama Zha.